LS, Konsel – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Konsorsium Pekerja Lingkar Tambang Bersatu (KPLT-B) geruduk kantor PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Jumat (16/6/2023).
Aksi demonstrasi tersebut digelar untuk menuntut pertanggung jawaban pihak PT WIN yang telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak kepada beberapa karyawannya.
Massa aksi yang dipimpin langsung oleh Jenderal Lapangan Sarwan menyampaikan berbagai tuntutan karyawan PT WIN yang masih aktif maupun yang sudah di PHK oleh perusahaan.
Sarwan dalam orasinya mengatakan ada beberapa substansi tuntutan yang disuarakan yakni terkait pesangon, gaji di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), kelebihan jam kerja, cuti, BPJS Ketenagakerjaan dan THR.
“Ini merupakan tuntutan dari 8 tenaga kerja yang di PHK sepihak dengan alasan efisiensi, disisi lain puluhan karyawan aktif juga meminta PT WIN membayar kekurangan gaji yakni pemberian upah di bawah UMP selama bertahun-tahun bekerja,” ucap Sarwan yang juga Ketua Umum SBSI Kabupaten Konsel.
Sarwan juga menyesalkan PT. WIN selama beroperasi tidak mengikuti prosedur hukum yang berlaku hingga berujung meniadakan hak-hak karyawan dan bahkan merugikan karyawan selama bertahun-tahun.
“Kita paham bersama penetapan UMP dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Rp. 2.758.000., namun ironinya PT. WIN mengupah karyawan hanya sebesar Rp. 1.000.000.,- itu tidak sesuai dengan Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 tahun 2013, Undang-undang Nomor 13 tahun 2013, PP Nomor 36 tahun 2021, dan Undang-undang Cipta kerja No 11 tahun 2020,” jelas Sarwan.
“Bahkan ada karyawan mengalami insiden kecelakan kerja tiba-tiba di PHK tanpa santunan. Karyawan yang bekerja 3 tahun upah yang diterima hanya 2 tahun masa kerja dan tidak ada penerapan K3. PT WIN juga mempekerjakan karyawan selama bertahun-tahun tanpa kontrak kerja dan PT. WIN ini tidak mau membayar komponen hak-hak tenaga kerja yang sudah di PHK sesuai Undang-undang,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Koordinator Lapangan Aksi Pemrin menegaskan jika perusahaan tidak segera mengambil langkah untuk memenuhi tuntutan pekerja, maka pihak pekerja akan melakukan aksi mogok kerja.
“Jika tuntutan ini tidak dipenuhi maka karyawan akan melakukan mogok kerja secara terus menerus dan memboikot segala aktivitas perusahaan,” tegasnya.
LS, Konsel – Kepolisian Resort (Polres) Konawe Selatan (Konsel) melakukan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama (PJU) lingkup Polres Konsel.
Sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Konsel AKBP Wisnu Wibowo, SH, SIK, M.Si., dan dihadiri oleh Wakapolres Konsel Kompol Syahrial, Pejabat Utama Polres Konawe Selatan, para Kapolsek jajaran Polres Konsel dan pengurus Bhayangkari Cabang Konsel, bertempat di lapangan Apel Polres Konsel, Kamis (16/6/2023).
Adapun pejabat Polres Konsel yang melaksanakan serah terima jabatan yakni Kasat Lantas IPTU Abdul Azis Husein Lubis, STK, SIK, MH yang diserah terimakan kepada pejabat baru IPTU Erwan Marchdonida, S.Trk. MH yang sebelumnya menjabat Kapolsek Moramo Utara, sedangkan IPTU Abdul Azis Husein Lubis menduduki jabatan baru sebagai Kapolsek Ranomeeto jajaran Polresta Kendari.
Kapolsek Lainea AKP Pradifta Dhanan Jaya Pangihutan, SIK bergeser di Polresta Kendari sebagai Kasat Intelkam dan jabatan Kapolsek Lainea diisi oleh IPTU Ridlo Muzayyin Sih Basuki, S.Trk yang sebelummya menjabat Kapolsek Lantari Jaya Polres Bombana.
Kapolsek Moramo Utara diganti oleh IPDA Agus Salim, SH yang sebelumnya bertugas di Direktorat Intelkam Polda Sultra.
Kapolsek Andoolo AKP Juwanto, SH bergeser di Polres Buton Utara menduduki jabatan baru sebagai Kasat Reskrim dan jabatan Kapolsek Andoolo digantikan oleh IPTU Saidil Umar yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Andoolo.
Kapolsek Basala IPTU Askar, SH bergeser di Polres Bombana menjabat Kapolsek Poleang dan jabatan lamanya digantikan oleh IPDA Muhamad Saleh, SH mantan Kasipropam Polres Bombana.
Kapolsek Watumeeto IPDA Basri digantikan oleh IPDA Andi Abdul Gafur, S.Si yang sebelumnya bertugas di Dit Narkoba Polda Sultra.
Dalam sambutannya, Kapolres Konsel AKBP Wisnu Wibowo mengatakan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, baik pertanggung jawaban kepada Dinas Kepolisian terlebih lagi pertanggung jawaban kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Mutasi jabatan dalam lingkungan kepolisian adalah sesuatu yang wajar sebagai bentuk peningkatan karir di jajaran kepolisian,” ucapnya.
LS, Kendari – Sekelompok massa aksi yang menggelar unjuk rasa di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga memblokir jalan di pertigaan Universitas Halu Oleo (UHO) terpaksa dibubarkan oleh aparat kepolisian, Senin (12/6/2023).
Pasalnya, unjuk rasa yang berawal kondusif itu berakhir ricuh karena adanya penyusup hingga mengganggu ketertiban umum dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang panjang.
Hal itu dikatakan oleh Kapolresta Kendari Kombes Pol Muh. Eka Faturrahman. Eka menyebut keputusan untuk membubarkan massa aksi sesuai dengan ketentuan, sebab aksi tersebut mengganggu ketertiban umum dan aktivitas masyarakat.
“Kami terpaksa tindak tegas membubarkan massa karena sudah menimbulkan kemacetan panjang akibat memblokade jalan. Tindakan kami ini sudah sesuai dengan ketentuan,” kata Eka.
Selain itu, Eka menyebut aksi demontrasi yang digelar disusupi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadi keributan.
“Kami identifikasi pecahnya aksi demo ini karena adanya penyusup di dalamnya yang sengaja ingin membenturkan massa dengan aparat kepolisian,” ungkapnya.
“Kami sudah imbau, silahkan menyampaikan aspirasi dan mengemukakan pendapat dengan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Namun imbauan kami tidak diindahkan,” lanjutnya.
Mantan Direktur Narkoba Polda Sultra itu juga mengungkapkan, terkait adanya tudingan aparat kepolisian melakukan tindakan represif dan menyerang lingkungan kampus tidak benar.
“Kami tegaskan tidak ada penyerangan lingkungan kampus. Yang ada justru personel kepolisian yang melakukan pengamanan mendapat serangan dari dalam kampus oleh sekelompok orang yang memakai topeng,” tegasnya.
Untuk itu, Eka mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya isu hoaks yang dapat memicu terjadinya gangguan keamanan di Kota Kendari.
“Kami harap masyarakat tidak terpancing terhadap isu yang ingin mencoba menggiring aksi unras siang tadi ke arah negatif. Kita minta seluruh masyarakat menahan diri,” tutupnya
LS, Kendari – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan mensosialisasikan pengembangan karbon kepada pengusaha di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Melalui Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kadin Indonesia Silverius Oscar Unggul menyampaikan sosialisasi seusai mengikuti diskusi Potensi Komoditas Hutan dan Multi Usaha Kehutanan bersama Kadin Sultra bertempat di Aula Kadin Sultra, Jalan Brigjen Yoenoes Madjid Kendari, Jumat (9/6/2023).
Silverius Oscar Unggul mengatakan bahwa karbon saat ini regulasinya masih disusun oleh pemerintah Indonesia dan rencananya bulan Juni ini sudah keluar dan bulan September sudah diperdagangkan.
“Kami kesini ingin menyampaikan peluang-peluang kepada teman-teman Kadin di Sulawesi Tenggara terkait bisnis karbon ini, karena bisnis ini akan menjadi salah satu bisnis yang paling valuable (berharga) dan bagus dikembangkan ke depannya, oleh karena itu Kadin Indonesia menyampaikan peluang ini agar bisa diantisipasi oleh pengusaha di Sulawesi Tenggara,” ucapnya.
Kebetulan, kata Silverius, saat ini pemerintah Indonesia lewat Undang-undang Cipta Kerja, izin di sektor kehutanan sudah menjadi satu.
“Saat ini pemerintah melalui undang-undang Cipta Kerja, izin di sekitar kehutanan sudah disatukan, satu izin di sektor kehutanan bisa semua bisnis, kalau dulu kan hanya satu, sekarang bisa semua bisnis (Multi Usaha Kehutanan), jadi termasuk didalamnya kayu agroforestri (tanaman pertanian) terus instrumental service, itu bisa air bisa karbon, walaupun bisnis karbon,” jelasnya.
“Bisnis karbon ini sayang sekali kalau dilewatkan. Para pengusaha di Sulawesi Tenggara harus bisa memaksimalkan peluang bisnis ini, karena ini peluang besar bagi para pengusaha,” imbuhnya.
Untuk saat ini, tata laksana penjualan di bisnis karbon masih berproses. Kita berharap kepada Presiden Joko Widodo agar secepatnya mengeluarkan regulasinya, karena sebelumnya sudah sempat disampaikan di bulan Juni ini dikeluarkan, sebab di bulan September nanti karbon ini sudah diperdagangkan di bursa.
“Kadin juga membahas masalah regeneratif produk mengingat semua brand-brand besar di dunia mau dapat bahan baku yang baik, yang non kimia. Nah kita tau salah satu yang dibutuhkan oleh dunia sekarang ini adalah kakao, dan Sulawesi Tenggara dulunya adalah top ekspor atau penghasil kakao. Nah saatnya sekarang untuk merevitalisasi kakao karena tidak semua daerah yang bisa menanam kakao dan nantinya dunia membutuhkan kakao yang unggul dan berkualitas,” tutupnya.
LS, KENDARI – Pengurus Pimpinan Pusat Forum Kiai Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat kerja lanjutan, bertempat di Jalan Teratai, Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Rabu (14/6/2023).
Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Forum Kiai Sultra K. Nurkholis, S.Pd., Sekretaris Jenderal K. Jamhuri Karim, QH., S.Sos.I., KH. Arif Muhammad, M.Pd., K. Kuat Mujabah, S.Ag., dan para pimpinan pondok pesantren serta tokoh ulama lainnya.
Ketua Umum Forum Kiai Sultra K. Nurkholis mengatakan rapat kerja ini merupakan agenda rutin untuk membahas program – program atau agenda organisasi yang akan dilaksanakan kedepannya.
“Dari hasil rapat kali ini disepakati bahwa organisasi Forum Kiai Sultra akan melanjutkan kembali pembentukan pengurus di setiap kabupaten/kota se- Sulawesi Tenggara, setelah sebelumnya di Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka Timur telah terbentuk kepengurusannya,” ucapnya.
Selain pembentukan pengurus di setiap kabupaten/kota, dalam rapat kerja tersebut juga disepakati bahwa Forum Kiai Sultra akan mengadakan kajian atau tabligh akbar yang dilakukan minimal setiap 2 bulan sekali.
“Program baru kami yaitu akan mengadakan kajian atau tabligh akbar minimal 2 bulan sekali dengan tempat pengajian di kabupaten/kota se- Sulawesi Tenggara yang siap untuk menggelar tabligh akbar,” imbuhnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Mincis Kabupaten Kolaka ini menambahkan, dalam rapat kerja tersebut juga dibahas terkait sikap politik Forum Kiai Sultra dalam menghadapi tahun politik jelang Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang.
“Organisasi Forum Kiai Sultra murni sebuah organisasi para ulama sehingga tidak boleh terlibat dalam politik praktis dan tidak boleh mengatasnamakan organisasi atau membawa nama organisasi untuk berpolitik. Silahkan mengambil sikap politik secara individu atau kelompok namun jangan membawa nama organisasi,” ujar Ketua Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Sulawesi Tenggara ini.
“Kami juga akan mengadakan gerakan Kiai Sultra siaga politik yang rahmatan lil ‘alamin karena sebagai ulama harus dapat menciptakan situasi yang nyaman dan membuat umat sejuk dan damai di tengah agenda demokrasi,” tutupnya.
LS, KONSEL – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Adi Jaya Putra, B.Bus., M.Kom., resmi membuka turnamen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Angata Cup I Konsel tahun 2023.
Turut hadir dalam kegiatan Camat Angata Anda Makati, Kapolsek Angata Iptu Ivivin, SH., Ketua DPD II KNPI Konsel Yusran, S.Pd., SH., Ketua LBH HAMI Konsel Samsuddin, SH., CIL., MH., Ketua APDESI Angata Sunandar, S.IP., Kades Puao Sulwan Tawulo serta seluruh peserta turnamen.
Ketua KONI Konsel Adi Jaya Putra dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum turnamen KNPI Angata Cup I Konsel 2023 ini sebagai ajang membangun silahturahmi antar sesama peserta.
“Momentum ini kita jadikan sebagai ajang silahturahmi,” ajak pria yang biasa disapa AJP saat membuka kegiatan turnamen di lapangan sepak bola Desa Puao, Kecamatan Angata, Konsel, Minggu (11/6/2023).
AJP mengaku akan terus memberikan dukungan kepada pemuda-pemuda di Konsel dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga.
“Sebagai Ketua KONI, tentu kita akan selalu support kegiatan- kegiatan pemuda,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD II KNPI Konsel Yusran mengucapkan terima kasih kepada pengurus KNPI Konsel yang telah menggagas kegiatan ini. Senada dengan AJP, dirinya juga mengajak kepada seluruh peserta untuk menjadikan turnamen ini bukan hanya sebagai ajang memperebutkan tropi, akan tetapi menjadikan ajang tersebut sebagai ajang silahturahmi.
“Mari sukseskan kegiatan turnamen KNPI Cup I Konsel ini,” ajaknya.
Menurut Yusran, kegiatan turnamen KNPI ini sebagai patron kegiatan KNPI. Jika kegiatan tersebut sukses terlaksana, kedepannya Yusran berjanji akan menggelar kegiatan dengan skala tingkat kabupaten.
“Mari bersama-sama jaga ketertiban kita bersama, jangan jadikan turnamen ini sebagai ajang permusuhan. Semoga kegiatan ini dapat melahirkan regenerasi atlit dari pemuda yang dapat membawa harum nama Kecamatan Angata,” harapnya.
Camat Angata Anda Makati, juga mengucapkan terima kasih kepada pemuda dan pengurus KNPI yang telah menggagas kegiatan turnamen Angata KNPI Cup I 2023 ini.
“Sebagai Pemerintah Kecamatan tentu kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebab sejak terbentuk KNPI baru kali ini khususnya di Kecamatan Angata diadakan turnamen,” ucapnya.
Camat Angata juga meminta kepada organisasi KNPI untuk terus membangun sinergi antar pemerintah daerah maupun kecamatan untuk bersama-sama membangun daerah dalam kegiatan-kegiatan pemuda yang positif.
“Saya berharap organisasi pemuda KNPI terus membangun sinergi dengan pemerintah dalam peningkatan olahraga di Kabupaten Konsel,” ungkapnya.
Sementara Ketua Panitia Kegiatan Tungga Jaya dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan KNPI Cup I ini diikuti sebanyak 21 tim, yang tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Angata, Benua dan Kecamatan Mowila.
Tungga mengatakan turnamen Angata KNPI Cup I mengangkat tema AJP yang artinya ‘Ayo Jaga Persaudaraan’. Turnamen tersebut bertujuan membangkitkan kembali semangat pemuda yang selama ini vakum, khususnya yang ada di Kecamatan Angata.
“Saya sebagai Ketua Panitia mengucapkan terima ksih kepada Ketua KONI Konsel yang telah mendukung kegiatan ini, saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman panitia dan pengurus KNPI yang telah mensupport kegiatan ini. Apresiasi juga saya sampaikan kepada pihak kepolisian serta seluruh donatur yang telah turut berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan,” ujarnya.
LS, KONSEL – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Konawe Selatan (Konsel) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengungkap tindak pidana dugaan penyalahgunaan narkotika jenis shabu.
Pengungkapan kasus tersebut dilaksanakan di Desa Amotowo dan Desa Langgapu, Kecamatan Landono, Kabupaten Konsel, Senin (5/6/2023) sekitar pukul 06.30 Wita.
Kapolres Konsel AKBP Wisnu Wibowo melalui Kasat Narkoba AKP Sarnunga, SH., menjelaskan dalam mengungkap kasus tersebut pihaknya menangkap 1 orang terduga pelaku KS alias I (25), Warga Kecamatan Landono.
“Barang bukti (BB) yang berhasil kami amankan di TKP pertama di Desa Amotowo yakni 1 paket sabu dengan berat bruto 0.56 gram yang tersimpan di dalam bungkusan plastik bening, 1 pipet, 3 lembar uang pecahan seratus ribuan dan 1 lembar uang pecahan lima puluh ribu rupiah,” jelasnya.
Selanjutnya, di TKP kedua di Desa Langgapu, petugas kembali mengamankan 1 paket diduga Narkotika jenis Shabu dengan berat bruto 0,42 gram, 1 potong pipet boba warna hitam, 2 bungkus sachet kosong, dan 1 unit handphone.
“Pengungkapan kasus ini berawal saat personel Satresnarkoba Polres Konsel menerima informasi dari masyarakat bahwa di Kecamatan Landono kerap terjadi tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis shabu,” ujarnya.
Usai mendapatkan laporan tersebut, kemudian tim melakukan teknik Undercover Buy dan setelah diperoleh barang bukti, maka pada hari Senin (5/6) sekira pukul 06.30 Wita tim langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terduga pelaku di Desa Amotowo dan ditemukan sebanyak 1 paket diduga narkotika jenis shabu dari tangan terduga pelaku.
“Kemudian setelah dilakukan interogasi, Tim Satresnarkoba Polres Konsel melanjutkan pencarian barang bukti di Desa Langgapu dan ditemukan sebanyak 1 paket shabu beserta barang bukti lainnya,” jelas Kasatnarkoba.
“Rencana tindakan lanjutan akan melakukan gelar perkara awal dan melakukan lidik pengembangan, serta akan membawa barang bukti ke Laboratorium Forensik untuk dilakukan pemeriksaan keaslian barang bukti yang diamankan tersebut,” imbuhnya.
Saat ini, terduga pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Rutan Mako Polres Konsel dan untuk sementara terduga pelaku melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
LS, Banyuwangi – Guna mengoptimalkan penggunaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) melakukan studi tiru ke Pemkab Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Senin (5/6/2023).
Studi tiru tersebut dipimpin langsung Bupati H Surunuddin Dangga yang didampingi Sekda Konsel Hj ST. Khadidjah dan diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas beserta jajarannya, bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambanga.
Dalam sambutannya, Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga dalam mengatakan akan terus mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan ke arah yang lebih baik. Salah satu yang didorong adalah mengoptimalkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Seperti yang kita ketahui berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022, Pemkab Banyuwangi ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai peringkat pertama kinerja pemerintah daerah untuk kategori kabupaten,” kata Surunuddin.
Bupati Konsel atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi khususnya Ibu Bupati karena telah menerima kunjungan kerja tersebut.
“Sudah tepat kita studi tiru di Banyuwangi. Terima kasih ibu Bupati dan jajaran Pemda telah menerima kami secara langsung. Pertemuan ini pastinya akan berkelanjutan agar Kabupaten Konsel bisa mengikuti jejak Banyuwangi,” ucapnya.
Diketahui Bupati Konsel dan Bupati Banyuwangi pernah sama-sama mengikuti Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) di Singapura. Pemkab Banyuwangi juga meraih penghargaan Digital Government Award dari Kementerian PAN-RB atas keberhasilan-nya dalam penerapan SPBE.
“Meski masih perlu makin dioptimalkan, Konawe Selatan khususnya di Sulawesi Tenggara cukup lumayanlah dalam penerapan SPBE, namun saya belum puas saya masih ingin mendekati Banyuwangi. Nah kami ke Banyuwangi ini ingin studi tiru penerapan SPBE tersebut,” ungkap Bupati.
“Tentunya kita juga akan studi tiru terkait hal strategis lain seperti pariwisata, ekraf, stunting, pengentasan kemiskinan, dan isu strategis lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kedatangan studi tiru Pemkab Konsel. Ia yakin kunjungan kerja itu akan berlanjut hingga membuahkan hasil yang sesuai harapan.
“Selamat datang bapak Bupati Konawe Selatan beserta jajaran telah kunjungan kerja ke Banyuwangi. Saya yakin setelah kunjungan ini akan berlanjut terus sehingga sinergitas dua kabupaten ini bisa terjalin semakin baik,” harapnya.
Ipuk memuji kinerja Bupati Konsel. Ia berharap program-program yang dibangun Bupati Surunuddin Dangga bisa dilanjutkan pemimpin pemimpin selanjutnya.
“Banyuwangi terbuka lebar untuk Konawe Selatan. Mari saling mendukung satu sama lain, karena tiap daerah punya persoalan yang berbeda-beda. Mari saling melengkapi satu sama lain, Banyuwangi terbuka lebar untuk Konawe Selatan,” tutupnya.
LS, KONSEL – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan peresmian Musholla Al Kautsar yang terletak di Desa Wonua Sangia, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, Selasa (6/6/2023).
Peresmian tersebut dihadiri oleh General Manager Pendanaan IZI Sutanto, Kepala Perwakilan IZI Sultra Rian Nurayati, Ketua DKM Mushola Al Kautsar Pujiono, Humas Kemenag Konsel Harpol, Ustadz Danial, Kepala KUA Kecamatan Landono, Kapolsek Landono, Kepala Desa Wonua Sangia dan sejumlah tokoh serta masyarakat Desa Wonua Sangia.
General Manager Pendanaan IZI Sutanto mengatakan untuk bantuan mushola di wilayah Sulawesi Tenggara baru di Desa Wonua Sangia ini yang dibangun. Sementara untuk wilayah Sulawesi sudah terbangun di Sulawesi Tengah dan yang terbaru di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
“Jadi pembangunan mushola ini merupakan program kami yakni Program Nasional Bantuan Masjid dan Bantuan Sumur Bor. Untuk pembangunan sumur bor yang sudah kita bangun di Jawa ada di Jogja, yakni di Gunung Kidul dan di Pulau Madura, Jawa Timur. Kita lihat daerah yang susah air,” ucap Sutanto.
Sutanto menjelaskan, IZI ini merupakan yayasan yang berdiri di tahun 2015 dan mendapatkan izin operasional dari Kemenag RI di tahun 2016. Dan setiap 5 tahun sekali IZI melakukan pembaharuan izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Adapun program-program yang dijalankan oleh IZI diantaranya adalah Program Ekonomi, yaitu untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan seperti UMKM serta membantu mengentaskan kemiskinan.
“Kemudian ada Program Kesehatan, seperti pasien penyakit keras yang dirujuk dari Indonesia Timur ke Jakarta kita siapkan tempat menginap, makan dan fasilitas lain secara gratis, selain itu program pengobatan gratis, pemberian bantuan untuk orang sakit dan program kesehatan lainnya. Ada juga Program Sosial dan Dakwah serta Program Pendidikan, kita berikan beasiswa untuk pelajar, untuk anak yatim mulai tingkat SD hingga mahasiswa,” jelasnya.
Sutanto menyampaikan mekanisme untuk mendapatkan program bantuan dari IZI, jika ada yang menghubungi IZI maka akan dilakukan verifikasi apakah layak mendapatkan bantuan atau tidak.
“Karena ini kan uang zakat sehingga harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an yaitu diperuntukkan yang utama bagi orang fakir, orang miskin, amilin, mualaf, fisabilillah, yang punya hutang dan orang di jalan dakwah,” paparnya.
“Untuk sumber pendanaan IZI sendiri berasal dari Zakat, Infak dan Sodaqoh. Selain itu ada juga dana sosial keagamaan lainnya, seperti dana kurban, dana sosial kemanusiaan dan bencana serta dana CSR,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Sultra Rian Nurayati mengatakan pembangunan Mushola Al Kautsar ini dimulai sejak awal Maret 2023 dengan memberdayakan masyarakat di sekitar untuk mengerjakan kontruksi bangunan mulai pondasi hingga finishing mushola tersebut.
“Alhamdulillah pengerjaan mushola Al Kautsar ini dapat diselesaikan dengan cepat sehingga hari ini bisa kita resmikan,” ucapnya penuh syukur.
Rian menambahkan, bantuan pendirian mushola ini sebelumnya telah melalui survey dari tim IZI. Dari tiga titik lokasi yang diusulkan, maka di Desa Wonua Sangia inilah yang dianggap telah memenuhi persyaratan sehingga tim IZI menurunkan bantuan untuk pendirian mushola.
“Awalnya kita lakukan survey lokasi, kita asesmen. Ada tiga lokasi yang kita survey, yakni di Kabupaten Konawe, Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. Karena memang donatur meminta lokasi yang dekat dari Kota Kendari. Setelah kita seleksi berkas mulai dari urusan wakaf tanahnya, urusan bagaimana nanti perkembangan mushola kedepannya dan syarat-syarat lainnya yang sesuai SOP IZI, maka terpilihlah di Desa Wonua Sangia ini,” jelasnya.
“Kedepannya kami akan lakukan pendirian mushola di lokasi yang berbeda sesuai dengan usulan dari mitra-mitra kami dan yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan yang akan kami turunkan bantuan pembangunannya,” imbuh Rian.
Di tempat yang sama, Ketua DKM Musholla Al Kautsar Pujiono mewakili masyarakat Des Wonua Sangia menyampaikan rasa terima kasih kepada IZI yang telah menurunkan bantuan pendirian mushola di Desa Wonua Sangia.
“Kedepannya mushola ini akan kami gunakan sebagai pusat kegiatan dakwah, seperti kegiatan majelis taklim, remaja masjid, rumah Qur’an, pembinaan remaja dan pengajian umum yang insya Allah akan rutin kita lakukan karena tempatnya sangat representatif untuk dilakukan kegiatan-kegiatan tersebut,” ucap Pujiono.
“Kegiatan BKMT berupa pengajian umum tiga bulan sekali gabungan dari 6 kecamatan rencana juga akan kita laksanakan di mushola ini,” imbuhnya.
Pujiono menjelaskan untuk status lahan yang digunakan dalam pendirian mushola ini merupakan hasil wakaf dari 6 orang masyarakat dengan luas total lahan sekitar 1,5 hektar.
“Alhamdulillah masyarakat disini sangat antusias menyambut pendirian mushola ini. Hal ini terbukti dengan kesadaran masyarakat yang saling bahu membahu membantu pembangunan mushola sehingga cepat selesai,” tuturnya.
Selain meresmikan Mushola Al Kautsar, dalam kegiatan itu Perwakilan IZI Sultra juga menyalurkan bantuan puluhan paket sembako kepada kaum dhuafa yang berada di sekitar daerah tersebut.
LS, KONSEL – Ketua Partai Buruh Exco Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Andi Razak mempertanyakan kinerja penyelenggara pemilu di Kabupaten Konawe Selatan atas merebaknya alat peraga / baliho para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Konawe Selatan.
“Dimana alat peraga tersebut banyak sekali tersebar hampir di sepanjang jalan di Konawe Selatan. Padahal sesuai ketentuan PKPU Nomor 33 tahun 2018 yang masih berlaku hingga hari ini Pasal 25 dengan tegas menyatakan bahwa yang boleh melakukan sosialisasi hanyalah partai politik,” ucap Andi Razak, Selasa (6/6/2023).
Andi Razak mengatakan yang dibolehkan melakukan sosialisasi adalah partai politik dengan menampilkan logo partainya atau pengurusnya, bukan Bacaleg mensosialisasikan dirinya serta dapilnya sekaligus mengajak untuk memilih ditandai dengan gambar paku untuk mencoblos nomor urut Caleg tersebut.
“Menurut kami hal tersebut adalah pelanggaran karena belum masuk tahapan kampanye. Lagi pula ini masih Bacaleg belum masuk DCS (Daftar Calon Sementara) ataupun DCT (Daftar Calon Tetap),” imbuhnya.
Andi Razak pun mempertanyakan kinerja komisioner KPU serta Bawaslu Kabupaten Konawe Selatan yang dinilai melakukan pembiaran terhadap hal ini.
“Kami pertanyakan atas pembiaran yang dilakukan oleh penyelenggara, mestinya pihak KPU dan Bawaslu harus melayangkan surat berupa pemberitahuan atau intruksi tentang perihal tersebut,” tegasnya.
Andi Razak membandingkan penegakan aturan yang pernah terjadi saat Partai Buruh mendaftar di waktu injury time pihak KPU beserta Bawaslu cepat menetapkan partainya sebagai peserta Pemilu di pandang tidak mendaftar.
“Jadi saya harap penyelenggara Pemilu menegakkan aturan sesuai dengan tahapannya dan harus tegas serta berlaku adil kepada semua peserta Pemilu,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Konsel Hasni, S.Pi., MH., ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa bertindak dikarenakan aturan terkait alat peraga kampanye belum ada.
“Bawaslu belum bisa bertindak karena aturan belum ada terkait alat peraga kampanye, dan juga belum ditetapkan DCT,” ucap Hasni.
“Dan yang bisa menurunkan baleho adalah Satpol-PP Karena alasan keindahan kota,” imbuhnya.
Sedangkan Ketua KPU Kabupaten Konsel Aliudin, S.IP., belum memberikan tanggapan ketika dimintai konfirmasi via WhatsApp.