PAPUA PEGUNUNGAN – Lintangsultra.com dalam rangka mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, Yonif 400/Banteng Raiders melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dan bintertas (pembinaan territorial), sekaligus memberikan layanan cukur rambut gratis kepada warga di sekitar pos satuan tugas.
Giat yang dilakukan kesatuan Yonif 400/Banteng Raiders mencerminkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat, hal itu disambut antusias warga, terkhusus bagi anak-anak dan usia remaja, merasa terbantu dengan adanya layanan tersebut.Sabtu, 26/4/ 2025
Komandan Titi Kuat wilayah Dal, Nduga, Letda Inf Sugeng menyampaikan”, Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.”
Komunikasi sosial dan bintertas seperti ini sangat penting, karena selain meningkatkan hubungan baik antara TNI dan warga, juga membantu meringankan beban masyarakat, di wilayah yang lebih terpencil seperti Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran kami bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang ada di wilayah Papua khususnya di Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunungan,” tambah Sugeng.
Layanan cukur rambut gratis ini, meskipun terdengar sederhana, bisa memberikan dampak besar bagi warga, terutama anak-anak dan remaja yang mungkin sulit mendapatkan akses ke layanan serupa. Aktivitas seperti ini juga menunjukkan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bukan hanya terbatas pada tugas-tugas keamanan, tetapi juga pada upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan mempererat ikatan persaudaraan antara TNI dan rakyat. (TIM/Red)
KONAWE SELATAN – lintangsultra.com Bupati Konawe Selatan (Konsel) Irham Kalenggo, menegaskan dalam pemerintahan daerah yang ia pimpin, tidak ada jabatan yang diberikan karena kedekatan, hubungan keluarga, apalagi melalui praktik bayar-membayar.
Penegasan itu disampaikan Irham saat memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di pelataran Kantor Bupati Konsel, Senin (28/4).
Dalam arahannya, Irham Kalenggo menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.
“Saya ingatkan, untuk mendapatkan jabatan tidak ada karena kedekatan, tidak ada karena keluarga, apalagi dengan cara bayar-membayar. Kalau ada yang mencoba, saya pastikan tidak akan dilayani. Semua harus melalui mekanisme dan kinerja yang nyata,” tegas Irham di hadapan ratusan ASN yang hadir.
Selain itu, Bupati Irham juga menekankan pentingnya kedisiplinan, khususnya kehadiran dalam apel pagi. Ia menegaskan mulai hari ini, akan dilakukan pencatatan terhadap ASN yang tidak mengikuti apel.
“Mulai hari ini, setiap apel akan dibacakan nama-nama yang tidak hadir. Ini bagian dari pembinaan disiplin kita bersama. ASN harus menunjukkan teladan kedisiplinan, karena itu cerminan pelayanan kita kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Irham juga mengingatkan seluruh ASN untuk merawat dan menjaga aset-aset milik Pemerintah Daerah dengan sebaik-baiknya.
“Aset daerah adalah milik kita bersama, milik rakyat. Rawatlah dengan baik, jangan dirusak atau disia-siakan. Ini bentuk tanggung jawab kita sebagai abdi negara,” tambahnya.
Bupati Konsel juga mengajak seluruh ASN untuk mensyukuri apa yang sudah dimiliki saat ini, dengan terus berkarya, giat bekerja, dan menunjukkan totalitas tanpa pamrih.
“Syukuri apa yang sudah kita miliki. Tunjukkan bahwa kita bisa berkarya dan berprestasi. Bekerjalah dengan giat, rajin, dan penuh totalitas, tanpa pamrih,” pesan Irham.
Menutup arahannya, Irham Kalenggo mengajak seluruh ASN dan elemen masyarakat untuk bersama-sama menyemarakkan dan menyukseskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Konawe Selatan SETARA yang akan datang.
“Mari kita bersama-sama semarakkan dan sukseskan HUT Konsel SETARA. Ini momen kita menunjukkan kebersamaan, kekompakan, dan rasa cinta terhadap daerah kita tercinta,” pungkasnya.
Apel pagi tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat, mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas.
*Is One*
Laporan: Tim
KONAWE SELATAN – lintangsultra.com Dalam Rangka perayaan HUT Kabupaten Konawe Selatan Yang ke 22 tahun tepatnya di hari jumat 2 Mei 2025 akan menjadi momen istimewa bertepatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Hari jumat .
Diungkapkan oleh (Sekda) Sekretaris Daerah Konsel, Hj. St Chadidjah, S,sos,, M,si usai mengikuti rapat pemantapan perayaan HUT Konsel Yang ke 22 tahun bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat.
“Alhamdulillah, HUT Konsel ke-22 ini bertepatan dengan Hari Jumat Berkah dan juga Hari Pendidikan Nasional. Ini menjadi momentum yang sangat baik bagi seluruh masyarakat Konsel,” Ucap Siti Chadidjah Selasa 28/4/ 2025)
Menurut Chadidjah, perayaan tahun ini tetap dilaksanakan dengan penuh semarak, meski dengan konsep sederhana adanya efisiensi anggaran.
“Dalam rangka efisiensi anggaran, kegiatan HUT Konsel akan berlangsung seadanya. Namun demikian, kita tetap berusaha agar seluruh masyarakat dapat menikmati kemeriahannya,” jelasnya.
“Sejumlah hiburan seperti artis ibu kota dan event organizer (IO) akan difasilitasi berkat bantuan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR).
“Sejumlah artis dan IO dibantu oleh Gubernur ASR. Ini tentunya sangat membantu kita dalam menghadirkan hiburan bagi masyarakat,” ujarnya.
Panitia HUT Konsel ke-22 telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan acara, di antaranya bazar kuliner, jalan sehat, hiburan rakyat, festival budaya, dan berbagai lomba menarik lainnya. Masyarakat juga bisa mendapatkan kupon gratis untuk menikmati sajian kuliner di bazar yang telah disiapkan.
“Kami berharap seluruh masyarakat Konsel dapat turut berpartisipasi dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan ini. Kami ingin semua kalangan bisa merasakan kebahagiaan di hari jadi daerah kita tercinta,” tutup Chadidjah.
Diketahui, acara puncak HUT Konsel ke-22 ini rencananya akan dipusatkan di lapangan kantor Bupati Konsel sedangkan pameran dan hiburan dipusatkan di lapangan Islamik Center Andoolo. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta perangkat daerah di Konawe Selatan. *Is One*
KONAWE SELATAN – lintangsultra.com Suriani S.AB Nasabah PT Mandiri Utama Finance asal desa lalonggombu, kecamatan andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ditipu oleh Oknum debt collektor saat melakukan pembayaran angsuran mobil miliknya.” Rabu (23/04/2025)
Berawal dugaan penipuan terungkap bermula Disaat hendak membayar angsuran mobil miliknya melalui Indomaret, tetapi nomor kontrak saya telah terblokir akibat saya menungak, sehingga mewajibkan dirinya untuk membayar secara tunai.
”Saya mau bayar lewat Indomaret seperti biasa, tetapi karena saya menunggak sistem PT Mandiri Utama Finance memblokir kontrak saya.
“Untuk dapat membayar angsuran harus bayar secara tunai, saya bayar melalui karyawan penagi PT Mandiri Utama Finance debt collector bayar 2 bulan angsuran.
ternyata Debt colector nya memasukan uang angsuran saya hanya satu (1) bulan yakni angsuran ke 22
Sedangkan angsuran ke 23 dia tidak bayarkan, padahal kuitansi pembayaran saya dikasi 2 bulan sesuai angsuran yang saya bayar,” terang Suriani
Lebih lanjut, Suriani menjelaskan dirinya baru mengetahui masih memiliki tunggakan saat hendak membayar angsuran mobil ke 24 melalui Indomaret.
”Saya baru tau kalau saya masih punya Tunggakan setelah saya mau bayar angsuran ke 24 melalui Indomaret, saya telfon debt Colector nya,” kenapa saya masih punya Tunggakan sementara saya sudah lunasin tunggakan saya yang angsuran ke 22 dan 23, debt colector nya menyampaikan biasa ji ibu sistem PT Mandiri Utama Finance suka eror kalau nasabah habis menunggak,” jelasnya
Merasa ada kejanggalan, Suriani meminta agar mengirimkan history pembayaran angsuran mobil miliknya.
”Ternyata history yang dia kirimkan kesaya sudah di edit, saya bandingkan dengan history yang saya minta langsung melalui kantor PT Mandiri Utama Finance ada perbedaan,
sementara dari kantor PT Mandiri Utama Finance saya baru membayar angsuran ke 22 angsuran sedangkan ansuran saya yang 23 tidak masuk,”jelasnya.
Suriani berharap PT Mandiri Utama Finance untuk segera menyelesaikan persoalan ini agar dirinya merasa nyaman dalam melunasi kredit mobil miliknya.
”Saya berharap Direktur PT Mandiri Utama Finance Kendari untuk segera menyelesaikan persoalan ini dengan Colector nya, karena saya sudah menyelesaikan kewajiban ku, tinggal colector yang tidak amanah,”harapnya
Suriani menuturkan jika dirinya masih terus didesak oleh colector maupun manajement PT Mandiri Utama Finance ia akan membawa kasus penipuan tersebut ke ranah hukum.
”Kalau saya masih di tagih tagih terus sama colector baru nya PT Mandiri Utama Finance, karena katanya colector tempat ku menyetorkan angsuran ke 22 dan 23 sudah di pecat, saya akan membawa kasus ini ke ranah hukum, dan menuntut manajemen PT Mandiri Utama Finance dan colector yang menipu saya, karena mereka, saya merasa terganggu dan usahaku terganggu akibat di telfon telfon terus.”pungkasnya
Semetara itu, Hand Collection PT Mandiri Utama Finance Kendari, Lm. Tambrin, membenarkan ada anggotanya yang menggelapkan dana nasabah.
”Ohh iya baik pak, sudah sempat ibu suriani ke kantor juga bahas kejadian ini, Jadi memang infonya ibu suriani transferkan uang ke dede ini untuk pembayaran 2 bulan angsuran, hanya yang terinput itu di kantor cuman 1 bulan, Itu di luar sepengetahuan kami juga, karena pembayaran yang di lakukan ibu suriani langsung transfer ke rekening pribadi ini dede, Ketahuannya ketika ibu suriani datang ke kantor, dan Ini sudah kami tanya sama yang bersangkutan infonya dia mau menggantikan dananya ibu Suriani, tapi mungkin prosesnya dengan cara dia cicil, Bgitu infonya pak,” jelasnya
Lebih lanjut, Tambrin menambahkan nasabah yang digelapkan dana angsurannya akan diberikan keringanan denda tunggakan akibat kelalaian anggota nya.
”Kalau untuk denda nanti di bantu di kurangi pak,”ujarnya
Tambrin juga menuturkan, dirinya telah memberhentikan anggotanya yang telah menggelapkan dana nasabahnya.
”Kami keluarkan dari kantor pak, karena sudah merusak integritasnya sendiri,” tandasnya
Laporan::tim
KONAWE SELATAN – lintangsultra.com Kepala Desa (Kades) Punggawukawu, Kecamatan Benua Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) membantah tudingan pemberitaan yang dimuat salah satu media lokal di Sulawesi Tenggara (Sultra)
Agusman, kepala desa punggawukawu angkat bicara adanya tudingan di salah satu pemberitaan media online, terkait pekerjaan jalan yang di kerjakan asal asalan, menurut Agusman tidak berdasar dan hanya berita Hoax.
”Saya sangat miris melihat pemberitaan tentang pembangunan yang saya lakukan, apa indikator nya kalau jalan yang di buat itu asal asalan,” ujar Agustam kepada awak media ini, Sabtu (19/04/2025)
Agusman menjelaskan pengerjaan jalan yang di beritakan dikerjakan secara asal asalan, menurutnya dilakukan secara prosedur dengan menyerahkan penuh kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta melibatkan Badan Permusyawatan Desa (BPD) dan masyarakat setempat untuk mengawasi pengerjaan jalan tersebut.
”Jalan Itu dikerjakan sama (TPK) Tim Pelaksana Kegiatan) serta diawasi juga sama BPD dan masyarakat, wargapun tidak mungkin biarkan jalan yang mereka usulkan melalui Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musyawarah Desa (Musdes) akan di kerjakan asal asalan, Itukan lucu,”ujarnya
Lebih lanjut agusman, menyayangkan pemberitaan yang membawa nama desanya tidak dikonfirmasi ke dirinya terlebih dahulu.
”Saya ini bukan wartawan tapi undang undang pers tahun 1999 saya sudah baca dan pahami Mestinya ketika wartawan memberitakan perlu namanya keseimbangan pemberitaan, agar publik tidak tersesat terhadap pemberitaan yang disajikan,” tambahnya
Agusman menuturkan dirinya dan masyarakat bersepakat akan membawa pemberitaan Hoax dan sepihak ke ranah hukum.
”Tadi malam kami sudah musyawarah, kami bersepakat untuk menempuh jalur hukum, insyaallah Senin ini kami akan melakukan pelaporan ke Polres,” katanya
Agusman menuturkan, dirinya telah sering dimintai bantuan oleh pemuda yang mengaku sebagai toko Pemuda Konsel yang bernama M Nurlan.
”Kalau itu yang nama Nurlan sudah sering minta bantuan sama saya, saya sering juga bantu dia tapi ketika dia datang melihat pembangunan di desa saya dia tidak objektif melihat dan asal bicara tanpa ada indikator pembanding jika di kerjakan asal asalan,” pungkasnya
POLRES KONSEL – lintangsultra.com Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, baik pertanggung jawaban kepada Institusi Kepolisian terlebih lagi pertanggung jawaban kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ” ucap Orang nomor satu Polres Konsel AKBP Febry Sam, SIK, M.Si pada amanat upacara serah terima Jabatan dilingkup Polres Konawe Selatan. Kamis ( 10 / 4 / 2025 ).
Bertempat di aula Pesat Gatra Polres Konawe Selatan ( Konsel ) Polda Sulawesi Tenggara ( Sultra ) dilaksanakan upacara Serah Terima Jabatan ( Sertijab ) Kapolsek Tinanggea dan Kapolsek Palangga Selatan.
Upacara serah terima dipimpim langsung oleh Kapolres Konsel AKBP Febry Sam, SIK, M.Si. , yang dihadiri oleh Pejabat Utama , Para Kapolsek Jajaran serta personel Polres Konsel dan Bhayangkari Cabang Konsel.
Dua pejabat Kapolsek yang melaksanakan serah terima jabatan yakni Kapolsek Tinanggea AKP Agus Darmanto, SH digantikan oleh IPTU Mursadin, SH, Kapolsek Palangga Selatan IPTU Muh. Heder Payapo, S.Pd., MH, digantikan oleh IPTU Sangkot Siregar, S.Si.
Pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan Pakta Integritas yang merupakan rangkaian kegiatan sertijab tidak luput dari pelaksanaan yang di lakukan oleh personel yang melangsungkan serah terima jabatan.
Pada amanatnya, Kapolres Konawe Selatan menegaskan bahwa mutasi jabatan dalam lingkungan kepolisian adalah sesuatu yang wajar sebagai bentuk peningkatan karir di jajaran kepolisian. Selain itu, Kapolres Konawe Selatan mengingatkan kepada seluruh yang hadir , bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Red
SULTRA – Sejumlah Pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Buat laporan Resmi di polda sultra adanya dugaaan korupsi penyelewengan anggaran Dana Hiba. Senin (24/03/2025
Laporan itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia. (DPD – PPWI) Sulawesi Tenggara La Songo yang di dampingi Bidang Hukum Firman SH MH, dan rombangan Wartawan PPWI Sulawesi Tenggara.
Ketua DPD – PPWI La Songo, mengatakan ia hari ini kami, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan keuangan negara
“Jadi ada beberapa point yang kami dan Teman teman Cityzen Jurnalis yang tergabung di Persatuan Pewarta Warga Indonesia Sultra dan Sala satunya Adalah dugaan Mark up Pada pengadaan barang dan jasa serta dugaan Pemotongan Operasional Mulai Pengawas Tingkat Kecamatan Sampai Pengawas Tingkat Kelurahan/ Desa Se – Kabupaten Konawe Selatan Yang Bersumber Dari Anggaran dana Hibah Pada Pemilihan Kepala Daerah TH. 2024 Lalu.
“Kami datang ke sini sudah sangat jelas ya, sembari tersenyum, jadi begini Berdasarkan Hasil Monitoring dan Investigasi di lapangan Tim PPWI Juga sudah mengantongi Beberapa bukti – bukti Termasuk Keterangan Langsung Dari Panwascam dan Panwas Kelurahan/Desa. ujarnya.
“Lanjut, La Songo, yang pertama kami melaporkan Badan Pengawas Pemilu Konawe Selatan (Konsel) terkait indikasi penyelahgunaan Wewenang atau dugaan Korupsi yang mereka lakukan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) Dengan Merugikan Keuangan Negara Miliaran Rupiah. Tegas Songo yang tampak terlihat wajahnya yang geram
Menurut, La Songo yang juga mantan Ketua HMI cabang Cabang Kendari Periode 2012-2014, pihaknya menerima informasi bahwa kami duga Bawaslu Konsel dengan sengaja dan transparan melakukan perbuatan melawan hukum dan harus di Tindak tegas agar menjadi pembelajaran kedepannya.
Kedatangan kami kesini meminta Kepala Kepolisian daerah Sulawesi tenggara (Kapolda Sultra) untuk mengungkap penggunaan dana tersebut guna memastikan transparansi pengelolaan anggaran di tubuh Lembaga yang mengawasi jalannya pemilihan umum (Pemilu)
“Kami ingin mengetahui untuk apa anggaran tersebut digunakan dan siapa pihak yang memberikan instruksi. Apakah ada kaitannya dengan pihak tertentu atau ini murni perbuatan pribadi yang dapat dipertanggungjawabkan?” lanjutnya.
“Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan pribadi dari anggaran ini. Faktanya, banyak teman teman Panwascam dan Panwas Kelurahan/Desa. yang merasakan dampaknya,
“Sementara itu, Salah Satu Lowyer papan atas Sulawesi tenggara yang tergabung dalam PPWI, Bidang Hukum, Firman SH MH berharap terkait dengan laporan dugaan penyelewengan anggaran Bawaslu Konsel yang di adukan hari ini ke Polda Sultra dengan nada Rendah namun Tegas agar segera di atensi oleh penyidik Tipikor Kepolisian Daerah Sultra yang Profesional dan Bertanggungjawab.
“Adapun data / Bukti – buktinya kami sudah siapkan ketika ada permintaan dari penyidik “ungkap Firman SH MH,
Adapun, Point- point Atas Temuan Hasil Monitoring / Investigasi Tim PPWI Di Lapangan Sebagai Berikut :
1. Review Anggaran Pilkada Konsel Tahun 2024 dalam RAB hasil Review dialokasikan Untuk 8 bulan Masa Kerja Panwascam, Panwas Kelurahan/ Desa Tapi Realita Panwas Kelurahan Desa Bertugas Hanya 7 Bulan,
2. Review Anggaran Pilkada Konsel Tahun 2024 dalam RAB hasil Review. Di anggarkan Untuk BPJS Ketenagakerjaan untuk Panawas Kecamatan, Panwas Desa, Pengawas TPS. Tetapi Hal tersebut tidak dibayarkan sampai tahapan Pilkada Selesai(Di duga Fiktip).
3. Review Anggaran Pilkada Konsel Tahun 2024 dalam RAB hasil Review Di anggarkan Untuk Paket Data/Internet untuk Panwas Kecamatan, Panwas desa dan Pengawas TPS tetapi Kenyataan dilapangan sampai tahapan dan masa kerja Penyelenggara Ad-Hoc hal tersebut tidak Pernah dibayarkan.
4. Review Anggaran Pilkada Konsel Tahun 2024 dalam RAB hasil Review di Anggarkan untuk Bimtek Aplikasi SAS dan laporan pertanggun
KONAWE SELATAN – lintangsultra.com Kepala Desa Amolenggu Insan S.pd, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) provinsi sulawesi tenggara (Sultra) Diduga Selingkuh dengan Istri Orang.
Berbekal jurus tipu daya sang oknum kepala desa, mampu membuat (S) wanita nama samaran, yang sudah memiliki suami dan 4 Orang anak jadi tergila gila kepada nya
Awal perselingkuhan bermula sejak tahun 2023, kades Amolengu Insan, Spd, dengan wanita 4 anak berinisial (S) 34 t.
Saat di temui wartawan media lintangsultra.com bersama tim media (S) 34 tahun mulai cerita.” Pertama bertemu kepala desa ia langsung muda terpedaya akan rayuan manis iming iming janji akan menikah dan menafkahi segala kebutuhan jika ia mau bersama dengan dia
” (S) Tidak berpikir panjang lagi, jika dia sudah memiliki Suami sah dan 4 orang anak dari hasil pernikahan mereka.
”Rayuan itu selalu terlintas dibenak (S) janji akan tanggung jawab dan menikah dengan nya, tapi 2 tahun kita sama-sama tidak dinikahi juga malah dia pergi tidak tau kemana ,”ujarnya
Tidak hanya itu, (S) juga mengatakan dirinya sempat mengandung anak dari kades Amolenggu namun dirinya mengalami keguguran.
”Saya sempat mengandung anak dari pak Desa, tapi saya keguguran,” katanya, minggu 23/3/2025)
(S) berharap agar Kepala Desa Amolenggu Insan Spd, mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, sebab dengan peristiwa itu membuat malu jadi perbincangan orang orang dan menjadi aib keluarganya.
”Suamiku sudah tau perselingkuhan ku dengan pak desa, dan dia tidak akan terima dan maafkan perbuatan saya, ketika dia bebas dari penjara, dia akan menuntut saya serta laki laki yang sudah merusak rumah tangga ku.
jadi saya harap pak desa ada itikat baik untuk tanggung jawab, jangan hanya mau kasih rusak saya punya rumah tangga,” tambahnya dengan sorotan mata berkaca kaca
(S) juga menjelaskan, Insan Spd, sempat berpamitan ke dirinya mau ke perusahaan tambang nikel namun sampai saat ini dia belum diberi kabar.
”Dia pamit ke saya mau ke salah satu perusahaan tambang nikel, tapi pakaian dan hendphone nya dia tidak bawah.” pungkasnya
Saat dikonfirmasi camat kolono timur Mila Hamriani, selaku pembina dalam wilayah kecamatan perpanjagan tangan bupati melalui via telpon chat WA .” Kalau pak desa saya juga binggung mau hubungi dia bagaimana? nomor telpon hp nya tidak aktif, dia tidak ada di kampung, nanti kami coba cari tau jika ketemu nanti saya kabari pak.”terang dia
Hingga berita ini di terbitkan, tim awak media sudah berupaya untuk mengkonfirmasi Kades Amolenggu belum terhubung
Laporan: Tim
*Is One*
KENDARI – lintangsultra.com Forum Kajian Adovokasi Kebijakan Dan Demokrasi Sulawesi Tenggara (FORKAD-SULTRA) meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Drs.Listyo Sigit Prabowo.
Serta Kapolda Sultra agar mencopot jabatan
Kapolres Bombana.
Diduga adanya pembiaran penambang emas Ilegal di wilayah Eks IUP PT Panca Logam Nusantara, di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana.
Ketua Forkat Sultra Erlan,SH, Menyampaikan saat orasi, Adanya aktipitas penambang emas ilegal diwilayah IUP PT Panca Logam Makmur hingga saat masih terus berlangsung.
“Seharusya pihak resort kepolisian polres bombana sudah menjadi tugas meraka, jagan terkesan melakukan pembiaran,”tegas Erlan
“Untuk di ketahui sebelumnya Ditreskrimsus Polda Sultra telah memproses dugaan penambang emas Ilegal di wilayah IUP PT.Panca Logam Makmur(PLM), PT.Panca Logam Nusantara(PLN) dan PT. Anugrah Alam Buana Indonesia (AABI), tepatnya pada tahun 2022. Namun kasus tersebut di hentikan oleh Polda Sultra dengan dalih karena tidak memenuhi unsur”. Tegasnya dalam orasinya.
Lanjut Erlan “Kemudian Polda Sultra kembali mengamankan enam Unit alat berat yang diduga melakukan aktivitas tambang emas Ilegal di wilayah IUP PT.PLM yang melakukan penambangan diwilayah hutan tanpa mengantongi IPPKH hal tersebut kerjadi pada bulan Juli 2024”ungkapnya.
Namun, tidak lama dari itu masyarakat kembali dihebohkan dengan sejumlah alat berat yang melakukan aktivitas penambangan emas Ilegal di wilayah IUP Panca Logam yang terjadi pada 11 Desember 2024, setelah itu masyarakat kembali mendapati alat berat yang juga melakukan penambangan ilegal diwilayah IUP PT.PLN. pada tanggal 27 Februari 2025.
Erlan,selaku Kordinator lapangan 3 dalam aksi tersebut menyebut bahwa dengan maraknya penambangan emas ilegal di Bombana harusnya Kapolres Bombana lebih tegas dalam pengawasan dan penikdakan kasus penamngan emas diwilayah hukumnya bukan malah mekakukan pembiaran sehingga terkesan ada permainan masif antara penambang ilegal dan Poles Bombana dalam melakukan penindakan.
“Penambangan emas ilegal ini akan semakin parah jika kapolres bombana tidak segera melakukan penindakan yang tegas. Namun, besar dugaan saya ada permainan yang masif antara penambang emas ilegal dan Polres Bombana sehingga polres bombana seakan buta terhadap kasus ini padahal ini adalah pelanggaran hukum yang sangat terang dan bisa masuk ranah pidana serta sangat merugikan daerah dan negara”Tutur nya
“Karena hal ini merupakan salah satu bentuk tindak pidana dan merugikan daerah serta negara maka saya mendesak Kapolri dan Kapolda Sultra Segera Evaluasi dan Copot Kapolres Bombana karna di anggap telah gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya diwilayah hukumnya”. Tegasnya
Akhirnya Forum Kajian Advokasi Kebijakan dan Demokrasi Sulawesi Tenggara (Forkad-Sultra) Berkomitmen akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas bila perlu sampai Kapolri dan Kapolda Sultra mencopot Kapolres Bombana dari jabatanya.
*Is One*