Beranda blog Halaman 26

Buka Puasa Bersama dihadiri Oleh DPD Partai Nasdem. Masyarakat Berbondong Hadir

0

Lintangsultra.Com – Konawe Selatan. Partai NasDem Konawe Selatan (Konsel) di bawah kepemimpinan Adi Jaya Putra menggelar buka puasa dan tausiyah ramadan bersama kader, simpatisan dan masyarakat.

Buka puasa bersama yang dilaksanakan di Kediaman Samsul Alam di Desa Sanggi-sanggi, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konsel tumpah ruah dihadiri masyarakat.

Ketua DPD Partai NasDem Konsel, Adi Jaya Putra mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kesyukuran atas capaian Partai NasDem Konsel pada Pemilu 2024.

“Alhamdulillah pada pemilu kemarin Partai NasDem Konsel berhasil meraih tujuh kursi,” ucapnya.

Dengan perolehan tujuh kursi tersebut, menjadi peluang besar bagi Adi Jaya Putra untuk bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

“Angkat tangan doakan AJP dalam perjuangan menuju politik kebaikan. Tanpa doa semua perjuangan kita akan sulit dicapai,” ujarnya.

“Saya sekaligus memohon doa kepada seluruh masyarakat, untuk maju sebagai Calon Bupati Konawe Selatan periode 2024-2029,” tambahnya.

Buka puasa bersama tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu dan anak yatim-piatu.

Laporan. Bung Her

Kain Tenun Konsel Tampil dikanca Nasional.”Ketua Dekranasda Tampil Memukau catwalk ifw 2024

0

Ls-Konawe Selatan. Kain Tenun Konsel Tampil di Indonesia Fashion Week 2024, Usung Tema ” Tolakimi Kita”

Anggun, begitu kata yang pas untuk menerjemahkan penampilan Ketua Dekranasda Konawe Selatan Hj Nurlin Surunuddin SH di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2024.
Layaknya seorang model profesional, wanita yang juga politisi handal ini sukses mengundang decak kagum peserta pekan mode terbesar di Indonesia itu saat berlenggak lenggok di atas catwalk IFW 2024.

Ya, dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap tahun di Jakarta Convention Center sejak 2011 itu istri Bupati Konsel itu memimpin para model yang menampilkan desain baju tenun khas Konsel.

Dekranasda Konsel sendiri bekerja sama dengan salah satu desainer papan atas nasional, Defrico Audy menampilkan baju tenun yang terinspirasi dari cara berbusana kaum urban ibu kota yang mengikuti trend dunia.

” Dekranasda Konsel di ajang IFW 2024 ini mengusung tema Tolaki mi Kita yang artinya menampilkan desain baju yang terinspirasi dari warna dan motif suku Tolaki yang ada di Sulawesi Tenggara,” kata Hj Nurlin usai penampilannya, Jumat 29 Maret 2024.

Dalam penampilannya potongan dan bentuk baju yang dramatis serta konvensional menjadikan kain tenun yang biasanya digunakan untuk acara adat jadi kelihatan modern dan chick di tangan seorang desainer Defrico Audy.

Sebuah effort yang luar biasa tentunya untuk mempromosikan kain tenun konsel motif Tolaki berbaris, yang merupakan motif baru dari dekranasda konsel

Warna hitam yg dramatis dipadukan dengan warna spot light seperti hijau stabilo, shocking pink membuat selembar kain Tenun Tolaki menjadi kelihatan Modern saat digunakan model di atas panggung

Kegiatan IFW 2024 sendiri dibuka oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan menghadirkan penampilan 300 desainer nasional mancanegara juga daerah.

Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus President IFW, Poppy Dharsono seperti dikutip dari RRI.com menjelaskan IFW 2024 menghadirkan 300 desainer dari dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand

Para desainer dari berbagai negara ini berbondong menampilkan koleksi terbaik mereka dalam IFW 2024.

IFW 2024 juga diramaikan oleh 400 ekshibisi yang menampilkan karya mode maupun kriya dari berbagai daerah. Beberapa di antaranya tergabung dalam Dekranasda Nasional.

Laporan. Chan

Ratusan Warga Penuhi Lapangan Onembute Kecamatan Palangga, Ini Paparan Ruksamin Saat Berbicara.

0

LS-Kabupaten Konawe Selatan. Mempererat Silaturahmi dengan Buka Puasa Bersama ratusan Masyarakat dan Relawan Selaras Konsel hadir untuk bersilahturahim dengan panutannya Dr.H.Ir. Ruksamin,ST.M.Si., Asean Eng, yang juga sebagai Pembina Selaras Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mempererat ikatan kebersamaan dengan masyarakat dan relawan Selaras melalui sebuah acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh ratusan warga.

Buka bersama tersebut berlangsung di lapangan Desa Onembute, Kecamatan, Palangga, Kabupaten Konsel,Kamis 28 Maret 2024.

Acara tersebut menjadi magnet bagi masyarakat, terbukti dengan antusiasme yang memenuhi lokasi acara.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk H.Endang selaku Ketua DPW Sultra Partai Demokrat beberapa tokoh masyarakat Kabupaten Konsel Juga hadir di acara tersebut.

Dalam momen yang penuh kebersamaan itu, Ruksamin beserta Simpatisan Selaras juga tak lupa untuk membagikan bantuan kepada kaum lansia.

Ruksamin, dalam sambutannya, menyatakan bahwa buka puasa bersama tersebut adalah upaya untuk mempererat hubungan silaturahmi antara masyarakat dan Relawan Selaras.

Menurutnya, Selaras bukan hanya sebuah organisasi atau kelompok, tetapi sebuah rumah bersama bagi seluruh warga Sulawasi Tenggara.

Dengan demikian, acara buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sebagai cerminan dari semangat kebersamaan dan kebhinekaan yang menjadi pondasi kuat dalam membangun ke arah yang lebih baik.

Bupati Konut itu juga telah memaparkan program yang sudah dilaksakan di konut dan apa yang di programkan di konut akan di Lanjut ketika ia di beri amanah untuk memimpin Sultra, ” paparnya.

Adapun program selaras (Selalu ada Untuk Rakyat yaitu salah satunya adalah SPP Gratis bagi mahasiswa Sultra, pengaspalan, dan pertanian serta pariwisata.

Disamping itu dalam pidatonya ia juga memperkenalkan diri ke masyarakat bahwa ia adalah petani dengan di buktikan KTPnya adalah pekerjaan petani, dimana baru-baru ini sudah panen dari hasil keringatnya sendiri iyaitu berkah dan ia sangat bangga bisa menikmati hasil pertaniannya.

Sementara dalam wawancaranya ia optimis maju sebagai bakal calon Gubernur Sultra, sebab dia sudah jalin komunikasi dengan beberapa partai dan penerimaan masyarakat dalam bersosialisasi sangat tinggi dengan di buktikan beberapa kegiatan selalu membludak tamu undangan yang hadir di setiap kegiatan Selaras (Selalu ada Untuk Rakyat Sultra)

Ia selain partai saya Sendiri PBB kami sudah jalin komunikasi dengan beberapa partai, ” ucapnya.

Didampingi H.Endang pihaknya pun mengatakan bahwa pak Endang sudah memberikan Support untuk Maju di Pilgub Sultra nantinya, sebab beliau sangat di minati masyarakat untuk memimpin Sultra nantinya.

Lanjut Ketua DPW Partai PBB itu Ruksamin bahwa kegiatan silahturahim sudah yang kedua kali kita laksanakan dan alhamdulillah antusias masyarakat yang hadir selalu ramai,” tuturnya dihadapan sejumlah wartawan.

LAPORAN: Bung Her

Pondok Pesantren Nur Alawiyyn Al Jufri, Aset Umat Muslim dan Bangsa

0

LS Kabupaten Konawe Selatan. Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Alawiyyin Al Jufri, merupakan salah satu Pondok Pesantren yang berada di Desa Morome, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Diketahui, Ponpes berada dibawah asuhan Habib Usman Al jufri, Pesantren ini sudah berdiri selama lima (5) tahun, dan berlokasi tepatnya di lorong SMA 08 Kabupaten Konawe Selatan, dengan memiliki satu (1) asrama dengan jumlah kamar sebanyak empat dan dua kamar dalam namun saat ini masih proses pembangunan.

Dikabarkan bahwa, kondisi Ponpes saat ini pembangunannya terhenti, karena terkendala biaya pembangunan ruang kamar untuk anak anak pria serta satu mesjid tempat mengajar.

Habib Usman Al Jufri, saat wartawan berkunjung ke lokasi pesantren tersebut, mengatakan bahwa untuk kondisi saat ini bangunan Ponpres masih sangat minim serta jumlah asrama hingga tempat mengajar anak-anak pondok dinilai masih sangat memprihatinkan,”pungkasnya.

Yang penting saat ini, kami sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, perlu diketahui bahwa untuk saat ini jumlah murid di Pondok pesantren sebanyak 31 orang saja itu dari berbagai macam asal yakni ada yang dari Manado, Palu, Konawe, dan Konsel,”tuturnya.

Ditempat sama, Hadiman salah seorang orang tua murid di Pondok Pesantren tersebut, menyampaikan kepada wartawan bahwa, Ponpes ini merupakan aset umat dan bangsa terkhusus di wilah Kabupaten Konawe Selatan, kehadiran Ponpes ini adalah untuk mendidik anak-anak bangsa di bidang agama agar di kemudian hari mereka menjadi penyambung lidah para ulama dalam mengajarkan Akhlaqul Karimah serta memberikan pencerahan kepada umat ditengah kondisi akhlak umat yang berada dalam pengaruh paham paham sekuler barat,”ungkapnya.

Dilainsisi, ARIS orang tua murid Ponpes juga menyampaikan aspirasinya agar kiranya pihak Pemda Konsel dapat memberikan perhatian khusus kepada Pembangunan Ponpes tersebut karena dinilai masih banyak membutuhkan biaya dalam pembangunan Ponpes dan terkhusus asrama serta tempat mengajar.

Yusran salah satu ortu murid asal Desa Ambesea, Konsel juga menyampaikan permintaannya kepada Pemda serta para Donatur lainnya seyogianya bisa membantu dalam pembangunan Ponpes ini dan semoga Allah menggerakkan hati orang orang baik untuk turut berpartisipasi dalam Pembangunan Pondok Pesantren tersebut, sebab Pondok Pesantren tersebut, dalam materi pengajaran nya salah satu nya adalah mendekat kan anak anak murid dengan Rasulullah Saw dan ajaran Agama yang sesuai dengan ajaran ahli Sunnah waljama’ah, maka kami berharap tergerak hatinya untuk bersedia membantu fasilitas yang dibutuhkan Pesantren tersebut.”Harapnya

Laporan : Candra

Dua Tersangka Mapia Tanah ditahan Kejati Sultra, Satgas Libas yang Ikut Terlibat.

0

LS KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi menahan dua tersangka dugaan kasus mafia tanah yang terjadi di Kota Kendari. Kedua pelaku tersebut, RN dan KN kini perkara tersebut sudah P-21 atau berkas perkaranya dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejati Sultra.

Saat ini kedua tersangka sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sultra dan langsung ditahan.

Berawal dari laporan Wa Haderan dan juga laporan yang sama dilayangkan Muhammad Rusmin Liga terkait pengrusakan, penyerobotan, dan lebih parah memalsukan dokumen berupa Surat Keterangan Tanah (SKT). Kasus tersebut mulai terkuak. Bermodal Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga abal-abal. RN dan KN memainkan aksinya, bahkan mampu memperdayai Hakim PN Kendari dan memenangkan perkara atau gugatan yang mereka layangkan ke PN Kendari.

Bahkan Muhammad Rusmin Liga pemilik sah sertifikat 40 Ha, tak bisa berbuat banyak. Rusmin Liga mencoba melawan, tapi apa daya, hingga Putusan Peninjauan Kembali, RN dan KN tetap saja dinyatakan menang.

Sebab musabab menangnya Radiman dan Karmuddin, berdasarkan SKT No: 43/III/DA/1972. Dimana suart tersebut terbilang sakti. Bagaimana tidak, surat tersebut menjelaskan bahwa lokasi tanah tersebut berada di Kecamatan Poasia Desa Anggoeya.

“Saya kalah sampai PK di Mahkamah Agung (MA), tapi saya tak pernah sedikitpun mundur dalam mempertahankan hak saya,”urai Rusmin Liga.

Alhasil satu persatu fakta mulai terkuak. SKT sakti tersebut nampaknya jadi kartu mati bagi RN dan KN. Bagaimana tidak, Kecamatan Poasia yang lahir berdasarkan Peraturan Pemerintah 1978 tentang pembentukan administratif Kota Kendari, membuka tabir bahwa SKT tersebut memang penuh dengan rekayasa untuk memuluskan aksi jahat tersebut.

Dari serangkaian fakta tersebut, Polda Sultra akhirnya pada 22 Januari 2024 lalu, Penyidik Polda Sultra melakukan gelar perkara dan hasilnya terduga mafia tanah tersebut dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Apalagi, SKT yang ditandatangani oleh Kasan selaku kepala Desa Anggoeya saat itu, hasilnya cukup jauh berbeda tanda tangan milik Kasan yang sesungguhnya. Hal itu setelah dokumen dari Kelurahan Anggoeya dipadukan dengan SKT tahun 1972.

Kasus yang menimpa Muhammad Rusmin Liga, nampaknya menarik perhatian Kementrian ATR/BPN. Diam-diam, Kementrian ATR/BPN sudah berkordinasi dengan Polda Sultra melalui Satgas mafia tanah untuk menyelesaikan dugaan keterlibatan mafia tanah.

Pasalnya, tanah milik Rusmin Liga terbilang jauh lebih besar dari kasus yang sudah di ungkap Kementrian ATR/BPN di Pamekasan dan Banyuwangi Jatim. Tanah milik Rusmin Liga seluas 40 Ha. Apalagi lokasi tanah 40 Ha tersebut sangat strategis berjarak 1 Km dari Polda Sultra dan Kantor Gubernur Sultra.

Menurut Penyidik Dit Reskrimum Polda Sultra, pasca penahanan kedua tersangka. Satgas mafia tanah akan memproses lebih lanjut siapa dalang dari mafia tanah tersebut.

“Satgas akan melakukan penyelidikan terkait siapa yang ikut terlibat dalam membekingi kasus mafia tanah,”papar Penyidik.

Bahkan, dari hasil penelusuran, telah diterbitkan PBB oleh Pemkot Kendari atas nama Kadek Sukra Astara pada obyek tanah SHM milik Rusmin Liga tersebut. Dibuktikan dengan adanya slip pembayaran yang kini sudah dikantongi.

“Jadi kasus ini akan terus kami kembangkan untuk membuka siapa saja yang terlibat.”Ungkapnya.

Sementara itu, Rusmin Liga juga menduga kuat dibalik aksi mafia yang dilakukan RN dan KN, ada yang membekingi.

“Saya duga ada orang dibelakang RN dan KN yang sengaja membekingi untuk memuluskan aksi mafia tanah ini,”terang Rusmin.

Dugaan menguat dengan adanya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang sudah dibayarkan di Bapenda Kota Kendari.

“Kalau saya cek memang sudah ada yang bayar PBB di objek milik saya, atas nama Kadek Sukra Astara. Saya berharap Satgas mafia tanah untuk memeriksa Kadek Sukra Astara terkait keterlibatannya dalam kasus ini. Biar terang benderang, siapa yang bermain dibalik ini. “Tutupnya

 

Laporan- Bung Her

Prihatin dengan Jalan Rusak, Kades Wawonggura Bertindak Secara Swadaya.

0

LS Konawe Selatan – Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 disebutkan bahwa jalan adalah suatu prasarana transportasi yang meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air. Sehingga kemudian Warga Desa Wawonggura Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan melakukan Penimbunan jalan berlobang Bersama dengan Kepala Desanya. Minggu, 24/03/2024

 

Pemerintah Desa Wawonggura sangat peduli dan perihatin melihat struktur jalan yang di tempuh para pengguna Jalan Umum dalam kondisi Rusak dan Berlobang.

 

Sehingga kemudian Selaku Kades Wawonggura Bapak Sarianto mengambil kebijakan untuk memperbaiki jalan dengan menimbun jalan dengan menggunakan timbunan , agar masyarakat yang melalui jalan tersebut tidak terlalu membahayakan bagi pengguna jalan.”Terang

 

Kades Wawonggura Bersama Warga Gotong Royong secara Swadaya Timbun Ruas Jalan Rusak Parah yang sangatlah memprihatinkan, jalan rusak berlobang ini termasuk jalan lintas Provinsi.” Pungkasnya.

 

Masih lanjut Sarianto selaku Kepala Desa Wawonggura saat di wawancarai oleh media Lintangsultra.Com mengatakan hal ini yang bukan pertama kali pihaknya melakukan bergotong royong menimbun ruas jalan yang rusak parah, akan tetapi sudah berulang kali kami lakukan perbaikan Jalan yang rusak agar menghindari resiko yang kita tidak inginkan terjadi.”Katanya.

 

Saya berharap mudah-mudahan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara segera mengambil sikap dan tindakan untuk memperbaiki akses-akses jalan yang rusak terkhusus di Ruas jalan mulai dari perbatasan Sanggi-sanggi dan potoro hingga jalan Ruas Watumerembe.” Harapnya.

 

Laporan. Bung Her.Com

Soal Perkara Dispensasi Perkawinan DP3A Konsel,lakukan MOU dengan PA Andoolo.

0

Ls Konawe Selatan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe Selatan bersama Pengadilan Agama (PA) Andoolo menjalin memorandum of understanding (MoU). Kerja sama itu terkait peningkatan pelayanan dan pendampingan dalam perkara dispensasi kawin.

MoU tersebut ditandatangani Kepala DP3A Konsel, Hj St Hafsa dan Ketua Pengadilan Agama Andoolo, Sumar’um. Bertempat di kantor PA Andoolo, Senin (18/3).

Saat dikonfirmasi, Kepala DP3A Konsel, Hj St Hafsa mengungkapkan kesepakatan bersama itu sebagai pedoman kerja sama bagi kedua instansi. Utamanya dalam hal meningkatkan pelayanan dan pendampingan dalam perkara dispensasi kawin.

“Pelayanan dan pendampingan dalam perkara dispensasi kawin ini, khususnya bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Konawe Selatan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Hj St Hafsa.

Tujuannya, kata ia, agar masyarakat di wilayah Kabupaten Konawe Selatan khususnya pihak-pihak dalam perkara dispensasi kawin dapat memperoleh pendampingan saat berperkara di Pengadilan Agama Andoolo.

“Kesepakatan bersama ini meliputi pelayanan konseling, bimbingan atau pendampingan dari kami kepada pihak berperkara khususnya calon mempelai dalam perkara dispensasi kawin yang diajukan ke Pengadilan Agama Andoolo,” terangnya.

Kemudian, lanjutnya pelayanan konseling dan bimbingan diberikan DP3A Konsel oleh kepada pihak berperkara sebelum perkara tersebut diregister oleh PA Andoolo. Sedangkan DP3A Konsel dapat memberikan pendampingan di persidangan jika dianggap perlu dengan persetujuan majelis hakim atau hakim pemeriksa perkara.

“Pelayanannya berupa surat rekomendasi atau surat keterangan yang dibuat oleh DP3A atas hasil konseling dan bimbingan yang dilakukan kepada pihak berperkara. Sebagai salah satu bahan pertimbangan Majelis Hakim/Hakim pemeriksa perkara dalam membuat putusan,”Ungkapnya.

 

Laporan. Candra

Editor. Bung Her

Terkait Wilayah Batas Desa,ini Penjelasan Pemda Konsel.

0

LS Konawe Selatan. Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menggelar workshop aplikasi Sistem Informasi Batas Desa (Simbada), di Hotel Zahra Syariah Kendari, Minggu 17 Maret 2024.

Acara dibuka langsung Bupati Konsel H Surunuddin Dangga. Peserta workshop diantaranya Camat, Kepala Desa dan Lurah lingkup Kabupaten Konawe Selatan.

Hadir Sekda Konsel Hj St Chadidjah, Kepala BKAD Konsel Nisbanurrahim, Kadis PMD Ambolaa, Kadis Ketahanan Pangan Setia Ningsih Mangidi, Kabag Pemerintahan Konsel Asmurdani Tonga, dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Konsel.

Dalam sambutannya Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga menjelaskan batas wilayah desa adalah salah satu syarat yang harus dimiliki desa. Sebuah desa harus memiliki penegasan wilayah dengan batas yang jelas. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan lahan yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Penetapan dan penegasan batas wilayah desa atau kelurahan ini untuk menciptakan tertib administrasi pemerintahan, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu desa yang memenuhi aspek teknis dan yuridis,” jelas Konsel-1 tersebut

Dikatakannya, penetapan dan penegasan batas wilayah desa atau kelurahan menjadi penting. Harus dijadikan sebagai prioritas Pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Karena jika batas wilayah tidak jelas, selain bisa menghambat proses pembangunan di desa, berpotensi juga terjadinya konflik antar warga desa terkait perselisihan batas wilayah,” imbuhnya.

Bupati dua periode itu meminta kepada peserta workshop untuk menyelesaikan batas desa ini dengan bijak dan arif tidak berlarut- larut. Sehingga mencapai kesepakatan antara desa yang berbatasan, dengan tujuan menciptakan tertib administrasi pemerintahan, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu desa.

Lebih lanjut dirinya berharap kepada seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius. Agar dapat memahami dengan baik bagaimana cara mengoperasikan Aplikasi ini. Agar nantinya dapat memberikan informasi terkait koordinat batas desa secara realtime kepada Pemerintah Daerah.

“Saya minta kepada Camat untuk dapat memfasilitasi jalannya proses penegasan batas desa atau kelurahan, dalam hal pemetaan batas desa serta pembuatan berita acara antar desa/kelurahan yang berbatasan. Saya harap Aplikasi Sistem Informasi Batas desa ini dapat bermanfaat untuk kemajuan Daerah kita kedepannya. Sehingga diharapkan kedepannya tidak ada lagi permasalahan terkait Batas Desa,” pungkasnya.

Menambahkan hal tersebut Kabag Pemerintahan Konsel Asmurdani Tonga mengucapkan dalam penyiapan Peta Dasar sudah dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial. Namun pemerintah desa masih awam dan sulit mengakses data spasial yang ada karena dibutuhkan SDM yang bisa menggunakan sistem informasi geospasial (SIG).

“Oleh karena itu, Pemerintah Daerah membuat Aplikasi Sistem Informasi Batas Desa sebagai sarana untuk memberikan kemudahan kepada pemerintah desa dalam memberikan infomasi peta dasar batas desa. Berupa data spasial sebagai bahan dalam menegaskan batas desa,” Tutupnya.

 

Laporan. Candra

Editor. Bung Her

Ciptakan Rasa Aman dan Kenyamanan di Bulan Ramadhan, Polsek Buke Rutin Gelar Patroli

0

ketgam : Kapolsek Buke IPDA I Gusti Rai Sadi Armawan, SH, pimpin Pasukan Jajaran Anggota Polsek Buke lakukan patroli

LS, KONAWE SELATAN – Ciptakan rasa aman di bulan Suci Ramadhan 1445 H, Kapolsek Buke IPDA I Gusti Rai Sadi Armawan, SH, pimpin Pasukan Jajaran Anggota Polsek Buke lakukan patroli di sejumlah Wilayah Hukum Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan (KONSEL), dengan sasaran antisipasi balap liar serta perlengkapan surat kendaraan bermotor, Jum’at (15/03/2024)

Giat Patroli yang dilakukan  merupakan kegiatan rutin demi terciptanya Kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif di bulan suci Ramadhan ini.

“Kami lakukan Giat Patroli ini demi terciptanya rasa aman nyaman saat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan Serta mengantisipasi tindakan kriminal dan Kecelakaan Lalu lintas yang kerap terjadi pada anak usia remaja yang sering balap liar serta ugal-ugalan,” ucap Kapolsek Buke IPDA I Gusti Rai Sadi Armawan saat pimpin patroli.

“Adapun Patroli dilakukan di tempat tempat yang sering di jadikan lokasi balapan liar,” imbuh perwira berpangkat satu balak di pundak ini.

Patroli di hari ketiga Puasa Ramadhan, Personil Polsek Buke berhasil mengamankan 2 unit sepeda motor yang ditemukan saat melakukan atraksi balap balapan, sehingga kendaraannya untuk sementara diamankan di kantor Polsek Buke.

“Kendaraan tidak dikeluarkan apabila pemilik tidak melengkapi kelengkapan Surat Kendaraan Bermotor serta kendaraan sesuai standar pabrik, apabila pemilik kendaraan sudah melengkapi kami akan buatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut yang dapat berakibat fatal.
Kegiatan Patroli di bulan Ramadhan agar dapat tercipta situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

Rilis: Iswan
Reporter: Candra Syaputra

Masyarakat Desa Wonua Kongga Resmi Melaporkan Kepala Desanya di Polres Konawe Selatan

0

 

LS, Konsel – Masyarakat Desa Wonua Kongga, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), resmi melaporkan Kepala Desa Wonua Kongga Laode Sabaino, S,KM., di Polres Konawe Selatan, pada Rabu, 31 Januari 2024.

Alman mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu korban yang dipalsukan tanda tangannya dari puluhan rekanya yang lain.

Alman kembali menambahkan bahwa kronologis kejadian bermula pada tanggal 29 Januari 2024 tim audit Inspektorat Kabupaten Konawe Selatan turun di Desa Wonua Kongga melakukan investigasi di lapangan mengenai dugaan penyalahgunaan Dana Desa.

“Namun suasana mulai berubah saat tim audit Inspektorat Konsel memeriksa salah satu kegiatan yakni Padat Karya Tunai Desa (PKTD) disinilah tertera tanda tangan kami kurang lebih 10 orang sebagai penerima upah dari kerja harian atau HOK padahal kami sama sekali tidak pernah melakukan hal itu,” terang Alman.

Setelah mengetahui bahwa dirinya (Alman) merupakan bagian dari yang di palsukan tanda tanganya sementara jelas dikatakan di Pasal 263 (1) KUHP barangsiapa membuat surat palsu atau pemalsuan tanda tangan yang menimbulkan suatu hak, atau diperuntukkan sebagai bukti pemalsuan dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.

“Dari kejadian inilah sehingga saya dan beberapa orang teman-teman saya keberatan dengan pemalsuan tanda tangan tersebut,” ucapnya.

Alman mengaku bahwa dirinya telah melaporkan kejadian ini dipolres Konawe Selatan, meminta keadilan pertanggungjawaban dari oknum yang turut serta memalsukan tanda tanganya beserta puluhan rekanya yang lain untuk diproses secara hukum.

“Karena itu jelas pidana murni sudah diatur di pasal 263 (1) KUHP sebagaimana telah disebutkan di atas,” tutup pria asal Desa Wonua Kongga itu.

Laporan: Nandar