Beranda blog

LAPaK Soroti Dugaan Komersialisasi Air Bersih di Kabaena, Desak Pemda Bombana Bertindak

0

Foto istimewa: Pemrin, SH. ketua LAPAK SULTRA

BOMBANA – lintangsultra.com — Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAPaK) menyoroti dugaan praktik komersialisasi air bersih yang diduga dilakukan oleh Yayasan Darul Azhar di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana. Dugaan tersebut dinilai berpotensi merugikan masyarakat karena menyangkut kebutuhan dasar warga.

Sorotan itu disampaikan langsung oleh pimpinan LAPaK, Pemrin, SH, yang menilai Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana terkesan tutup mata dan belum mengambil langkah tegas terhadap persoalan tersebut.

Menurut Pemrin, air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang seharusnya dikelola untuk kepentingan publik, bukan dijadikan sarana mencari keuntungan secara tidak wajar, terlebih apabila pengelolaannya tidak memiliki dasar regulasi yang jelas.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengelolaan sumber air dilakukan sesuai aturan dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat luas.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar masyarakat. Pemerintah daerah tidak boleh diam apabila terdapat dugaan komersialisasi yang berpotensi membebani warga. Kami meminta Pemda Bombana segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” ungkap Pemrin, Kamis (14/5/2026).

LAPaK juga mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera melakukan investigasi terhadap dugaan praktik tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Pulau Kabaena.

Selain itu, LAPaK meminta adanya transparansi dalam pengelolaan sumber air bersih, termasuk terkait legalitas pengelolaan dan mekanisme distribusi air yang dilakukan oleh pihak yayasan.

“Kami mendesak adanya transparansi pengelolaan sumber air bersih, termasuk legalitas dan mekanisme distribusi yang dilakukan pihak yayasan,” tegasnya.

Pemrin menambahkan, apabila dugaan komersialisasi tersebut terbukti, maka pemerintah harus segera mengambil langkah tegas demi melindungi hak masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih yang layak dan terjangkau.

Menurutnya, persoalan air bersih bukan hanya menyangkut pelayanan publik, tetapi juga menyangkut kesejahteraan dan kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari, khususnya warga di wilayah kepulauan seperti Kabaena yang sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.

LAPaK menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kejelasan dan tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
(Red/LS)

Busana Adat Tolaki Warnai Kehadiran Bupati Konsel di HUT Kota Kendari ke-195

0

KENDARI – lintangsultra.com Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari yang digelar di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kendari, Sabtu (9/5/2026).

Kehadiran Bupati dan Ketua TP-PKK Konawe Selatan menjadi perhatian dalam prosesi upacara tersebut. Keduanya tampil mengenakan busana adat Tolaki bernuansa ungu dengan sentuhan warna burgundi yang elegan, mencerminkan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara.

Bupati Irham Kalenggo tampak gagah dan berwibawa dalam balutan pakaian adat, sementara Nurlita Jaya AS tampil anggun dan menawan. Penampilan keduanya turut memperkuat nuansa budaya dalam perayaan hari jadi Kota Kendari tahun ini.

Peringatan HUT Kota Kendari ke-195 mengusung semangat kebersamaan, pembangunan, dan pelestarian budaya daerah. Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang Kota Kendari sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara.

Seiring perkembangan zaman, Kota Kendari terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur perkotaan, peningkatan pelayanan publik, pengembangan kawasan ekonomi, hingga penguatan identitas budaya dan sektor pariwisata daerah.

Di usia ke-195, Kota Kendari diharapkan semakin maju dan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan daerah.

Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi Kota Kendari serta berharap sinergi antarwilayah di Sulawesi Tenggara terus terjalin guna mendukung pembangunan kawasan yang harmonis dan berkelanjutan.

“Selamat Hari Ulang Tahun Kota Kendari ke-195. Semoga Kota Kendari semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan terus menjadi pusat pertumbuhan serta kebanggaan Sulawesi Tenggara,” ujar Irham Kalenggo.

Upacara HUT Kota Kendari ke-195 turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah se-Sulawesi Tenggara, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang memadati kawasan Kantor Wali Kota Kendari.

Red/LS

 

Wakil bupati Konsel Hadiri Malam Puncak HUT ke-195 Kota Kendari, Tegaskan Sinergi Pembangunan dan Harmoni Budaya

0

 

KENDARI – lintangsultra.com Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, SH., menghadiri malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari yang berlangsung di Alun-Alun Eks MTQ Kota Kendari, Sabtu malam (10/5/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Konawe Selatan bersama Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Konawe Selatan, drg. Rizki Rahmadani, menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terhadap perjalanan pembangunan Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam kegiatan tersebut, keduanya tampil mengenakan busana tenun khas Tolaki sebagai simbol pelestarian budaya lokal sekaligus bentuk promosi kekayaan budaya daerah kepada para delegasi dan tamu undangan internasional yang hadir pada rangkaian kegiatan Asia Pacific UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari.

Penggunaan tenun khas Tolaki mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan dan modernisasi daerah. Selain itu, momentum HUT Kota Kendari juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan warisan budaya Sulawesi Tenggara kepada masyarakat luas dan tamu mancanegara.

Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, mengatakan hubungan antara Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari memiliki keterkaitan yang erat, baik dari sisi geografis maupun aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

“Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Kedekatan geografis ini menjadi potensi besar untuk terus memperkuat sinergi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kedua daerah,” ujarnya.

Menurutnya, konektivitas antarwilayah tersebut turut memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat, perdagangan, sektor jasa, hingga pengembangan pariwisata dan investasi di Sulawesi Tenggara.

Malam puncak HUT ke-195 Kota Kendari berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni budaya dan hiburan rakyat. Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah se-Sulawesi Tenggara, delegasi internasional UCLG ASPAC, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati kawasan Alun-Alun Eks MTQ Kota Kendari.
(Red/LS)

Dinsos Konsel Bergerak Cepat Tangani Bencana di Kolono Timur, Puluhan KK Terdampak

0

KONAWE SELATAN – Lintangsultra.com – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui Dinas Sosial bergerak cepat merespons bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kolono Timur, Minggu (10/5/2026).

Melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Dinsos Konsel menerima laporan dari Tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) adanya dampak kerusakan yang dialami masyarakat di beberapa wilayah terdampak.

Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Konsel, Rustamin mengatakan, bencana tersebut berdampak terhadap puluhan kepala keluarga (KK), khususnya di Desa Puosu Jaya, Kecamatan Kolono Timur.

“Untuk Desa Puosu Jaya, warga terdampak kurang lebih sebanyak 50 kepala keluarga,” ujar Rustamin saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2026).

Selain Desa Puosu Jaya, kerusakan juga terjadi di Desa Ulinese dan Desa Amolengu. Dampak terparah dialami sektor perkebunan masyarakat akibat rusaknya bibit kelapa siap jual milik warga.

Menurut Rustamin, sedikitnya sekitar 60 ribu bibit kelapa siap jual mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Kerugian yang dialami masyarakat diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, dengan jumlah warga terdampak sekitar 60 KK.

“Di Desa Ulinese dan Desa Amolengu, masyarakat mengalami kerugian kurang lebih 60 ribu bibit kelapa siap jual. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Menindaklanjuti kondisi itu, Dinas Sosial Konsel langsung mengambil langkah cepat penanganan darurat. Kepala Dinas Sosial, lanjut Rustamin, telah memerintahkan tim untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan pendataan dan asesmen.

“Kadis memerintahkan kami untuk segera menuju lokasi kejadian guna melakukan identifikasi jumlah warga terdampak serta melaksanakan kaji cepat terkait tingkat kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya melakukan pendataan, Dinsos Konsel juga memastikan bantuan kebutuhan dasar segera disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.

“InsyaAllah hari Senin besok, Dinas Sosial akan turun langsung membagikan pemenuhan kebutuhan dasar berupa sembako kepada masyarakat terdampak,” tutup Rustamin.

KAPITAN Sultra Soroti Dugaan Pelanggaran PT WIN di Konawe Selatan, Minta Pengawasan Diperketat

0

KENDARI – lintangasultra.com Aktivitas pertambangan di Kabupaten Konawe Selatan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Koalisi Aktivis Pemerhati Lingkungan dan Pertambangan Sulawesi Tenggara (KAPITAN Sultra) menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di wilayah Desa Torobulu, Kecamatan Laeya.

Direktur KAPITAN Sultra, Asrul Rahmani, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada Selasa (5/5/2026), ditemukan sejumlah indikasi persoalan dalam aktivitas pertambangan perusahaan tersebut.

Menurut Asrul, dugaan pelanggaran yang dimaksud antara lain aktivitas pertambangan yang dinilai terlalu dekat dengan pemukiman warga, serta indikasi ketidaksesuaian antara dokumen lingkungan dan kondisi di lapangan. Selain itu, pihaknya juga menyoroti dugaan aktivitas produksi yang tetap berjalan meskipun belum mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

“Kami menemukan adanya indikasi kegiatan produksi yang masih berlangsung, padahal pengajuan RKAB perusahaan disebut telah ditolak oleh Kementerian ESDM pada April 2026,” ujar Asrul.

Ia menambahkan, jika informasi tersebut benar, maka aktivitas operasional perusahaan berpotensi tidak memiliki dasar hukum yang sah dan perlu segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

KAPITAN Sultra juga menilai pengawasan dari pihak berwenang, seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe Selatan dan Inspektur Tambang wilayah Sulawesi Tenggara, perlu diperkuat guna memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi.

Sebagai bentuk tindak lanjut, KAPITAN Sultra mendesak agar dilakukan penghentian sementara aktivitas operasional hingga seluruh perizinan dipastikan sesuai ketentuan. Selain itu, mereka juga meminta dilakukan audit lingkungan secara menyeluruh serta penelusuran terhadap dugaan pelanggaran yang berpotensi masuk ranah hukum.

“Kami berharap ada langkah tegas dan transparan dari pihak berwenang agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi kepada instansi terkait juga masih terus dilakukan.

KAPITAN Sultra menyatakan tengah mengumpulkan data tambahan untuk selanjutnya dilaporkan secara resmi kepada pihak berwenang, guna memastikan penanganan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berita ini akan diperbarui seiring adanya perkembangan dan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.

Red: Ja.Asbara

Wabup Konsel Hadiri FGD OJK di Makassar, Paparkan Strategi Pengembangan Kakao

0

KONAWE SELATAN – Lintangsultra.com – Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Konawe Selatan, Andoolo, Rabu (6/5/2026).

Rakor ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri, Dandim, jajaran Polres Konawe Selatan, perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pusat Statistik (BPS), serta seluruh kepala OPD dan camat se-Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan juga terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari sinergi pengendalian inflasi yang terintegrasi dengan pemerintah pusat dan daerah lainnya.

Rakor TPID digelar sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Adha yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dalam arahannya, Bupati Irham Kalenggo menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.

“Pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha hingga masyarakat,” tegasnya.

Berbagai langkah konkret dibahas dalam rakor tersebut, meliputi upaya menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi barang, hingga penguatan komunikasi publik sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam penegakan hukum serta penyelamatan aset daerah. Salah satunya diberikan kepada Jaksa Pengacara Negara pada Kejaksaan Negeri Konawe Selatan atas peran aktif dalam bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta pemulihan keuangan dan aset daerah.

Penyerahan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dukungan lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk di bidang ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

Melalui Rakor TPID ini, pemerintah daerah berharap dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur dalam mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah menuju Konawe Selatan yang sehat, cerdas, dan sejahtera

 

(Red-LS)

Bupati Konsel Pimpin Rakor TPID 2026, Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha

0

 

KONAWE SELATAN – Lintangsultra.com – Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Konawe Selatan, Andoolo, Rabu (6/5/2026).

Rakor ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri, Dandim, jajaran Polres Konawe Selatan, perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pusat Statistik (BPS), serta seluruh kepala OPD dan camat se-Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan juga terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari sinergi pengendalian inflasi yang terintegrasi dengan pemerintah pusat dan daerah lainnya.

Rakor TPID digelar sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Adha yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dalam arahannya, Bupati Irham Kalenggo menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.

“Pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha hingga masyarakat,” tegasnya.

Berbagai langkah konkret dibahas dalam rakor tersebut, meliputi upaya menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi barang, hingga penguatan komunikasi publik sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam penegakan hukum serta penyelamatan aset daerah. Salah satunya diberikan kepada Jaksa Pengacara Negara pada Kejaksaan Negeri Konawe Selatan atas peran aktif dalam bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta pemulihan keuangan dan aset daerah.

Penyerahan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dukungan lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk di bidang ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

Melalui Rakor TPID ini, pemerintah daerah berharap dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur dalam mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah menuju Konawe Selatan yang sehat, cerdas, dan sejahtera

(Red-LS)

Kawal Aspirasi Rakyat, Bupati Konsel Perjuangkan Infrastruktur Strategis di Musrenbang Provinsi Sultra 2026

0

KOLAKA – lintangsultra.com — Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo, menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur strategis. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadirannya dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Kolaka.

Irham bertolak menuju Kolaka pada Senin (4/5/2026) untuk menghadiri forum strategis yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/5/2026).

Musrenbang tingkat provinsi ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Dalam keterangannya di sela perjalanan, Irham menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan membawa mandat langsung dari masyarakat Konawe Selatan, terutama terkait kebutuhan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.

“Kami mengapresiasi komitmen Bapak Gubernur yang telah menyatakan akan memperbaiki infrastruktur di jalur poros Tinanggea–Lalembuu hingga perbatasan Lambandia, Kolaka Timur. Namun masih ada sekitar 5 kilometer yang belum teraspal, dan ini akan kami perjuangkan agar segera dituntaskan,” ujar Irham.

Selain ruas tersebut, sejumlah infrastruktur jalan strategis lainnya juga menjadi prioritas usulan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, di antaranya ruas Motaha–batas Kabupaten Konawe, poros Andoolo–Tinanggea yang masih menyisakan sekitar 3 kilometer belum teraspal, serta poros Punggaluku–Andoolo.

Irham menargetkan penanganan ruas-ruas dengan skala kecil dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026. Sementara untuk proyek dengan skala besar, diharapkan dapat masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2027.

Tak hanya fokus pada pembangunan jalan, Irham juga menyoroti pentingnya perbaikan sarana irigasi guna mendukung sektor pertanian. Sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Tenggara, Konawe Selatan membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai untuk menjaga stabilitas produksi pertanian.

“Perbaikan bendungan, jembatan, hingga saluran irigasi untuk persawahan di Konawe Selatan menjadi bagian penting yang akan kami suarakan dalam Musrenbang ini,” tegasnya.

Ia berharap seluruh usulan yang diajukan dapat diakomodasi oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat demi mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur di wilayah Konawe Selatan.

“Saya mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Konawe Selatan. Semoga perjuangan ini membuahkan hasil maksimal dan segera terealisasi demi kesejahteraan bersama. Salam sehat untuk kita semua, Salam Setara,” pungkasnya.

Redaksi: LS

Bupati Irham Resmi Buka Kemah Akbar Pramuka Konsel, Perkuat Karakter Generasi Muda

0

KONAWE SELATAN – lintangsultra.com Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, secara resmi membuka Perkemahan Akbar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Indonesia Konawe Selatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Konawe Selatan dan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Andoolo, Jumat (30/4/2026).

Perkemahan akbar tersebut menjadi momentum terpadu antara peringatan hari jadi daerah dengan penguatan nilai-nilai pendidikan karakter bagi generasi muda melalui gerakan kepramukaan.

Dalam sambutannya, Irham menegaskan bahwa kegiatan Kemah Akbar bukan sekadar seremonial, melainkan sarana pembentukan karakter dan miniatur kehidupan bermasyarakat.

“Kemah Akbar ini bukan sekadar rutinitas mendirikan tenda dan menyalakan api unggun. Lebih dari itu, ini adalah miniatur kehidupan bermasyarakat. Di sini adik-adik dilatih mandiri, bergotong royong, menyelesaikan masalah, dan merawat persaudaraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, di mana pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Lebih lanjut, Irham menyampaikan bahwa di usia ke-23, Konawe Selatan terus berakselerasi mewujudkan visi pembangunan daerah SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera). Dalam konteks tersebut, Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis.

“Melalui kegiatan kepramukaan di alam terbuka, kita membentuk generasi yang sehat secara fisik dan mental. Pramuka juga mengajarkan kecerdasan emosional, sosial, serta kemampuan bertahan hidup,” jelasnya.

Ia juga berharap Kwartir Cabang Pramuka Konawe Selatan dapat menjadi wadah pembinaan sumber daya manusia yang tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas.

“Jadikanlah Pramuka sebagai kawah candradimuka untuk mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Kepada para pembina dan pelatih, Irham berpesan agar mendidik peserta dengan penuh keteladanan, sementara kepada peserta ia mengajak untuk mengikuti kegiatan dengan disiplin dan semangat.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Bupati Irham dengan ucapan.

“Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Kemah Akbar dalam rangka HUT ke-23 Konawe Selatan dan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Selatan, Saiful Akbar Kalenggo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka HUT daerah.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pendidikan kepramukaan yang sehat, menarik, terarah, dan terencana di alam terbuka guna membentuk generasi yang bertanggung jawab dan berkarakter.

Perkemahan ini berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Andoolo, dengan melibatkan peserta dari gugus depan tingkat SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA se-Konawe Selatan. Beragam kegiatan digelar, mulai dari teknik kepramukaan, bakti sosial, survival, hingga kegiatan persaudaraan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta BPBD.

Selain itu, panitia berharap adanya dukungan pemerintah daerah untuk mengirimkan peserta pada Jambore Nasional 2026 yang akan digelar pada 14–21 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Irham Kalenggo bersama Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran serta Ketua Kwartir Cabang Pramuka Konawe Selatan Budi Silondae juga menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nasional Pramuka dari pusat sebagai bentuk penguatan kelembagaan Gerakan Pramuka di daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pembina Pramuka, serta ratusan peserta dari berbagai sekolah di Konawe Selatan.

Redaksi:LS

Dukung Swasembada Pangan, Pemda Konsel Serahkan 4 Combine Harvester ke Brigade Pangan

0

KONAWE SELATAN — lintangsultra.com Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program cetak sawah dan percepatan swasembada pangan nasional melalui penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan), Jumat (1/5/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, didampingi Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran, di halaman Rumah Jabatan Bupati.

Sebanyak 4 unit combine harvester diserahkan kepada brigade pangan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Palangga, Buke, Konda, dan Tinanggea. Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan alat pertanian lain berupa sprayer kepada kelompok tani.

Bupati Irham Kalenggo dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan brigade pangan di Konawe Selatan masih perlu ditambah guna mengoptimalkan potensi pertanian yang luas.

“Jumlah brigade pangan di Konsel masih perlu kita tambah, mengingat luas wilayah dan areal persawahan yang cukup besar. Dalam waktu dekat, kita akan kembali mengusulkan penambahan ke Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program cetak sawah menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan. Dari alokasi awal pemerintah pusat sebesar 130 ribu hektare, realisasi di Konawe Selatan saat ini baru mencapai sekitar 1.700 hektare.

“Ini tentu belum maksimal. Karena itu, kami kembali mengusulkan tambahan agar program ini bisa lebih optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irham mengungkapkan bahwa Konawe Selatan kembali mendapatkan peluang tambahan cetak sawah seluas 2.500 hektare.

“Hari ini kita diberikan lagi ruang untuk cetak sawah sebesar 2.500 hektare. Ini akan meningkatkan produktivitas dan produksi padi kita ke depan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Kementerian Pertanian atas dukungan terhadap sektor pertanian daerah.

Selain itu, Bupati Irham menekankan pentingnya perawatan alsintan oleh masyarakat sebagai pengguna.

“Kami berharap alat ini dijaga dengan baik. Jika ada kendala, pemerintah daerah siap melakukan intervensi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan. Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram memberikan dampak positif bagi petani, meski tetap perlu diimbangi dengan pengendalian harga beras di pasaran.

“Petani kita terbantu dengan kenaikan harga gabah, namun kita juga harus menjaga agar harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Konawe Selatan, Syamsul, menjelaskan bahwa bantuan alsintan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rangka percepatan swasembada pangan nasional.

“Bantuan ini mencakup berbagai alsintan seperti combine harvester, reaper, traktor roda dua, dan sprayer yang disalurkan melalui pemerintah daerah kepada petani dan kelembagaan pangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme penyaluran dilakukan secara berjenjang dari pemerintah pusat ke daerah, kemudian diserahkan kepada kelompok penerima manfaat, termasuk brigade pangan.

“Penyerahan 4 unit combine harvester ini diharapkan dapat mempercepat proses panen, meningkatkan efisiensi, serta mendukung program cetak sawah di Konawe Selatan,” tambahnya.

Dengan dukungan alsintan dan perluasan lahan pertanian, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan optimistis mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju swasembada.

Redaksi: LS