Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

BMKG Peringatkan Potensi Kabut Asap di 17 Wilayah Sultra pada 13–14 Oktober 2026

 

 

 

KENDARI — lintangsultra.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari memperingatkan potensi sebaran kabut asap dengan kategori sedang di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 13–14 Oktober 2026.

 

Peringatan tersebut disampaikan melalui siaran pers BMKG Nomor e.B/ME.02.04/220/KKNI/X/2026, berdasarkan hasil observasi pada 12 Oktober 2026 dan pemantauan citra satelit Himawari-9.

 

BMKG mengungkapkan, kabut asap terpantau menyelimuti sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya, terutama pada dini hari hingga pagi hari. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang berkurang hingga kurang dari 5 kilometer.

 

BMKG juga memperkirakan bahwa menjelang sore hingga malam hari, sebaran asap berpotensi semakin pekat sehingga jarak pandang dapat semakin pendek. Pola serupa diprakirakan masih berulang selama beberapa hari ke depan.

 

17 Wilayah di Sultra Berpotensi Terdampak Kabut Asap

Berdasarkan prakiraan BMKG untuk periode 13–14 Oktober 2026, potensi asap kategori sedang dapat terjadi di 17 wilayah di Sulawesi Tenggara, yakni:

 

Kota Kendari

Kabupaten Konawe Kepulauan

Kabupaten Konawe

Kabupaten Konawe Selatan

Kabupaten Konawe Utara

Kabupaten Bombana

Kabupaten Kolaka

Kabupaten Kolaka Timur

Kabupaten Kolaka Utara

Kabupaten Muna

Kabupaten Muna Barat

Kota Baubau

Kabupaten Buton

Kabupaten Buton Utara

Kabupaten Buton Selatan

Kabupaten Wakatobi

BMKG menyebutkan bahwa kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di wilayah Sulawesi Tenggara secara umum berada pada kategori sedang, dengan rentang konsentrasi 15,5–55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

 

Meski berada dalam kategori sedang, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila konsentrasi asap meningkat dan jarak pandang semakin terbatas.

 

BMKG Catat 20 Titik Panas, Asap Diduga Berasal dari Dalam dan Luar Sultra

 

Dalam pemantauan pada 12 Oktober 2026 pukul 00.00–12.00 WITA, BMKG mencatat sebanyak 20 titik panas di wilayah Sulawesi Tenggara dengan tingkat kepercayaan sedang.

 

Berdasarkan pemantauan pola angin regional, angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan. Kondisi ini memungkinkan sebaran asap yang terpantau di Sulawesi Tenggara tidak hanya berasal dari kebakaran di wilayah setempat, tetapi juga berpotensi terbawa dari luar daerah.

 

BMKG menjelaskan bahwa sumber asap dari luar Sulawesi Tenggara berpotensi berasal dari wilayah Papua Selatan dan Maluku.

 

Sebaran asap tersebut dapat semakin pekat apabila terjadi kebakaran lahan di wilayah sumber maupun di daerah yang dilalui angin. Kondisi ini berpotensi memperburuk jarak pandang dan meningkatkan gangguan akibat paparan asap.

 

Namun, tingkat kepekatan asap di setiap daerah dapat berbeda, bergantung pada kondisi cuaca, arah angin, serta aktivitas kebakaran di wilayah terkait.

 

Masyarakat Diminta Menggunakan Masker dan Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan

 

Mengantisipasi potensi dampak kabut asap, BMKG Provinsi Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat agar menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan.

 

Masyarakat disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup jendela rumah apabila asap mulai terasa pekat.

 

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung.

 

Selain itu, pengguna jalan, operator transportasi laut, dan pihak penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penurunan jarak pandang yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan.

 

Kewaspadaan tersebut penting karena perubahan kondisi atmosfer dan peningkatan konsentrasi asap dapat memengaruhi jarak pandang secara berbeda di setiap wilayah.

 

BMKG Minta Masyarakat Terus Memantau Informasi Resmi

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dan perkembangan sebaran asap melalui kanal resmi BMKG maupun instansi terkait.

 

Pemantauan informasi secara berkala diperlukan agar langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dapat dilakukan secara tepat.

 

Masyarakat dapat memperoleh informasi terkini melalui kanal berikut:

 

Facebook: Info BMKG Sultra

Instagram: @bmkgmaritimkendari

Situs resmi: www.bmkg.go.id

Aplikasi: Info BMKG untuk perangkat Android dan iOS

WhatsApp BMKG Provinsi Sulawesi Tenggara: 0811-4005-929

Siaran pers tersebut diterbitkan di Kendari pada 12 Oktober 2026 oleh Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari.

 

Dengan adanya potensi kabut asap yang diprakirakan berlangsung pada 13–14 Oktober 2026, masyarakat di seluruh wilayah terdampak diharapkan tetap waspada, menjaga kesehatan, dan mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas.

Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari.

Redaksi: LS

Popular Articles