Beranda blog Halaman 35

Peningkatan Jalan dan Pembuatan Sumur Gali Telah Direalisasikan Pemdes Papawu di Tahap I DD 2023

0

Peningkatan jalan usaha tani di Desa Papawu

LS, Konsel – Pemerintah Desa (Pemdes) Papawu, Kecamatan Andoolo Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), telah selesai merealisasikan penggunaan anggaran Dana Desa (DD) untuk kegiatan pembangunan fisik sesuai dengan usulan dari masyarakat saat musdes.

Kepala Desa Papawu Arianto saat ditemui di kediamannya menjelaskan, realisasi anggaran Dana Desa Tahap I yang telah selesai dikerjakan adalah peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT).

“Kami lakukan peningkatan jalan dengan volume 920 meter dan anggarannya sebesar Rp 117.104.800,- telah tuntas dikerjakan pada tahap I Dana Desa tahun 2023,” ucap Arianto, Sabtu (2/9/2023).

Selain peningkatan jalan, pada tahap I juga telah direalisasikan program pembuatan sumur gali untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih.

Terdapat 7 unit sumur gali yang telah selesai dikerjakan pada tahap I pencairan Dana Desa tahun 2023, dengan titik lokasi yang tersebar di Dusun I, II dan III Desa Papawu.

“Sumur gali ada 7 unit dengan anggaran kurang lebih 59 juta rupiah,” kata Arianto.

“Semua usulan masyarakat yang menjadi skala prioritas telah kita realisasikan secara bertahap dalam penggunaan Dana Desa tahun 2023 ini,” imbuhnya.

Editor : Agus

 

PPWI Sultra Endus Aroma Persekongkolan Lelang Proyek Provinsi Sultra Tahun Anggaran 2022

0

 

LS, KENDARI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengendus ada aroma persekongkolan pada proses lelang proyek tender tahun 2022.

Atas hal itu pula, DPD PPWI Sultra, Meminta Aparatat Penegak Hukum (APH) untuk menyelidiki beberapa paket proyek pemenang tender yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku di Biro Pengadaan Barang/Jasa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun anggaran 2022.

Hal ini sampaikan langsung oleh Ketua DPD PPWI Sultra, La Songo saat ditemui di sekretariatnya. Menurut pria yang biasa disapa Pak Jendral, mengatakan bahwa beberapa paket kegiatan tersebut ada yang janggal dan menduga ada proses kongkalikong yang terjadi, sebab rekanan yang dimenangkan dalam proses lelang tersebut yang secara ketentuan menyalahi regulasi yang ada.

Adapun hal yang dimaksud diantaranya :
1. Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.
2. Peraturan lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2021 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah melalui penyedia.

Lebih lanjut La Songo mengurai bahwa pemenang lelang tender beberapa pekerjaan yang dimaksud tidak memenuhi syarat yang harus dilalui seperti :
1.daftar peralatan utama yang disyaratkan di tender.
2.daftar peralatan utama yang tidak disyaratkan namun wajib ditambahkan dimobilisasi pada saat pelaksanaan kontrak.
3.daftar personil inti
4.pengunaan aspal Buton
5.personil pelaksana yang diajukan tidak memenuhi SKT yang disyaratkan
6.peralatan asphalt mixing vitae (AMP) tidak dilampiri bukti kepemilikan.
7.daftar pengalaman kerja ahli keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi.
8.pakta komitmen keselamatan konstruksi tidak sesuai ketentuan dokumen pemilihan.
9.nama perusahaan yang membuat dan bertanggung jawab atas pakta komitmen keselamatan konstruksi berbeda dengan peserta tender yang bersangkutan.
10.kesamaaan dokumen penawaran peserta dengan dokumen HPS.
11.kesamaan dokumen penawaran antar peserta.

Kemudian lanjut La Songo, yang jadi persoalan adalah tahapan proses lelang tersebut perlu dilidik sebab anggaran yang tertuang dalam HPS mencapai puluhan milyar.

“Harusnya kalau kita mau fair tuntaskan di proses hulunya, insya Allah kalau proses hulunya sudah benar dan berjalan sesuai regulasi yang berlaku bisa dipastikan bahwa fisik dari kegiatan yang dimaksud benar-benar mempunyai kualitas,” terangnya.

“Karena melihat hal tersebut kami menilai tidak fair dan merugikan pihak pihak lainnya, maka dari itu dalam waktu dekat PPWI Sultra bakal mengagendakan bertandang ke salah satu instansi APH untuk kemudian melaporkan persoalan tersebut, sehingga tidak terjadi lagi kedepannya,” pungkasnya.

Diduga Melanggar Netralitas, Seorang PNS di Konsel Diproses oleh Bawaslu

0

Yusuf Efendi Kordiv HP2H Panwaslu Kecamatan Andoolo Barat

LS, Konsel – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) berinisial IWG (57) diproses oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Andoolo Barat karena diduga melanggar netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

IWG yang merupakan PNS di lingkup Kementerian Agama ini telah melakukan pelanggaran netralitas ASN berupa unggahan di media sosial dalam bentuk gambar partai politik, foto calon anggota legislatif (caleg) dan ajakan untuk mendukung kepada salah satu calon.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Panwaslu Kecamatan Andoolo Barat Yusuf Efendi mengatakan bahwa dugaan pelanggaran netralitas ASN ini berawal dari temuan Divisi HP2H Panwaslu Kecamatan Andoolo Barat yang diampu oleh Erdiansyah.

“Awalnya pada 8 Juli 2023 Divisi HP2H Panwaslu Kecamatan Andoolo Barat menemukan postingan IWG di akun Facebook miliknya berupa gambar bakal calon DPD RI atas nama dr. Dewa Putu Ardika Seputra, Sp.Og., disertai kalimat ‘Dr Dewa memang top. Selalu merakyat. Tahu kepentingan rakyat. Bangga kita selaku masyarakat Sulawesi Tenggara punya wakil seperti dia yang selalu turun ke masyarakat dan menyerap aspirasi rakyat. Semoga siap jadi Konsel satu. Doa kita selalu menyertainya’,” ucap Yusuf, Sabtu (26/8/2023).

IWG juga kembali mengunggah di akun Facebook miliknya pada tanggal 25 Juli 2023 berupa gambar baliho bakal calon legislatif dari Partai Amanat Nasional Dapil II Konawe Selatan atas nama I Kadek Edi Dharmawan, SH., MH.

Pada tanggal 26 Juli 2023 IWG mengunggah di akun Facebook miliknya gambar baliho dan bendera Partai Amanat Nasional.

Pada tanggal 27 Juli 2023 IWG kembali mengunggah di akun Facebook miliknya gambar baliho Partai Amanat Nasional beserta bakal calon legislatif atas nama  I Kadek Edi Dharmawan, SH., MH., Bacaleg DPRD Kabupaten Dapil II Konsel dari Partai Amanat Nasional, Hamzah Bacaleg DPRD Kabupaten Dapil I Konsel dari Partai Amanat Nasional, H. Faisal Haris Bacaleg DPR RI Dapil 2 Jawa Barat dari Partai Amanat Nasional.

“Temuannya pada tanggal 27 Juli 2023 dan berdasarkan temuan tersebut maka kami lakukan penelusuran, pengumpulan bukti-bukti dan memanggil IWG serta saksi-saksi untuk dimintai keterangan,” kata Yusuf.

“Bahwa setelah memperhatikan kecukupan syarat formil dan materil maka Panwaslu Kecamatan Andoolo Barat menetapkan temuan tersebut dengan registrasi Nomor : 001/Reg/TM/PL/Kec-Andoolo Barat/28.08/VIII/2023,” imbuhnya.

Dari temuan diatas, IWG diduga melanggar Pasal 5 huruf n angka 5 Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang larangan PNS memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, calon anggota DPR, DPD atau DPRD dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon sebelum, selama dan sesudah masa kampanye.

Selain itu, IWG juga diduga melanggar Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai Negeri Sipil Pasal 11 huruf c PP Nomor 42 tahun 2004 dan juga melanggar Pasal 9 Angka 2 UU No 5/2014 yang berbunyi Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.

“Bahwa hal yang dilakukan oleh IWG yang berprofesi sebagai ASN/PNS di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan yang bertugas sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 16 Andoolo diduga melanggar Asas Netralitas ASN dan Kode Etik,” sebut Yusuf.

Yusuf mengatakan setelah melakukan kajian terhadap dugaan pelanggaran atas temuan dengan Nomor Registrasi : 001/Reg/TM/PL/Kec-Andoolo Barat/28.08/VIII/2023 dan setelah dihubungkan antara fakta, keterangan serta bukti dengan ketentuan perundang-undangan terkait maka direkomendasikan hal-hal sebagai berikut:
1. Mengumumkan status temuan dengan menggunakan Formulir B.13 sebagaimana diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Penanganan Laporan Pelanggaran Pemilihan Umum dan Pemilihan.
2. Meneruskan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian bagi ASN/PNS lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan untuk diproses/ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Meneruskan kepada Menteri Penberdayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi di Jakarta untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Meneruskan kepada Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara di Jakarta untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Editor : Agus

 

Ikut Defile Pembukaan Porseni, Panwascam Andoolo Barat Berikan Pesan Netralitas ASN dan Perangkat Desa

0

Spanduk netralitas ASN dan perangkat desa yang dibawa Panwascam Andoolo Barat saat defile pembukaan Porseni.

LS, Konsel – Ikut serta dalam defile pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Kecamatan Andoolo Barat, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Andoolo Barat berikan pesan netralitas ASN dan perangkat desa pada Pemilu serentak 2024.

Pesan tersebut disampaikan dalam bentuk tulisan di spanduk yang berbunyi ‘Pemilu 2024 ASN, Perangkat Desa, BPD Harus Netral!’ dan dibentangkan saat pembukaan Porseni di lapangan Kantor Kecamatan Andoolo Barat, Rabu 24/8/2023) yang dibuka oleh Ketua KONI Kabupaten Konawe Selatan Adi Jaya Putra dan dihadiri Camat Andoolo Barat Muhammad Sofyan Mansyah, Kapolsek Andoolo Iptu Saidil Umar, kepala desa serta perangkat desa se-Kecamatan Andoolo Barat.

Ketua Panwaslu Kecamatan Andoolo Barat Supriyadi Sakir mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam pembukaan Porseni tingkat Kecamatan Andoolo Barat ini sekaligus dimanfaatkan untuk sosialisasi kepada masyarakat terkait pengawasan Pemilu serentak 2024.

Ketua dan Anggota Panwascam bersama PKD se-Kecamatan Andoolo Barat

“Berdasarkan surat undangan panitia pelaksana Porseni tingkat Kecamatan Andoolo Barat dalam rangka HUT RI ke 78, maka kami ikut defile pembukaan Porseni yang tergabung dalam kontingen penyelenggara Pemilu yang terdiri dari Panwaslu Kecamatan Andoolo Barat, PPK Kecamatan Andoolo Barat, PPS dan PKD se-Kecamatan Andoolo Barat,” ucapnya.

Supriyadi menyampaikan selain mengikuti defile, kontingen penyelenggara Pemilu juga akan berpartisipasi dengan ikut bertanding pada beberapa cabang olahraga yang diperlombakan.

Senam jingle Pemilu yang ditampilkan PPS dan PPK dari kontingen penyelenggara Pemilu

“Kami akan mengikuti beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan, diantaranya sepak bola, voli putra dan putri, bola gotong dan lainnya,” imbuhnya.

Dalam defile tersebut, kontingen penyelenggara Pemilu menjadi peserta terakhir dengan menampilkan senam jingle Pemilu dan senam kreasi di hadapan Ketua KONI Kabupaten Konawe Selatan.

Editor: Agus

Percepat Inklusi Keuangan Daerah, TPAKD Gelar Rakor

0

LS, Konsel – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah terus didorong secara berkelanjutan.

Untuk mempercepat target tersebut, Pemkab Konsel melibatkan peran lembaga jasa keuangan dalam percepatan literasi dan inklusi keuangan daerah. Target itu disampaikan pada Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar TPAKD di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda), Kamis (31/08/2023).

Adapun lembaga jasa keuangan yang dilibatkan dalam Rakor tersebut yakni Bank Indonesia, OJK, Bank Sultra, Bank BNI 46, BPR Bahterahmas dan Bank BRI.

Sekda Konsel Hj. ST. Chadidjah menyampaikan kolaborasi dan sinergitas antar stakeholder perlu dibangun komunikasi yang efektif untuk percepatan literasi, inklusi dan akses keuangan antara lembaga jasa keuangan (Perbankan, Asuransi, Pegadaian) dan Pemerintah Daerah.

“Pemerintah Daerah membutuhkan data realisasi pencairan bantuan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan bantuan lainnya dari lembaga jasa perbankan kepada masyarakat, sehingga Pemda dapat melakukan pengembangan maupun pembinaan baik perorangan ataupun UMKM,” ucap Chadidjah.

Chadidjah juga menekankan perlunya terobosan dalam membuka akses seperti perluasan sosialisasi Mobile Banking, QRIS oleh Bank Indonesia (BI) hingga ke pelosok Kabupaten Konawe selatan.

Untuk langkah awal, Bank Indonesia meminta 100 orang peserta dari ASN mengintegrasikan mobile bangkingnya terlebih dahulu pada smartphone masing-masing.

Chadidjah menyebut Indeks Literasi Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih yang terendah dibandingkan provinsi lain. Oleh karena itu perlu mendorong perluasan ekosistem keuangan digital dengan penggunaan pembayaran non tunai.

“Saya berharap dengan forum ini akan lebih intens lagi komunikasinya untuk percepatan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih maju,” harapnya.

Hal yang sama diungkapkan  Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Roslina Iliyas. Roslina berharap bahwa percepatan literasi dan inklusi keuangan di Konsel dapat menjangkau hingga pelosok dan kawasan desa di perbatasan.

Dengan harapan, lanjut Kepala Sekretariat TPAKD, meminta lembaga keuangan seperti perbankan dan kredit dapat aktif di pelosok pedesaan, dalam memberikan edukasi, dan membantu memajukan perekonomian di wilayah tersebut.

“Akses keuangan menjadi syarat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Kita harapkan kegiatan dan percepatan literasi serta inklusi keuangan hingga ke pelosok desa dan perbatasan,” ungkapnya.

Editor: Agus

Semarakkan HUT RI ke-78, Panwascam Andoolo Barat, PPK dan Pemerintah Desa Bima Maroa Gelar Berbagai Lomba

0

Pembukaan kegiatan yang dihadiri kepala desa Bima Maroa, Ketua Panwascam dan Ketua PPK Andoolo Barat

LS, Konsel – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-78, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Andoolo Barat bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Andoolo Barat dan Pemerintah Desa Bima Maroa menggelar berbagai lomba selama dua hari, Jumat dan Sabtu (18-19 Agustus 2023).

Pembukaan kegiatan bertempat di lapangan Desa Bima Maroa dan dihadiri oleh Kepala Desa Bima Maroa Husen L, S.KM., Ketua BPD Kirman, S. Pd., Ketua Panwascam Andoolo Barat Supriyadi Sakir, Anggota Panwascam Andoolo Barat Erdiansyah, Yusuf Efendi, Ketua PPK Andoolo Barat Hariyanto bersama Anggota PPK lainnya, para PKD dan PPS se-Kecamatan Andoolo Barat serta masyarakat sekitar.

Penyelenggara Pemilu PPS dan PKD se-Kecamatan Andoolo Barat

Dalam sambutannya, Ketua Panwascam Andoolo Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk mempererat tali silaturahmi antara penyelenggara pemilu dengan masyarakat.

 

“Kami menggelar kegiatan ini untuk menyemarakkan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan juga sebagai ajang sosialisasi kepemiluan kepada masyarakat,” ucap Supriyadi.

“Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk silaturahmi dan kedekatan antara penyelenggara pemilu dengan masyarakat. Oleh karena itu kami melibatkan masyarakat dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

Lomba voli terpal

Sementara itu, Kepala Desa Bima Maroa Husen menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyelenggara Pemilu di Kecamatan Andoolo Barat yang telah membuat kegiatan ini dan melibatkan pemerintah desa.

Lomba makan kerupuk

“Terima kasih kami ucapkan kepada penyelenggara Pemilu se-Kecamatan Andoolo Barat yang telah membuat kegiatan di desa kami. Masyarakat disini cukup antusias mengikuti kegiatan ini,” kata Husen.

“Dan kami berpesan kepada panitia dan peserta lomba untuk menjaga keamanan serta kekompakan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” pesannya saat membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Kepala Desa Bima Maroa serahkan hadiah

Usai pembukaan kegiatan, Panwascam bersama PPK, PPS, PKD dan masyarakat melakukan senam jingle Pemilu dan senam kreasi.

Penyerahan hadiah pemenang lomba voli terpal

Kemeriahan dan keseruan pun terlihat saat berbagai lomba dimulai, diantaranya lomba balap karung pakai helm yang diikuti anak-anak, lomba makan kerupuk, lomba bola gotong dan lomba voli terpal yang cukup meriah dengan memperebutkan berbagai hadiah yang telah disediakan untuk para pemenang.

Masyarakat memeriahkan permainan domino di Sekretariat Panwascam Andoolo Barat

Sementara malam penutupan kegiatan difokuskan di Sekretariat Panwascam Andoolo Barat yang bertempat di Desa Mataiwoi dengan diramaikan permainan domino serta karaoke.

Reporter : Agus

Sambut HUT RI ke- 78, Mahasiswa KKN IAIN Kendari Gelar Zikir Akbar dan Doa Bersama

0

 

LS, Konsel – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar kegiatan Zikir Akbar dan Doa Bersama untuk memperingati HUT RI ke- 78.

Kegiatan Zikir Akbar dan Doa bersama tersebut berlangsung di Masjid Al-Iklas Kecamatan Moramo yang dihadiri 120 mahasiswa KKN IAIN Kendari dari 20 posko, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, majelis taklim, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat se- Kecamatan Moramo, Rabu (16/8/2023).

Zikir Akbar dan Doa Bersama tersebut dihadiri langsung oleh Habib Fahri Bin Abdulrahman Al-Habsy sebagai pimpinan Zikir dan Doa untuk negeri dengan tema “Refleksi Nilai-Nilai Kemerdekaan Dalam Nuansa Ukhuwah Watoniah, Ukhuwah Islamiah dan Ukhuwah Insaniah.

Laode Muhammad Nur Sunandar selaku koordinator KKN IAIN Kendari di Kecamatan Moramo menuturkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan hasil rapat penyelarasan program kerja koordinator desa se-Kecamatan Moramo dengan tujuan mengenang serta mendoakan para pejuang terdahulu yang gugur dalam memerdekakan negara kita.

“Sebagai mahasiswa dan pemuda kiranya dengan kegiatan ini bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang tidak lupa dengan sejarah negaranya serta manjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Kecamatan Moramo dan memperkuat tali persaudaraan antar masyarakat yang majemuk,” ucapnya.

Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh habib Fahri Bin Abdulrahman Al-habsy dalam tausiahnya yang menyatakan bahwa rasa persaudaraan antar sesama agama, sesama bangsa dan sesama insan yang beriman menjadi landasan fundamental dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa sebagaimana kedamaian yang diajarkan oleh Nabi Muhammad S.A.W

Nandar mewakili mahasiswa KKN IAIN Kendari se- Kecamatan Moramo manyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara sebagaimana yang diharapkan.

“Tak lupa juga kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat se-Kecamatan Moramo yang telah menerima dengan baik mahasiswa KKN IAIN Kendari selama kurang lebih 45 hari,” tutupnya.

Anggota DPRD Konsel Ramlan Serahkan Bantuan Perbengkelan dan Pertukangan kepada Masyarakat Angata

0

 

LS, Konsel – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dari Fraksi Partai Demokrat Ramlan kembali menyerahkan bantuan kepada masyarakat, Sabtu (12/8/2023).

Bantuan yang diserahkan kali ini, yakni bantuan Perbengkelan dan Pertukangan yang diserahkan di 3 Kelompok, masing-masing 1 kelompok di Desa Matabondu dan Desa Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konsel.

Ketua Komisi III DPRD Konsel ini menjelaskan bahwa pemberian bantuan dari pemerintah daerah (Pemda) tersebut merupakan hasil usulan kelompok masyarakat pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan yang kemudian ia perjuangkan hingga terealisasi.

Olehnya itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Konsel ini berharap, agar bantuan yang telah diberikan tersebut dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan dirawat dengan baik.

“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa meningkatkan pendapatan dan tentunya kesejahteraan masyarakat, serta akan selalu menjadi atensi dan komitmen kami untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat yang dinilai skala prioritas,” ujar Ramlan.

Untuk diketahui, penyerahan bantuan kepada kelompok masyarakat tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Konawe Selatan Drs. Surdin Laulewulu, serta Pokja Pengadaan.

Reporter/Editor : Agus

Dinilai Tidak Cakap Dalam Memimpin, Forkom Minta Bupati Konsel Copot Camat Kolono

0

 

LS, Konsel – Forum Komunikasi Masyarakat (Forkom) Kecamatan Kolono menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Konawe Selatan (Konsel), Senin (7/8/2023).

Aksi unjuk rasa tersebut digelar sebagai bentuk ketidaknyamanan masyarakat Kecamatan Kolono terhadap sikap arogansi yang dilakukan oleh Camat Kolono M. Taufik Aminlar, STP., M.AP., dalam memimpin Kecamatan Kolono.

Massa aksi merasa bahwa Camat Kolono Muh Taufik Aminlar kurang menjalin silaturahmi dengan baik di intansi terkait, kepala desa serta masyarakat, sehingga terjadi kurang kondusifnya situasi di wilayah Kecamatan Kolono.

Jefri Rembasa dalam orasinya menyampaikan bahwa situasi masyarakat Kecamatan Kolono saat ini merasa tidak nyaman dengan tindakan- tindakan arogansi yang dilakukan oleh Camat Kolono.

“Sejak pak Taufik menjabat sebagai Camat Kolono, kondisi pembangunan dan pengembangan potensi tidak begitu signifikan, banyak keluhan masyarakat diantaranya gedung serbaguna Kecamatan Kolono tidak pernah dibenahi bahkan seperti gudang, camat seperti tidak peduli terhadap pembangunan,” ucapnya.

Selain itu, Jefri mengatakan kegiatan olahraga di Kecamatan Kolono tidak pernah dilaksanakan padahal setiap tahun para kepala desa di Kecamatan Kolono selalu menyumbangkan dana pada kegiatan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan kepemudaan juga tidak pernah di support oleh camat, bahkan saat pemuda Kecamatan Kolono menggelar turnamen sepakbola dihalangi oleh camat dengan tidak mengijinkan penggunaan lapangan,” ujarnya.

Jefri menambahkan, keluhan masyarakat juga terkait pembangunan lapak UMKM yang dipindahkan secara sepihak oleh camat dan tidak sesuai hasil Musrenbang serta camat jarang berada di kantor karena sering stay di Kota Kendari.

“Dengan adanya permasalahan tersebut maka Forum Komunikasi Masyarakat Kecamatan Kolono menuntut kepada Bupati Konsel agar mencopot Camat Kolono karena dinilai tidak bisa menjadi pelayan masyarakat serta mendesak DPRD Konsel untuk merekomendasikan pemberhentian Camat Kolono karena tidak bisa mengembangkan potensi olahraga di Kecamatan Kolono,” ungkapnya.

Usai melakukan orasi, massa aksi pun ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konsel Hj. ST. Chadidjah, S.Sos., M.Si., bersama Asisten I, Asisten II, Kasatpol PP Konsel, Kapolsek Andoolo dan Kapolsek Kolono.

Sekda Konsel berjanji kepada massa aksi bahwa pihaknya akan segera melakukan sidak langsung di lapangan guna menanggapi keluhan masyarakat Kecamatan Kolono.

“Terkait tuntutan massa aksi tersebut maka kami akan melaporkan kepada pimpinan serta mempelajari dan akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada,” ucapnya.

“Sedangkan untuk tuntutan agar Camat Kolono diganti, kita mengacu pada regulasi yang ada, serta nanti Bupati Konsel yang memutuskan. Kami berjanji dalam waktu satu minggu ini akan melakukan sidak untuk mengetahui permasalahan di Kecamatan Kolono,” jelasnya.

Reporter : Is One
Editor : Agus

Ketum AJOI Sambangi Sekretariat PPWI, Ada Apa Gerangan?

0

 

LS, Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, menerima kunjungan Ketua Umum Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (Ketum AJOI), Rival Achmad Labbaika. Pertemuan berlangsung selama lebih dari 2 jam, bertempat di Sekretariat Nasional PPWI, Jakarta Barat, Minggu, 6 Agustus 2023.

Dalam pertemuan ini, selain bersilahturahmi dan menjajaki kerjasama antar organisasi pers, juga dibahas terkait kasus dugaan pencurian dan/atau penggelapan hak cipta atas lagu karya Rival Achmad Labbaika alias Rival Bayu, yang lebih akrab disapa Bang Ipay, berjudul Cinderella oleh vokalis personil Band Radja, Ian Kasela. Menurut Ipay, pada mulanya Ian Kasela datang menjumpainya di tahun-tahun awal 2000-an dengan maksud meminjam lagu tersebut.

“Saat itu, saya meminta agar dibuatkan kontrak atas penggunaan lagu itu antara pemegang label alias produser dengan dirinya sebagai pencipta lagu tersebut,” ungkap Ipay kepada Wilson Lalengke, yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) ini.

Namun, tambah Ipay, permintaan itu tidak dilakukan. Malahan yang terjadi Ian Kasela yang merupakan vokalis Band Radja itu menggunakan lagu Ipay tanpa persetujuan yang bersangkutan.

“Parahnya, Ian Kasela justru mendaftarkan lagu Cinderela ke LMK (Lembaga Manajemen – red) dengan mengakui sebagai hasil karya ciptaannya,” kata Ipay sambil mengatakan bahwa dia menyesalkan kasus ini.

Sebagaimana diketahui, LMK adalah institusi permusikan Indonesia yang diberi tugas dan kewenangan untuk menarik, menghimpun, dan mendistribusikan royalti hak cipta terkait musik yang digunakan untuk kepentingan komersil pada tempat umum. Lembaga ini dibentuk berdasarkan UU No. 28/2014 tentang Hak Cipta.

_Tanggapan Wilson Lalengke di sini: https://youtu.be/i1dIOjL9Lic_

Terkait dengan kasus tersebut, Ketum PPWI berharap semoga kedua belah pihak, Ipay dan Ian Kasela, dapat menyelesaikan perkara sengketa hak cipta tersebut dengan baik dan sesegera mungkin. Kepada rekan-rekan PPWI, wartawan dan pekerja media, serta semua warga di seluruh nusantara dan luar negeri, agar menghargai dan menghormati hak cipta orang lain, tidak mengambil dan mengklaim karya sesama anak bangsa sebagai karyanya. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menghimbau agar segenap PPWI dan jaringannya di seluruh Indonesia dan luar negeri, untuk sementara waktu, memboikot pementasan Ian Kasela di daerah masing-masing, khususnya terkait yang bersangkutan menyanyikan lagu Cinderela.

“Untuk itu, sebelum persoalan kedua pihak yang bersengketa hak cipta lagu Cinderela tersebut selesai, semua kita perlu mendorong penyelesaiannya, salah satunya dengan menolak, memblokir, dan atau memboikot pertunjukan Ian Kasela dalam hal membawakan lagu dimaksud,” ujar Wilson Lalengke.

Lirik lagu Cinderela karya Ketum AJOI, Bang Ipay, itu secara detil dituliskan berikut ini, dikutip dari situs: https://lirik.kapanlagi.com/artis/radja/cinderella/

*Cinderella*

Ada sebuah kisah
Tentang dara jelita

Hidup slalu penuh
Dera dan siksa

Datang sebuah berita
Tentang adanya pesta
Pangeran mencari permaisurinya

Cinderella pun tiba
Dengan kereta kencana
Sepatu kaca hiasi kakinya
Semua mata terpana
Akan kedatangannya
Pangeran jatuh cinta padanya

Waktu terus berganti
Dentang jam pun berbunyi

Cinderella pergi
Cinderella cinderella

Cinderella pun tiba
Dengan kereta kencana
Sepatu kaca hiasi kakinya
Semua mata terpana
Akan kedatangannya
Pangeran jatuh cinta padanya

Cinderella pun tiba
Dengan kereta kencana
Sepatu kaca hiasi kakinya

Cinderella pun tiba
Dengan kereta kencana
Sepatu kaca hiasi kakinya

Cinderella pun tiba
Dengan kereta kencana
Sepatu kaca hiasi kakinya
Semua mata terpana
Akan kedatangannya
Pangeran jatuh cinta padanya

Sebagaimana diakui oleh penciptanya, lagu tersebut diciptakan pada tahun 1996, saat Ipay masih kuliah di IISIP Jakarta, sambil bergabung bermain band dengan kawan-kawannya. Lagu itu terinspirasi oleh cerita dongeng berjudul Cinderella dan Sepatu Kaca yang amat populer di kalangan anak-anak tahun 70 dan 80-an. (APL/Red)