KONAWE KEPULAUAN –
Lintangsultra.com — Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Konawe Kepulauan (PC IKA PMII Konkep) menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Resor (Polres) Konawe Kepulauan atas penyaluran bantuan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak krisis air di Desa Tumburano, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan.
Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris PC IKA PMII Konkep, Erlan, S.H., yang menilai langkah Polres Konkep sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya ketersediaan air bersih.
Menurut Erlan, air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, air bersih juga berperan penting dalam menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta mencegah berbagai risiko penyakit.
Oleh karena itu, bantuan yang disalurkan Polres Konkep dinilai memberikan manfaat langsung bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.
“PC IKA PMII Konkep mengapresiasi langkah Polres Konkep yang hadir membantu masyarakat. Ini merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan,” ujar Erlan.
Ia menegaskan, peran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial yang mengedepankan pendekatan humanis dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran institusi kepolisian dalam membantu warga yang menghadapi kesulitan merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Dorong Solusi Jangka Panjang
Meski mengapresiasi penyaluran bantuan tersebut, PC IKA PMII Konkep berharap penanganan krisis air di Desa Tumburano tidak berhenti pada pendistribusian bantuan sementara. Diperlukan langkah lanjutan yang terencana dan berkelanjutan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara memadai.
Erlan menilai, pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait perlu melakukan identifikasi terhadap penyebab krisis air yang dialami warga. Langkah tersebut penting untuk menentukan solusi yang tepat, baik melalui pemanfaatan sumber air alternatif, perbaikan sarana yang sudah tersedia, maupun pembangunan fasilitas penyediaan dan distribusi air bersih sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini menjadi awal dari perhatian yang lebih serius terhadap persoalan air bersih. Masyarakat membutuhkan solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan ketika krisis terjadi,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan, Polres Konkep, pemerintah desa, serta instansi teknis yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan penyediaan air bersih.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar penanganan krisis tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Dengan adanya perencanaan yang matang, pemetaan kebutuhan warga, serta penyediaan infrastruktur yang memadai, diharapkan persoalan kekurangan air bersih dapat ditangani secara lebih efektif dan tidak terus berulang.
PC IKA PMII Konkep Dorong Pelayanan Publik yang Responsif
Sebagai organisasi yang menghimpun alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, PC IKA PMII Konkep menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif, adil, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Erlan berharap bantuan air bersih yang disalurkan Polres Konkep dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian seluruh pemangku kepentingan terhadap persoalan kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian sosial dan membangun kerja sama dalam menangani berbagai persoalan kemasyarakatan, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari upaya penyelesaian masalah secara berkelanjutan.
“Semoga kepedulian Polres Konkep ini menjadi contoh positif bagi seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan agar persoalan masyarakat dapat ditangani secara nyata dan berkelanjutan,” tutup Erlan, S.H.



