Beranda blog Halaman 40

Pemkab Konsel Studi Tiru ke Banyuwangi untuk Optimalkan Penggunaan SPBE

0

LS, Banyuwangi – Guna mengoptimalkan penggunaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) melakukan studi tiru ke Pemkab Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Senin (5/6/2023).

Studi tiru tersebut dipimpin langsung Bupati H Surunuddin Dangga yang didampingi Sekda Konsel Hj ST. Khadidjah dan diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas beserta jajarannya, bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambanga.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga dalam mengatakan akan terus mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan ke arah yang lebih baik. Salah satu yang didorong adalah mengoptimalkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Seperti yang kita ketahui berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022, Pemkab Banyuwangi ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai peringkat pertama kinerja pemerintah daerah untuk kategori kabupaten,” kata Surunuddin.

Bupati Konsel atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi khususnya Ibu Bupati karena telah menerima kunjungan kerja tersebut.

“Sudah tepat kita studi tiru di Banyuwangi. Terima kasih ibu Bupati dan jajaran Pemda telah menerima kami secara langsung. Pertemuan ini pastinya akan berkelanjutan agar Kabupaten Konsel bisa mengikuti jejak Banyuwangi,” ucapnya.

Diketahui Bupati Konsel dan Bupati Banyuwangi pernah sama-sama mengikuti Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) di Singapura. Pemkab Banyuwangi juga meraih penghargaan Digital Government Award dari Kementerian PAN-RB atas keberhasilan-nya dalam penerapan SPBE.

“Meski masih perlu makin dioptimalkan, Konawe Selatan khususnya di Sulawesi Tenggara cukup lumayanlah dalam penerapan SPBE, namun saya belum puas saya masih ingin mendekati Banyuwangi. Nah kami ke Banyuwangi ini ingin studi tiru penerapan SPBE tersebut,” ungkap Bupati.

“Tentunya kita juga akan studi tiru terkait hal strategis lain seperti pariwisata, ekraf, stunting, pengentasan kemiskinan, dan isu strategis lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kedatangan studi tiru Pemkab Konsel. Ia yakin kunjungan kerja itu akan berlanjut hingga membuahkan hasil yang sesuai harapan.

“Selamat datang bapak Bupati Konawe Selatan beserta jajaran telah kunjungan kerja ke Banyuwangi. Saya yakin setelah kunjungan ini akan berlanjut terus sehingga sinergitas dua kabupaten ini bisa terjalin semakin baik,” harapnya.

Ipuk memuji kinerja Bupati Konsel. Ia berharap program-program yang dibangun Bupati Surunuddin Dangga bisa dilanjutkan pemimpin pemimpin selanjutnya.

“Banyuwangi terbuka lebar untuk Konawe Selatan. Mari saling mendukung satu sama lain, karena tiap daerah punya persoalan yang berbeda-beda. Mari saling melengkapi satu sama lain, Banyuwangi terbuka lebar untuk Konawe Selatan,” tutupnya.

Reporter : Agus

Masyarakat Desa Wonua Sangia Bakal Gunakan Mushola Bantuan IZI untuk Kegiatan Dakwah

0

 

LS, KONSEL – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan peresmian Musholla Al Kautsar yang terletak di Desa Wonua Sangia, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, Selasa (6/6/2023).

Peresmian tersebut dihadiri oleh General Manager Pendanaan IZI Sutanto, Kepala Perwakilan IZI Sultra Rian Nurayati, Ketua DKM Mushola Al Kautsar Pujiono, Humas Kemenag Konsel Harpol, Ustadz Danial, Kepala KUA Kecamatan Landono, Kapolsek Landono, Kepala Desa Wonua Sangia dan sejumlah tokoh serta masyarakat Desa Wonua Sangia.

General Manager Pendanaan IZI Sutanto mengatakan untuk bantuan mushola di wilayah Sulawesi Tenggara baru di Desa Wonua Sangia ini yang dibangun. Sementara untuk wilayah Sulawesi sudah terbangun di Sulawesi Tengah dan yang terbaru di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Jadi pembangunan mushola ini merupakan program kami yakni Program Nasional Bantuan Masjid dan Bantuan Sumur Bor. Untuk pembangunan sumur bor yang sudah kita bangun di Jawa ada di Jogja, yakni di Gunung Kidul dan di Pulau Madura, Jawa Timur. Kita lihat daerah yang susah air,” ucap Sutanto.

Sutanto menjelaskan, IZI ini merupakan yayasan yang berdiri di tahun 2015 dan mendapatkan izin operasional dari Kemenag RI di tahun 2016. Dan setiap 5 tahun sekali IZI melakukan pembaharuan izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun program-program yang dijalankan oleh IZI diantaranya adalah Program Ekonomi, yaitu untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan seperti UMKM serta membantu mengentaskan kemiskinan.

“Kemudian ada Program Kesehatan, seperti pasien penyakit keras yang dirujuk dari Indonesia Timur ke Jakarta kita siapkan tempat menginap, makan dan fasilitas lain secara gratis, selain itu program pengobatan gratis, pemberian bantuan untuk orang sakit dan program kesehatan lainnya. Ada juga Program Sosial dan Dakwah serta Program Pendidikan, kita berikan beasiswa untuk pelajar, untuk anak yatim mulai tingkat SD hingga mahasiswa,” jelasnya.

Sutanto menyampaikan mekanisme untuk mendapatkan program bantuan dari IZI, jika ada yang menghubungi IZI maka akan dilakukan verifikasi apakah layak mendapatkan bantuan atau tidak.

“Karena ini kan uang zakat sehingga harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an yaitu diperuntukkan yang utama bagi orang fakir, orang miskin, amilin, mualaf, fisabilillah, yang punya hutang dan orang di jalan dakwah,” paparnya.

“Untuk sumber pendanaan IZI sendiri berasal dari Zakat, Infak dan Sodaqoh. Selain itu ada juga dana sosial keagamaan lainnya, seperti dana kurban, dana sosial kemanusiaan dan bencana serta dana CSR,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Sultra Rian Nurayati mengatakan pembangunan Mushola Al Kautsar ini dimulai sejak awal Maret 2023 dengan memberdayakan masyarakat di sekitar untuk mengerjakan kontruksi bangunan mulai pondasi hingga finishing mushola tersebut.

“Alhamdulillah pengerjaan mushola Al Kautsar ini dapat diselesaikan dengan cepat sehingga hari ini bisa kita resmikan,” ucapnya penuh syukur.

Rian menambahkan, bantuan pendirian mushola ini sebelumnya telah melalui survey dari tim IZI. Dari tiga titik lokasi yang diusulkan, maka di Desa Wonua Sangia inilah yang dianggap telah memenuhi persyaratan sehingga tim IZI menurunkan bantuan untuk pendirian mushola.

“Awalnya kita lakukan survey lokasi, kita asesmen. Ada tiga lokasi yang kita survey, yakni di Kabupaten Konawe, Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. Karena memang donatur meminta lokasi yang dekat dari Kota Kendari. Setelah kita seleksi berkas mulai dari urusan wakaf tanahnya, urusan bagaimana nanti perkembangan mushola kedepannya dan syarat-syarat lainnya yang sesuai SOP IZI, maka terpilihlah di Desa Wonua Sangia ini,” jelasnya.

“Kedepannya kami akan lakukan pendirian mushola di lokasi yang berbeda sesuai dengan usulan dari mitra-mitra kami dan yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan yang akan kami turunkan bantuan pembangunannya,” imbuh Rian.

Di tempat yang sama, Ketua DKM Musholla Al Kautsar Pujiono mewakili masyarakat Des Wonua Sangia menyampaikan rasa terima kasih kepada IZI yang telah menurunkan bantuan pendirian mushola di Desa Wonua Sangia.

“Kedepannya mushola ini akan kami gunakan sebagai pusat kegiatan dakwah, seperti kegiatan majelis taklim, remaja masjid, rumah Qur’an, pembinaan remaja dan pengajian umum yang insya Allah akan rutin kita lakukan karena tempatnya sangat representatif untuk dilakukan kegiatan-kegiatan tersebut,” ucap Pujiono.

“Kegiatan BKMT berupa pengajian umum tiga bulan sekali gabungan dari 6 kecamatan rencana juga akan kita laksanakan di mushola ini,” imbuhnya.

Pujiono menjelaskan untuk status lahan yang digunakan dalam pendirian mushola ini merupakan hasil wakaf dari 6 orang masyarakat dengan luas total lahan sekitar 1,5 hektar.

“Alhamdulillah masyarakat disini sangat antusias menyambut pendirian mushola ini. Hal ini terbukti dengan kesadaran masyarakat yang saling bahu membahu membantu pembangunan mushola sehingga cepat selesai,” tuturnya.

Selain meresmikan Mushola Al Kautsar, dalam kegiatan itu Perwakilan IZI Sultra juga menyalurkan bantuan puluhan paket sembako kepada kaum dhuafa yang berada di sekitar daerah tersebut.

Reporter : Agus

Banyak Baliho Ajakan Pilih Caleg Bertebaran, Ketua Partai Buruh Konsel Pertanyakan Kinerja Penyelenggara Pemilu

0

Andi Razak

LS, KONSEL – Ketua Partai Buruh Exco Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Andi Razak mempertanyakan kinerja penyelenggara pemilu di Kabupaten Konawe Selatan atas merebaknya alat peraga / baliho para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Konawe Selatan.

“Dimana alat peraga tersebut banyak sekali tersebar hampir di sepanjang jalan di Konawe Selatan. Padahal sesuai ketentuan PKPU Nomor 33 tahun 2018 yang masih berlaku hingga hari ini Pasal 25 dengan tegas menyatakan bahwa yang boleh melakukan sosialisasi hanyalah partai politik,” ucap Andi Razak, Selasa (6/6/2023).

Andi Razak mengatakan yang dibolehkan melakukan sosialisasi adalah partai politik dengan menampilkan logo partainya atau pengurusnya, bukan Bacaleg mensosialisasikan dirinya serta dapilnya sekaligus mengajak untuk memilih ditandai dengan gambar paku untuk mencoblos nomor urut Caleg tersebut.

“Menurut kami hal tersebut adalah pelanggaran karena belum masuk tahapan kampanye. Lagi pula ini masih Bacaleg belum masuk DCS (Daftar Calon Sementara) ataupun DCT (Daftar Calon Tetap),” imbuhnya.

Andi Razak pun mempertanyakan kinerja komisioner KPU serta Bawaslu Kabupaten Konawe Selatan yang dinilai melakukan pembiaran terhadap hal ini.

“Kami pertanyakan atas pembiaran yang dilakukan oleh penyelenggara, mestinya pihak KPU dan Bawaslu harus melayangkan surat berupa pemberitahuan atau intruksi tentang perihal tersebut,” tegasnya.

Andi Razak membandingkan penegakan aturan yang pernah terjadi saat Partai Buruh mendaftar di waktu injury time pihak KPU  beserta Bawaslu cepat menetapkan partainya sebagai peserta Pemilu di pandang tidak mendaftar.

“Jadi saya harap penyelenggara Pemilu menegakkan aturan sesuai dengan tahapannya dan harus tegas serta berlaku adil kepada semua peserta Pemilu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Konsel Hasni, S.Pi., MH., ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa bertindak dikarenakan aturan terkait alat peraga kampanye belum ada.

“Bawaslu belum bisa bertindak karena aturan belum ada terkait alat peraga kampanye, dan juga belum ditetapkan DCT,” ucap Hasni.

“Dan yang bisa menurunkan baleho adalah Satpol-PP Karena alasan keindahan kota,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua KPU Kabupaten Konsel Aliudin, S.IP., belum memberikan tanggapan ketika dimintai konfirmasi via WhatsApp.

(*)

 

Mari Hadiri Sholawat Akbar Bersama Gus Azmi di Harlah PP Minhajut Thullab ke-15

0

LS, Konsel – Pondok Pesantren Minhajut Thullab Sulawesi Tenggara akan menggelar Pengajian dan Sholawat Akbar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) pesantren yang ke-15.

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Halaman Pondok Pesantren Minhajut Thullab Desa Andoolo Utama, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sabtu, 3 Juni 2023.

Selain Pengajian dan Sholawat Akbar, juga dirangkaikan dengan wisuda para santri dan santriwati.

Hal itu dibenarkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab Sulawesi Tenggara KH. Moh Wildan Habibi Ar, S.Pd.I., kepada media ini.

“Insyaallah, kita akan mengadakan tasyakuran dalam rangka Harlah pondok pesantren yang ke-15. Selain tasyakuran, kami juga akan meluluskan para santri kami, dengan harapan melalui kegiatan ini dapat menanamkan nilai-nilai kehidupan yang berguna untuk bekal diakhirat nanti,” ucapnya.

Yang lebih menariknya lagi, tasyakuran itu juga akan dihadiri oleh vokalis Group Syubannul Muslimin Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor (Gus Azmi) yang menjadi artis favorit para santri di Indonesia.

“Tentu, sudah banyak yang tahu siapa Gus Azmi kerap berlenggang dari panggung ke panggung bersama grup sholawatnya dan insyaAllah akan hadir di pondok pesantren kami,” jelas Abah, sapaan KH. Wildan.

Untuk itu, mantan wartawan senior tersebut mengajak seluruh masyarakat Sultra, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan untuk hadir dalam kegiatan ini dengan harapan mendapatkan berkah dari Sholawat Akbar dan pengajian yang diselenggarakan.

“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat. (HR. An Nasa’i),” ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan itu akan disiarkan secara langsung oleh Konsel-TV melalui platform sosial media YouTube dan Facebook.

(Redaksi/Agus)

Bupati Surunuddin Lepas 73 Jamaah Calon Haji Asal Konsel Berangkat ke Tanah Suci

0

 

LS, Konsel – Sebanyak 73 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dilepas oleh Bupati Konsel Surunuddin Dangga untuk diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah.

Acara pelepasan jamaah haji tersebut dilaksanakan di pendopo Rujab Bupati Konsel, Jumat (2/6/2023), dan dihadiri Wakil Bupati Konsel Rasyid, Kepala Kantor Kemenag Konsel H Joko, Kapolres Konsel AKBP Wisnu Wibowo, serta jajaran Forkopimda, dan pihak terkait lainnya.

Bupati Surunuddin dalam sambutannya menekankan agar seluruh jamaah haji asal Konsel menjaga kekompakan dan saling membantu, sebab ada jamaah yang sudah berusia lanjut dan selalu ingat bahwa 73 jamaah itu berasal dari daerah yang sama.

“Harus sabar, karena kondisi disana bisa terjepit atau saling injak antar jamaah lain. Tapi itu bukan halangan, ingat niat kita kesana karena Allah Subhanahu wa ta’ala,” ungkapnya.

Surunuddin mengingatkan kepada jamaah yang terpenting dan paling utama adalah menjaga kesehatan. Keberangkatan itu hanya semata-mata karena Allah.

“Mari kita selalu berdoa agar jamaah haji khususnya asal Konawe Selatan senantiasa diridhoi Allah Subhanahu wa ta’ala,” imbuhnya.

Selain itu, Surunuddin menitipkan doa agar bangsa dan daerah selalu tentram dan damai. “Semoga daerah kita semakin berkembang dan masyarakatnya makin sejahtera,” harapnya.

Sementara itu atas nama panitia, Kabag Kesra Konsel, Hamlin mengatakan jumlah jamaah haji asal Kabupaten Konawe Selatan pada musim haji tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi sebanyak 73 orang.

“Jamaah haji laki-laki berjumlah 29 orang, dan jamaah haji perempuan 44 orang. Berdasarkan usia, jamaah haji tertua berusia 78 tahun asal Kecamatan Laeya, lalu jamaah haji termuda berusia 23 tahun asal Kecamatan Benua,” ungkapnya.

Hamlin menyebut, berdasarkan kecamatan, terbanyak jamaah haji berasal dari Kecamatan Tinanggea berjumlah 22 orang. Kemudian Kecamatan Laeya 8 orang, Kecamatan Konda 7 orang, Andoolo dan Benua masing-masing 6 orang serta Ranomeeto 4 orang.

Untuk jamaah asal Kecamatan Palangga, Lalembuu, dan Angata masing-masing 3 orang. Selanjutnya Moramo, Ranomeeto Barat, dan Buke masing-masing 2 orang. Kecamatan Kolono, Palangga Selatan, Landono, Mowila, dan Laonti masing-masing 1 orang.

“Untuk kloter dan jadwal keberangkatan InsyaAllah jamaah haji asal Kabupaten Konawe Selatan yang tergabung dalam kloter 28 akan berangkat dari Konsel melalui bandara Halu Oleo menuju tanah suci melalui Embarkasi Sudiang Makassar pada 11 Juni 2023. InsyaAllah jadwal kembali ke tanah air tanggal 26 Juli 2023,” jelasnya.

(Redaksi/Agus)

Bawaslu Konsel Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila

0

LS, KONSEL – Dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2023, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar upacara, bertempat di halaman Kantor Bawaslu Konsel, Kamis (1/6/2023).

Ketua Bawaslu Kabupaten Konsel Hasni, S.Pi., MH., bertindak sebagai inspektur upacara dan dihadiri oleh Anggota Bawaslu Konsel Awaluddin AK, S.HI., Kepala Sekretariat Reni Susilawati, SE., MM., dan seluruh staf Bawaslu Konawe Selatan.

Sedangkan yang bertindak sebagai pemimpin upacara Ketua Panwascam Andoolo Hendra dan diikuti peserta upacara dari Panwaslu Kecamatan Buke dan Baito masing-masing membawa Panwas Kelurahan/Desa sebagai peserta upacara serta kepala sekertariat.

Dalam amanatnya, Ketua Bawaslu Hasni mengatakan melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, perlu menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia,” ujarnya.

Hasni juga mengajak kepada seluruh komponen untuk bersama-sama membangun bangsa yang damai, adil dan makmur.

“Kita bersatu dalam membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, kita Pancasila,” imbuhnya.

Tak lupa juga, Ketua Bawaslu Hasni mengingatkan agar dalam melakukan pengawasan selalu mengedepankan pencegahan.

“Saat ini kita telah masuk di tahapan tanggapan masyarakat terkait data pemilih, untuk itu bagi Panwas kecamatan maupun desa dapat benar-benar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” harap Hasni.

(Redaksi/Agus)

Pemilu Sebagai Sarana Penentuan Kesejahteraan Rakyat

0

Oleh Asrun, S.Pd

Dinamika politik nasional menuju Pemilu 2024 semakin ramai, seiring dengan aksi-reaksi yang terjadi di antara kekuatan yang akan memasuki gelanggang pertarungan.

Membaca situasi terkini, ragam kekuatan sudah mulai terkonsolidasi. Pengujung tahun ini dan awal tahun depan akan menjadi salah satu fase tersibuk partai politik.

Selain harus bersiap dengan tahapan pemilu legislatif, juga harus intens membangun komunikasi politik lintas kekuatan guna mematangkan pengusungan Capres dan Cawapres yang akan menjadi kandidat resmi di Pilpres 2024. Kesalahan dalam memosisikan diri dan membuat keputusan akan berdampak pada peta kuasa mereka di masa mendatang.

Parpol kini harus mengayuh di antara harapan publik yang tercermin dari opini publik yang berkembang, kepentingan partai lain, dan tentunya kepentingan politik mereka sendiri. Perlahan tapi pasti, politik yang tadinya sangat acak mulai membentuk pola yang harus dibaca secara cermat oleh elite partai.

Pemilu merupakan sarana mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, pemilu harus memberi dampak pada kualitas hidup rakyat yang makin sejahtera. Mengingat esensi demokrasi adalah persatuan dan kebangsaan, maka tak boleh ada tawar-menawar, bahwa wakil rakyat yang lolos pemilu harus wakil rakyat yang mampu menyejahterakan rakyat. Kalau boleh jujur, keinginan mulia itu belum terlihat pada anggota DPR sekarang dan mereka belum menghasilkan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial yang bisa dibanggakan rakyat.

Dalam bahasa lain, pemilu dalam konteks di atas sebenarnya bukan hanya untuk memilih wakil rakyat yang legitimate sesuai pilihan rakyat, melainkan pemilu itu sendiri secara substantif membawa pesan moral agar rakyat yang telah memenuhi syarat menurut UU bisa memilih wakilnya yang mempunyai hati nurani terhadap penderitaan rakyat, sekaligus menjadi alat untuk mencapai tujuan yang bisa membawa kesejahteraan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Puluhan Pekerja PT WIN Mengadu ke Disnaker Atas Dugaan PHK Sepihak

0

Puluhan karyawan PT WIN saat mengadu di Disnaker Kabupaten Konawe Selatan

 

LS, Konsel – Puluhan pekerja PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) mengadu ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak tanpa pesangon dan beberapa hak karyawan yang tidak diberikan oleh perusahaan, Senin (29/5/2023).

Aduan tersebut didasari oleh pihak perusahaan yang melakukan PHK secara sepihak kepada 28 karyawan tanpa alasan yang jelas. Selain itu pihak karyawan pun mengadukan soal gaji yang diberikan tidak sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK), dan selama bekerja di perusahaan tidak ada BPJS serta selalu dipekerjakan melebihi waktu/jam kerja tanpa ada upah lembur.

Kamarudin selaku keluarga karyawan yang mendampingi aduan ke pihak Disnaker menuturkan bahwa setelah terjadi PHK sepihak, ia mendampingi karyawan untuk melakukan aduan kepada Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Konawe Selatan.

“Dalam aduan itu pihak karyawan yang di PHK menjelaskan beberapa hak yang tidak diberikan oleh perusahaan seperti waktu dan jam kerja yang melebihi aturan 12 jam kerja selama 1 minggu full tidak dihitung lembur,” ucapnya.

Kamarudin menambahkan selain waktu dan jam kerja yang tidak sesuai, karyawan juga tidak diberi BPJS ketenagakerjaan ataupun BPJS kesehatan, padahal dari 28 pekerja yang di PHK sudah bekerja kurang lebih 2 sampai 5 tahun.

“Jangankan untuk BPJS, kontrak pun tidak ada, ini bentuk pembodohan dan perbudakan terhadap tenaga kerja,” pungkasnya.

Setelah mengadu ke Disnaker Kabupaten Konawe Selatan dan telah dimediasi tetapi tetap tidak ada titik temu sehingga pihak Disnaker Kabupaten Konawe Selatan menyerahkan aduan tersebut kepada Disnaker Provinsi Sultra, untuk langkah awal Disnaker Provinsi Sultra akan memanggil pihak manajemen PT. WIN terlebih dahulu.

“Harapan saya dan juga karyawan yang di PHK pihak perusahaan harus memberikan hak karyawan seperti gaji yang tidak sesuai upah lembur serta pesangon dan juga Dinas Ketenagakerjaan harus tegas kepada perusahaan yang mencoba memperbudak tenaga kerja tidak sesuai dengan regulasi yang telah di atur pada UU No 13 tahun 2003 sebagaimana telah diubah oleh UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” tutupnya.

Reporter : Iswan

Gelar Konsolidasi, Asosiasi BPD Konsel Akan Kembali Perjuangkan Kesejahteraan BPD

0

 

LS, Konsel – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar rapat konsolidasi sekaligus melakukan pemilihan pengurus baru untuk periode 2023-2029, bertempat di Balai Desa Lerepako, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konsel, Minggu (28/5/2023).

Rapat Konsolidasi tersebut dihadiri oleh Ketua Asosiasi BPD Kabupaten Konsel periode 2018-2023 Indra Mahmud bersama Sekretaris Andi Razak, Bendahara Liswanti dan pengurus lainnya serta diikuti oleh Ketua dan Anggota BPD se-Kabupaten Konawe Selatan.

Dalam pemilihan pengurus, Indra Mahmud kembali dipercaya sebagai Ketua Asosiasi BPD Kabupaten Konawe Selatan periode 2023-2029.

Indra Mahmud menyampaikan rapat konsolidasi ini digelar dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dan kekompakan sesama anggota BPD.

“Apalagi banyak anggota BPD yang baru terpilih dan tergabung dalam Asosiasi ini sehingga perlu kita lakukan konsolidasi untuk ajang silaturahmi dan saling menguatkan diantara kita sesama anggota BPD,” ucap Ketua BPD Desa Duduria ini.

“Dalam rapat konsolidasi tadi juga dibahas sejumlah agenda penting dan program-program Asosiasi BPD Kabupaten Konsel yang masih perlu untuk dijalankan pada periode selanjutnya,” imbuhnya.

Indra menambahkan, ia bersama pengurus Asosiasi BPD Kabupaten Konsel akan tetap memperjuangkan kesejahteraan anggota BPD se-Kabupaten Konawe Selatan.

Karena sebelumnya, Asosiasi BPD Kabupaten Konsel telah berulang kali memperjuangkan kesejahteraan anggota BPD dan baru terealisasi pada penambahan BOP BPD pada tahun 2022 yang tertuang dalam Peraturan Bupati Konawe Selatan dengan angka maksimal sebesar 5 juta rupiah pertahunnya.

“Setelah saya terpilih untuk kedua kalinya sebagai Ketua Asosiasi BPD Kabupaten Konsel, program pertama saya tetap komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan BPD dan mendorong DPRD Kabupaten Konsel untuk segera membahas Perda tentang BPD,” tegasnya.

Selain BOP BPD yang dinaikkan, Indra berharap agar Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga menaikkan tunjangan BPD yang dinilainya masih sangat minim.

“Di kabupaten lain itu tunjangan BPD cukup lumayan, seharusnya di Kabupaten Konawe Selatan juga harus dinaikkan tunjangannya, mengingat BPD ini merupakan lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan di desa sehingga harus diperhatikan kesejahteraannya,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi BPD Konsel periode 2018-2023 Andi Razak mengaku mundur dari jabatan sekretaris asosiasi dikarenakan telah diberikan amanah baru sebagai Ketua Partai Buruh Kabupaten Konawe Selatan.

“Sesuai aturan yang berlaku bahwa pengurus BPD tidak boleh menduduki jabatan di partai, oleh karena itu saya mundur dari Sekretaris Asosiasi BPD Kabupaten Konsel dan semoga kedepannya asosiasi BPD ini semakin besar serta solid terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota BPD,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Razak juga meminta doa dan dukungan dari rekan-rekan BPD se-Kabupaten Konawe Selatan karena dirinya maju sebagai Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) Dapil IV dalam Pemilu serentak tahun 2024.

“Saya juga meminta restu dan dukungan dari rekan-rekan BPD karena saya maju sebagai Calon Anggota DPRD Kabupaten Konsel dari Partai Buruh. Jika terpilih nanti, saya akan perjuangkan hak dan kesejahteraan anggota BPD. Kalau bukan dari mantan pengurus BPD, lalu siapa lagi yang akan peduli dengan perjuangan kita,” imbuhnya.

Berikut Susunan Pengurus Asosiasi BPD Kabupaten Konsel Masa Kerja 2023-2029.

Ketua : Indra Mahmud, SE
Wakil Ketua : Drs Yusman
Sekretaris : Muh Tomin Landema
Bendahara : Liswanti, S.Pd

Kordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan (SDM) : Yotam Boby, S.Pd., M.Pd
Kordinator Bidang Advokasi dan Hukum : Aminudin, S.H., M.H
Kordinator Bidang Hubungan Masyarakat : Agus Muhaimin
Kordinator Bidang Pemerintahan Desa : Faisal Arianto
Kordinator Bidang Pembangunan : Muhlis, S.Pd., M.Pd
Kordinator Bidang Perempuan : Ratna Letifa Elisabeth

(Redaksi/Agus)

Warga Desa Lalonggombu Keluhkan Serbuan Lalat dan Bau Tak Sedap Dampak dari Usaha Ayam Potong

0

Salah satu kandang ayam potong di Desa Lalonggombu 

 

LS, Konsel – Warga di Desa Lalonggombu, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), merasa resah dengan adanya usaha ayam potong di daerah tersebut.

Sebab, setelah munculnya usaha ayam potong di dekat permukiman itu memberikan dampak bau tidak sedap dan serbuan lalat sehingga membuat masyarakat di Desa Lalonggombu merasa tidak nyaman.

Parahnya lagi, dua dari tiga pengusaha ayam potong tersebut tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat saat akan mendirikan usaha ayam potong dan tidak memiliki izin dari instansi terkait.

Selain itu, para pengusaha ayam potong ini tidak melakukan pencegahan secara berkala terhadap dampak yang ditimbulkan dari usahanya, terutama serbuan lalat yang meresahkan masyarakat di sekitarnya.

Tampak kerumunan lalat yang cukup banyak dampak dari usaha ayam potong di Desa Lalonggombu

 

Salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari kandang ayam potong mengaku sangat terganggu sekali dengan dampak yang ditimbulkan dari usaha ayam potong tersebut.

“Kami merasa tidak nyaman sekarang karena setiap hari kami terkadang menghirup bau tak sedap dan dikerumuni lalat, mau makan saja langsung diserbu lalat,” sebut salah satu warga Desa Lalonggombu ketika ditemui dirumahnya, Kamis (25/5/2023).

“Yang punya kandang juga tidak pernah menemui warga untuk sosialisasi atau memberikan bantuan racun lalat,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Iswan warga Desa Lalonggombu lainnya. Rumahnya yang berada di jalan poros Desa Lalonggombu itu selalu penuh dengan lalat, apalagi ia memiliki anak yang masih kecil-kecil sehingga dikhawatirkan rentan terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh keberadaan lalat-lalat menjijikkan itu.

“Kami setiap hari harus memasang perangkap lalat untuk mengurangi serbuan lalat dan ini kami beli sendiri. Yang punya usaha ayam potong tidak pernah memberikan kami bantuan racun atau perangkap lalat,” ucap Iswan.

“Dan apabila tidak ada tanggapan pemerintah untuk menutup usaha ayam potong itu maka saya pastikan akan melakukan gerakan bersama warga untuk menutup ketiga kandang ayam tersebut yang sangat berdampak terhadap kesehatan keluarga kami,” tegasnya.

Dari pantauan langsung tim media ini di lapangan, terdapat 3 kandang ayam potong berkapasitas ribuan ekor ayam milik tiga orang yang berbeda. Kandang yang pertama kali berdiri adalah milik keluarga Bambang Sudibyo, warga Desa Andoolo Utama, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan.

Bambang Sudibyo memulai usaha ayam potong sejak tahun 2021 dan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum mendirikan kandang ayam potong. Bahkan usahanya telah memiliki izin dari Pemerintah Desa Lalonggombu serta izin dari Dinas PTSP Kabupaten Konsel.

“Dulu kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahkan kami undang juga pemerintah desa. Dan selama setahun kami dirikan usaha ayam potong ini Alhamdulillah tidak ada keluhan dari masyarakat,” ucap Bambang yang ditemani istrinya ketika ditemui dirumahnya.

“Kami juga sering memberikan racun lalat kepada masyarakat sekitar. Selain itu kandang kami juga selalu dibersihkan sehingga tidak menimbulkan bau ataupun lalat,” imbuhnya.

Sedangkan dua kandang lainnya yakni milik Mujiono dan Keye. Saat kami temui di kediamannya, Keye mengaku belum lama mendirikan usaha ayam potong tersebut. Ia ikut-ikutan Mujiono membuat usaha ayam potong setelah melihat keberhasilan rekannya dalam berbisnis ayam potong.

“Belum lama usaha ini, ada sekitar satu tahun. Ini kami bermitra dengan perusahaan, jadi mulai bibit, pakan dan penjualannya perusahaan yang tanggung, kami hanya siapkan kandang dan pemeliharaannya saja,” ucap Keye.

Saat ditanyakan terkait izin usaha dan penanganan dampak lalat yang meresahkan warga, Keye hanya bisa mengarahkan untuk menemui atau menanyakan langsung kepada Mujiono.

“Saya tidak tau apa-apa, semua yang urus pak Mujiono, jadi sebaiknya tanyakan ke pak Mujiono langsung,” sebutnya.

Mujiono sendiri saat ini sedang berada di Kabupaten Konawe Utara sehingga hanya bisa dilakukan wawancara melalui sambungan telepon seluler. Ia mengaku belum lama mendirikan kandang ayam potong tersebut dan tidak dapat memberikan keterangan lebih banyak terkait izin dan dampak dari usahanya.

Ketua RT 08 Dusun IV Desa Lalonggombu Buang Mustarom mengakui pernah ditemui oleh Bambang dan istrinya untuk sosialisasi mendirikan usaha ayam potong. Ia bersama masyarakat di lingkungannya mengikuti sosialisasi tersebut.

“Ya pernah dulu sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan oleh pak Bambang, bahkan dihadiri oleh kepala desa dan perangkat lainnya. Kalau yang 2 orang pengusaha ini belum pernah sosialisasi sampai saat ini,” ucapnya.

Berdasarkan penelusuran tim serta melihat dampak yang ditimbulkan usaha ayam potong ini sehingga dinas terkait dalam hal ini Dinas Perizinan, Dinas Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan tidak boleh tutup mata dan perlu melakukan sidak serta kunjungan langsung ke kandang ayam potong tersebut.

Jika ditemukan pelanggaran dan lebih banyak dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat, maka usaha tersebut sudah sepatutnya untuk dilakukan penutupan sehingga tidak lagi membuat resah masyarakat bahkan hingga memakan korban dengan adanya penyakit yang dibawa oleh lalat.

Laporan : Tim