Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Truk Muat Cangkang PT KAP Diduga “Dibekingi” Oknum: Overload, Muatan Berceceran, Warga Jadi Korban — Polres Konsel Jangan Diam!

KONAWE SELATAN – lintangsultra.com — Aktivitas kendaraan pengangkut cangkang kelapa sawit yang diduga milik PT Karya Alam Perdana (KAP) adalah perusahaan pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Desa Uelawa, Kecamatan Benua, Kabupaten Konawe Selatan. kembali menjadi sorotan. Bukan semata soal aktivitas angkutan perusahaan, tetapi dugaan penggunaan jalan umum, muatan berlebih atau overload, hingga ceceran material di badan jalan yang disebut telah membahayakan pengguna jalan.

Lebih serius lagi, muncul dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang disebut-sebut “membekingi” aktivitas kendaraan tersebut, sehingga ketika kendaraan hendak ditertibkan, oknum tertentu diduga turun tangan agar kendaraan tetap beroperasi.

Jika dugaan tersebut benar, persoalannya tidak lagi sekadar pelanggaran administrasi angkutan. Ada pertanyaan besar yang harus dijawab aparat: siapa yang berada di belakang aktivitas tersebut dan mengapa kendaraan perusahaan seolah sulit ditertibkan?

Ketua Ormas Tamalaki Wonua Ndoolaki DPD Konawe Selatan, Iswan Safar, secara tegas mengecam dugaan praktik tersebut.

Menurut Iswan, aktivitas perusahaan tidak boleh berjalan dengan mengabaikan keselamatan masyarakat maupun ketentuan penggunaan jalan.

“Kami mengecam keras kalau memang ada kendaraan perusahaan yang menggunakan jalan umum tanpa memenuhi ketentuan. Apalagi kalau muatannya berlebihan sampai tercecer dan membahayakan masyarakat,” tegas Iswan.

Ceceran Cangkang Diduga Picu Kecelakaan di Lalonggombu
Dugaan pelanggaran tersebut semakin serius setelah muncul informasi mengenai kecelakaan seorang ibu rumah tangga di Desa Lalonggombu, Kecamatan Andoolo.

Pengendara tersebut disebut mengalami kecelakaan setelah kendaraannya melintasi ceceran cangkang kelapa sawit di jalan.

Peristiwa tersebut harus menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum.

Sebab, apabila benar material yang tercecer berasal dari kendaraan pengangkut perusahaan, maka harus ada pemeriksaan menyeluruh mengenai bagaimana material tersebut bisa jatuh ke jalan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap aspek keselamatan pengguna jalan.

“Jangan tunggu ada korban berikutnya baru bertindak. Kalau benar ceceran itu berasal dari kendaraan pengangkut cangkang, harus ditelusuri dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan,” kata Iswan.

Overload Jangan Sampai Jadi Kebiasaan
Selain dugaan ceceran muatan, kendaraan pengangkut cangkang tersebut juga disorot karena diduga membawa muatan melebihi kapasitas.

Iswan meminta instansi terkait tidak sekadar melihat kendaraan melintas, tetapi melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Mulai dari dokumen kendaraan, kelayakan kendaraan, dimensi dan berat muatan, rute yang digunakan, status jalan, hingga persyaratan dan izin yang diwajibkan harus diperiksa.

“Kalau memang overload, ukur dan timbang. Jangan hanya berdasarkan dugaan. Kalau terbukti melanggar, tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Siapa yang Membekingi? Aparat Diminta Buka Terang
Sorotan paling tajam diarahkan pada dugaan keterlibatan oknum yang disebut-sebut menjadi pihak yang “membekingi” aktivitas pengangkutan tersebut.

Menurut Iswan, terdapat informasi bahwa ketika kendaraan perusahaan hendak dihentikan atau ditertibkan, ada pihak tertentu yang turun tangan dan berusaha memastikan kendaraan tetap berjalan.

Iswan meminta aparat tidak gentar apabila benar terdapat tekanan atau intimidasi dalam proses penertiban.

“Kalau memang ada oknum yang turun ketika kendaraan ditahan, kemudian berusaha agar kendaraan tetap jalan, kami minta aparat jangan takut. Identifikasi siapa orangnya dan apa kepentingannya,” tegasnya.

Ia menilai tidak boleh ada kelompok atau individu yang merasa mempunyai kewenangan lebih besar daripada aparat maupun aturan hukum.

Polres Konsel Diminta Jangan Menunggu Viral
Iswan mendesak Polres Konawe Selatan bersama Dinas Perhubungan, Dinas PUPR dan instansi teknis lainnya segera turun ke lapangan.

Pemeriksaan, menurutnya,

Popular Articles