Sabtu, Maret 7, 2026
Beranda blog Halaman 3

Ribuan Peserta Hadir Dari Berbagai Daerah Sultra, Bupati Konsel: Upaya Ciptakan Masyarakat SETARA Sehat

0

KONAWE SELATANLintangsultra.com Ribuan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara memadati pelataran Rumah Jabatan Bupati Konawe Selatan (Konsel) untuk mengikuti ajang lari perdana, Run Gass Setara Konsel. Sabtu (15/11/2025)

Ajang yang digagas oleh Dinas Kesehatan Konsel ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Konawe Selatan.

Lomba lari dilepas langsung oleh Bupati Konsel, Irham Kalenggo, didampingi sejumlah pejabat penting, termasuk Ketua DPRD Hamrin, Kajari Konsel Ujang Sutisna, perwakilan Dandim 1417/HO, Pj Sekda Ichsan Porosi, serta para pejabat dan camat daerah.

Para pelari menempuh rute yang dimulai dari pelataran Rumah Jabatan Bupati, melintasi jalan protokol Pemda Konawe Selatan, memutar di depan kantor Dinas Kesehatan, dan kembali finis di lokasi start di Kelurahan Potoro.

Usai menuntaskan lari, peserta melanjutkan dengan senam sehat bersama, diikuti dengan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Konsel, Nurlita Jaya, serta sambutan dari Bupati Konsel.

Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menyambut antusiasme peserta yang datang dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara.

“Ini pertama kalinya Run Gass Konsel dilaksanakan. Insya Allah, ke depan kegiatan seperti ini juga akan kita gelar pada Hari Jadi Konawe Selatan. Alhamdulillah, peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara turut hadir,” ujar Bupati Irham.

Ia menegaskan bahwa kegiatan lari ini merupakan upaya nyata dalam menciptakan masyarakat yang sehat, sejalan dengan visi daerah SETARA (Sehat, Cerdas, Sejahtera).

“Ke depan, kegiatan ini akan kita semarakkan lagi. Selain peserta lari, kita juga akan menghadirkan pelaku UMKM di lokasi pelaksanaan,” tambahnya, menjanjikan event yang lebih besar di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Konsel, Nurlita Jaya, menjelaskan bahwa Run Gass Setara adalah bagian integral dari rangkaian HKN ke-61, sekaligus upaya mendukung visi-misi Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

“Kegiatan ini terselenggara atas dukungan semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan,” tutup Nurlita Jaya.(Is One)

Lapas Kendari Tingkatkan Ketahanan Pangan, Libatkan SDN 92 Baruga,WBP Panen Sayur dan Jagung

0

KENDARI – Lintangsultra.com Lapas Kelas IIA Kendari terus berupaya mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam sektor ketahanan pangan.

Kepala Lapas Kendari Muchtar, menjelaskan bahwa Inisiatif itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan pertanian yang melibatkan langsung para WBP, memberikan mereka keterampilan praktis dan pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan setelah masa hukuman.

“Salah satu implementasi nyata dari program ini adalah kegiatan panen sayur dan jagung yang dilaksanakan baru-baru ini, dengan melibatkan siswa siswi SDN 92 Baruga di mana Kepala Lapas Kendari bersama jajaran staf turut serta dalam memanen hasil kebun yang dikelola oleh WBP,” jelas Muchtar. Selasa 11/11/2025)

Kegiatan panen ini berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Kendari, sebuah lahan yang telah disulap menjadi area pertanian produktif. Lahan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bercocok tanam, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.

Dengan adanya SAE, WBP memiliki kesempatan untuk belajar berbagai teknik pertanian modern, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga pemanenan hasil.

Tujuan utama dari program ketahanan pangan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas secara mandiri. Dengan memproduksi sendiri berbagai jenis sayuran dan jagung, Lapas Kelas IIA Kendari dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, sekaligus menghemat anggaran belanja. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan bertani kepada WBP, sehingga mereka memiliki modal untuk memulai usaha pertanian setelah bebas dari lapas.

Kegiatan panen ini merupakan puncak dari serangkaian program pelatihan yang terencana dan berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Kendari. Para WBP yang terlibat dalam kegiatan pertanian ini mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pertanian setempat dan para ahli pertanian. Mereka diajarkan cara mengolah lahan dengan baik, memilih bibit unggul, memberikan pupuk yang tepat, serta mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Hasil panen jagung dan sayuran ini sangat menggembirakan. Jagung yang dipanen memiliki kualitas yang baik dan hasil panen sayuran juga melimpah. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pertanian di Lapas Kelas IIA Kendari berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi WBP. Selain itu, hasil panen ini juga menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan oleh Lapas Kelas IIA Kendari sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari menyatakan bahwa kegiatan pertanian ini akan terus ditingkatkan dan dikembangkan. Ia berharap, dengan adanya program ini, WBP dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk memulai usaha pertanian setelah bebas dari lapas. Selain itu, ia juga berharap agar program ini dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan di daerah Kendari dan sekitarnya.

Selain kegiatan pertanian, Lapas Kelas IIA Kendari juga memiliki berbagai program pembinaan kemandirian lainnya, seperti pelatihan keterampilan menjahit, membuat kerajinan tangan, dan beternak. Semua program ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada WBP agar mereka dapat mandiri secara ekonomi setelah bebas dari lapas.

Dengan berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan, Lapas Kelas IIA Kendari berharap dapat mengurangi angka residivis atau narapidana yang kembali melakukan tindak pidana setelah bebas dari lapas. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dari sistem pemasyarakatan, yaitu untuk membina narapidana agar menjadi warga negara yang baik dan berguna bagi masyarakat.

Kegiatan panen sayur dan jagung di Lapas Kelas IIA Kendari ini merupakan contoh nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan bekal keterampilan kepada narapidana. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lapas-lapas lain di seluruh Indonesia untuk melakukan hal yang sama, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara. (Is One)

Miris.!! Diduga Kades Awalo Lecehkan Profesi LSM, Ormas Tamalaki Konsel, Bakal Gelar Demo Besar Hingga Ada Proses Hukum

0

Konawe Selatan – lintangsultra.com Kepala Desa (Kades) Awalo, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), terancam menghadapi aksi demonstrasi besar-besaran setelah diduga melontarkan ucapan yang melecehkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas).

Pernyataan kontroversial ini memicu reaksi keras dari salah satu organisasi di Konsel, yakni Ormas Tamalaki Sultra DPD Konsel.

Dugaan pelecehan tersebut diungkapkan oleh Arham Mangidi, salah seorang warga Buke. Arham menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi saat ia melintas menuju Desa Wulele dan sempat berhenti di depan rumah Kades Awalo yang berada di pinggir jalan.

Saat itu, Kades Awalo menyapa dan bertanya tujuan Arham. Arham menjawab sedang mencari pembeli air mineral.

“Lalu Pak Kades Awalo jawab dengan spontan balik belakang sambil angkat tangan dan berjalan dengan mengucapkan, ‘Eh, yang lain-lainmi saja kenapakah ini LSM merepotkan, bikin susah saja, tadi malam barusan Dedi,'” ujar Arham menirukan ucapan Kades Awalo.

Ucapan Kades Awalo tersebut langsung mendapat tanggapan keras dari Ketua Ormas Tamalaki Sultra DPD Konsel, Iswan Safar. Ia mengecam keras pernyataan tersebut karena dinilai telah mencederai lembaga sosial kontrol dan melecehkan kehadiran LSM yang dilindungi oleh undang-undang.

“Kami mengecam keras ucapan kata-kata yang dilontarkan Kades Awalo yang sudah mencederai lembaga sosial kontrol, dan kehadiran LSM amanah undang-undang,” tegas Iswan Safar.

Menyikapi hal ini, Iswan Safar menyatakan bahwa Ormas Tamalaki bersama pasukan dan teman-teman LSM lainnya akan turun menggelar demo besar-besaran.
Ormas Tamalaki menuntut agar Kades Awalo segera mempertanggungjawabkan atas segala ucapannya, mengklasifikasi pernyataannya, dan bahkan menuntut mundur dari jabatannya.

“Kami minta Desa Awalo mempertanggungjawabkan atas segala ucapannya, mengklarifikasi ucapannya dan boleh perlu mundur dari jabatan kadesnya karena tidak pantas seorang kepala desa mengeluarkan ucapan dan kata-kata yang tidak pantas karena telah melecehkan LSM,”Tegas Iswan

Peryataan Arham Mangidi melalui video berdurasi 01.55 detik menyampaikan secara jelas alur kronologi disaat kepala desa awalo menghina hingga mengatakan seakan terkesan LSM adalah lembaga pemeras, sudah cukup jelas sangat merendahkan profesi LSM, kades awalo harus di tindak tegas hingga proses hukum, ormas tamalaki DPD Konsel akan mengawal dan melaporkan sampai proses hukum sesuai aturan per undang undangan yang berlaku.”pungkasnya

Hingga berita diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kades Awalo terkait dugaan pernyataan yang memicu kontroversi ini.(Marwan)

Miris !! Seorang Istri Diduga Diusir Paksa Keluarga Lelaki, Pasca Meninggal Sang Suami

0

ANGATA KONSEL – Lintangsultra.com Peristiwa menyayat hati terjadi di Desa Aopa Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Asmidar terpaksa harus angkat kaki dan membongkar rumahnya sendiri, imbas keluarga sang suami mengusirnya.

Peristiwa ini terjadi, Minggu (2/11/2025). Pasca meninggal Rajiman sang suami. Asmidar selalu diusik pihak keluarga sang suami.

Puncaknya Minggu pagi, diiringi warga sekitar, Asmidar membereskan rumah peninggalan sang suami.

Rajiman (almarhum) empat bulan yang lalu meninggal dunia. Kepergian sang suami, ternyata jadi petaka bagi istri dan ketiga buah hatinya yang saat ini masih kecil-kecil.

Seorang warga yang terekam kamera, saat membantu membereskan rumah Asmidar mengaku, peristiwa pengusiran tersebut bukan terjadi sekali. Akan tetapi pengusiran Asmidar dan ketiga anaknya sudah terjadi berkali-kali.

Peristiwa tersebut hingga kini sudah viral di media sosial. Peristiwa ini juga membuat para netizen geram.

Rencananya, Asmidar akan membongkar seluruh bangunan rumah peninggalan sang suami. Pasalnya keluarga pihak laki-laki menganggap bahwa Asmidar tidak punya hak lagi tinggal dirumah sang suami.

PENTING UNTUK DI INGAT

Pengusiran tanpa dasar hukum:

Pengusiran istri sah setelah suami meninggal dunia tanpa adanya dasar hukum yang jelas adalah pelanggaran hak asasi manusia dan hak hukum.

Tidak ada aturan hukum yang memperbolehkan keluarga suami mengusir istri sahnya setelah suami meninggal dunia.

Istri memiliki hak hukum, termasuk hak waris dan hak untuk tinggal di rumah yang ditinggali bersama suaminya (jika rumah tersebut milik suami atau merupakan rumah bersama), dan tidak boleh diusir begitu saja. Jika terjadi pengusiran, istri dapat berkonsultasi dengan ahli hukum untuk melindungi hak-haknya, seperti hak waris yang diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI).

Hak-hak istri

Hak waris: Istri berhak menerima bagian dari harta peninggalan suami. Jika suami tidak memiliki anak, istri berhak mendapat seperempat (1/4) bagian dari harta warisan.

Hak tinggal: Istri yang ditinggal mati suaminya memiliki hak untuk tinggal di rumah yang merupakan kediaman bersama. Hak ini dapat dipertahankan, terutama jika ia dan suami telah tinggal di sana bertahun-tahun dan bersama-sama membayar biaya kepemilikan. (Is One)

Lapas Kelas II A Kendari Perkuat Ketahanan Pangan, Dapat Bantuan 1.000 Benih Ikan dari Konawe Selatan

0

Lintangsultra.com, Kendari – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari mendapat dukungan signifikan dalam program ketahanan pangan sekaligus pembinaan keterampilan narapidana.

Dukungan tersebut berupa bantuan 1.000 ekor benih ikan air tawar dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), yang diserahkan pada Kamis, (30/10/2025).

Bantuan ini secara simbolis ditandai dengan penyerahan dan penaburan bibit Ikan Mas, Nila, dan Lele oleh Dinas Perikanan Kabupaten Konawe Selatan kepada Kelompok Tani Idaman yang berada di lingkungan Lapas Kelas II A Kendari.

Kepala Dinas Perikanan Konsel, Wayan Darma, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan pihak Lapas Kendari.

“Ada permintaan Kalapas kalau bisa dibantu benih ikan. Kebetulan kami punya Balai Benih Ikan (BBI) yang memang memproduksi benih ikan,” kata Wayan.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan berharap budidaya ikan ini dapat memberikan keterampilan berharga bagi warga binaan. Tujuannya adalah agar setelah mereka bebas, mereka memiliki keahlian dalam budidaya air tawar.

“Mungkin ini baru budidaya, selanjutnya mungkin nanti bisa ke pengolahannya. Tujuan akhirnya bagaimana pemenuhan gizi keluarga, yang tadinya mereka beli sekarang mereka bisa memproduksi sendiri,” tambahnya.

Apresiasi dan Rencana Jangka Panjang
Kepala Lapas Kendari, Mukhtar, Bc.IP,.S.Ag,.M.H, mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit ikan tersebut.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memastikan warga binaan memiliki keterampilan praktis setelah masa hukuman mereka selesai.

Mukhtar juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat berkelanjutan.

“Harapan kita ke depan bisa berkelanjutan terus. Nanti kita jajaki juga terkait rencananya untuk MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak dinas atau Bupati dengan pimpinan kami Kakanwil untuk bisa berkelanjutan untuk kegiatan ini,” ujar Mukhtar.

Ia menambahkan, kegiatan budidaya ini juga dilaksanakan dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden tentang ketahanan pangan, yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di Lapas Kendari.(Iswan)

PPWI Konsel Resmi Lapor Desa Awalo ke Inspektorat, Diduga Mark-Up Anggaran DD 2020 – 2022

0

KONAWE SELATAN – Lintangsultra.com Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) secara resmi melaporkan Pemerintah Desa Awalo, Kecamatan Buke, atas dugaan penyalagunaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021-2025.

Laporan ini disampaikan kepada Inspektorat Konsel pada Rabu, 29 Oktober 2025, sekaligus membuka tabir dugaan praktik Mark-Up proyek fisik dan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD tahun anggaran 2020-2022.

Sekretaris PPWI Kabupaten Konsel, Iswan Safar, membenarkan pelaporan tersebut dan menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya menyusul adanya laporan dari masyarakat setempat.

“Kami sudah laporkan di Inspektorat Konsel. Dan besok juga saya akan buat surat tembusan ke Tipikor Polres Konsel, Kejari Konsel, dan akan buat laporan di Polda Sultra,” ujar Iswan Safar, menegaskan keseriusan organisasinya dalam mengawal kasus ini.

Iswan Safar merinci serangkaian dugaan penyalahgunaan anggaran yang menjadi dasar laporan mereka, antara lain:

Pertama, Tidak adanya transparansi mengenai anggaran Dana Desa tahun 2020 hingga 2022.

Kedua, Diduga adanya Mark-Up Keuntungan pada beberapa item program pekerjaan fisik di desa tersebut.

Ketiga, Adanya dugaan Selisih Anggaran, baik kelebihan maupun pengurangan anggaran pada penetapan anggaran sebelumnya tanpa dasar yang jelas.

“Ini hasil dari investigasi kami dilapangan dan ini berdasarkan laporan masyarakat,” terangnya.

Iswan menambahkan, seluruh uraian dan rujukan program yang diduga tidak sesuai peruntukannya telah terlampir sebagai bagian tak terpisahkan dalam surat yang disampaikan ke Inspektorat Konsel.

Lebih lanjut, PPWI Konsel menyatakan bahwa pelaporan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memberantas dugaan korupsi di tingkat desa. Ia menyebut, sebelumnya pihaknya juga telah melaporkan Desa Anese, Kecamatan Buke, yang kini masih menunggu hasil Pensus dari Inspektorat.

“Desa Anese juga tetap akan kami kawal. Bukan hanya desa-desa ini saja, tapi masih ada beberapa desa target kita di Kecamatan Buke,” kata Iswan.

Menurutnya, banyak desa di Kecamatan Buke yang menunjukkan kejanggalan.

“Hasil pengamatan, di desa-desa banyak kejanggalan karena banyak anggaran Dana Desa turun tapi desa tersebut tidak ada kemajuan sehingga ada indikasi adanya penyalahgunaan anggaran atau korupsi yang dilakukan kepala desa,” tutupnya.

 

PPWI Konsel berharap laporan ini dapat segera ditindaklanjuti secara serius oleh pihak terkait demi mewujudkan tata kelola dana desa yang transparan dan akuntabel.(Marwan)

Pemkab Konsel Peringati Sumpah Pemuda ke-97 dengan Semangat Kolaborasi

0

KONAWE SELATAN — Lintangsultra.com Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Upacara yang mengangkat tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” ini dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Konsel pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, bertindak sebagai Pembina Upacara, sementara Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Konsel, Halilintar bertindak sebagai Pemimpin Upacara. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan pemuda, pelajar, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kepemudaan se-Konawe Selatan.

Dalam amanah pembina, Bupati Irham Kalenggo menekankan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukanlah sekadar mengenang sejarah, tetapi merupakan momen refleksi untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan gotong royong di tengah tantangan zaman yang kompleks.

“Sembilan puluh tujuh tahun yang lalu, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di Batavia dan dengan tegas menyatakan tiga ikrar suci, bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Tiga ikrar itulah yang menjadi fondasi lahirnya bangsa ini.”

Mantan Ketua DPRD dua periode itu menegaskan bahwa semangat persatuan harus diwujudkan dalam tindakan nyata

“Semangat itu harus kita hidupkan kembali, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam tindakan nyata di tengah perubahan zaman yang begitu cepat dan dinamis. Pemuda bukan sekadar penerus bangsa, tetapi pelaku utama pembangunan bangsa hari ini. Di tangan merekalah masa depan Indonesia ditentukan.”

Lebih lanjut, Bupati juga menghubungkan semangat Sumpah Pemuda dengan arah pembangunan nasional dan daerah, sejalan dengan RPJMN 2025-2029 dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan generasi muda sebagai subjek utama pembangunan.

Bupati Irham Kalenggo secara khusus memberikan pesan dan harapan kepada generasi muda di Konawe Selatan:

“Bagi kita di Konawe Selatan, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, etos kerja, dan rasa kebersamaan. Saya ingin menegaskan bahwa pembangunan daerah ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif para pemuda.”

Irham Kalenggo mengajak para pemuda untuk menjadi garda terdepan perubahan di daerah

“Pemuda Konawe Selatan harus menjadi pelopor perubahan, pelopor dalam menjaga lingkungan, pelopor dalam kewirausahaan, pelopor dalam digitalisasi ekonomi lokal dan pelopor dalam menjaga ketertiban serta kedamaian masyarakat.”

Penekanan utama dalam penutup sambutan Bupati adalah pentingnya kolaborasi dan inovasi.

“Saya ingin berpesan kepada seluruh pemuda dan pemudi Konawe Selatan: Bangunlah semangat belajar dan berkarya. Gunakan waktu muda untuk berinovasi dan berbuat baik. Tingkatkan literasi digital, kembangkan potensi daerah, dan jadilah generasi yang berakhlak mulia, disiplin, serta berjiwa gotong royong.”

Pada momen upacara tersebut, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis santunan kematian dari program BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga ahli waris. Bupati dan Wakil Bupati Konsel, didampingi Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Konsel, menyerahkan bantuan kepada 14 orang keluarga pewaris.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Muhammad Haliq As’sam, menjelaskan bahwa penyerahan ini adalah wujud kerja sama antara Pemda Konsel dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat di tingkat desa.

“Pemda dan BPJS Bekerjasama untuk melindungi perangkat desa, BPD, kader desa, (dan) pekerja miskin yang ada di desa diberikan perlindungan sosial. Supaya keluarga yang ditinggalkan oleh keluarga tidak merasakan kesusahan dengan jumlah bantuan sebesar Rp42 juta/orang,” jelas Muhammad Haliq As’sam.

Program ini, sambungnya, memastikan bahwa aparatur dan pekerja rentan di desa mendapatkan jaminan sosial, memberikan ketenangan dan dukungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan.
(Erlin)

PT Daikin Gandeng DPD ASISI Gelar Training untuk Teknisi AC di Sultra

0

Kendari, – lintangsultra.com PT. Daikin Airconditioning Indonesia terus menujukan konsistensinya dalam mendukung pengembangan industri HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) di Nusantara.

Salah satu dukungan yang dilakukan dengan menggandeng Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Teknisi Refrigerasi dan Air Conditioner Nusantara (ASISI) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kolaborasi dirangkaikan menggelar traning DIID Produk Nusantara Prestige untuk para Teknisi AC di Sultra, yang bertempat disalah satu hotel di Kota Kendari. Kamis,23 Oktober 2025.

Firdaus rampang, yang merupakan salah satu perwakilan PT Daikin menjelaskan bahwa acara kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam memperluas wawasan, serta meningkatkan profesionalisme para teknisi AC di yang ada di Sultra.

“Kegiatan training ini merupakan wujud komitmen Daikin dalam mendukung pengembangan industri HVAC di kawasan timur Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara,” ungkap Firdaus.

Firdaus meyakini bahwa penguasaan teknologi dan pemahaman mendalam terhadap produk merupakan kunci utama dalam menghadirkan solusi pendinginan udara yang efisien dan berkualitas.

Melalui kegiatan Training DIID Product – Nusantara Prestige yang diselenggarakan di Kota Kendari. Firdaus, berharap agar para teknisi AC dapat terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta meningkatkan profesionalisme.

” Harapan utama kami para teknisi AC dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” harapnya.

Firdaus menambahkan PT Daikin akan terus berkomitmen mendukung para teknisi dan mitra lokal melalui kegiatan pelatihan, pembinaan, serta kolaborasi berkelanjutan. Upaya itu kata dia, tak lain agar bersama-sama dapat memajukan industri HVAC.

“Dengan peningkatan kompetensi para teknisi, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat menikmati layanan dan solusi pendinginan udara yang semakin berkualitas dari Daikin. Selain itu diharapkan dapat memperluas jangkauan dan dampak positif dari program pelatihan ini,” tutupnya.

Reporter:Mirwan Yasiz

Kejari Muna Resmi Menahan Mantan Bendahara Setda Mubar

0

MUNA SULTRA  – Lintangsultra.com Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) telah menetapkan satu orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi belanja barang dan jasa pada Sekretariat Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna Robin Abdi Kateren melalui Kasi Intel Hamrullah mengatakan penetapn tersangka berdasarkan surat perintah penetapan tersangka nomor: B-1754/P.3.13/Fd.2//10/2025.

“Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus telah menetapkan 1
(satu) orang Tersangka setelah menemukan sekurang-kurangnya 2 (dua) alat bukti yang sah”Ujarnya.

“Adapun tersangka yaitu Inisial RA selaku Eks Bendahara Pengeluaran pada Sekretariat Daerah Kabupaten Muna Barat Tahun 2023″Ungkapnya.

Hamrullah juga membeberkan adapun Modus Operandi yang diduga dilakukan Tersangka secara umum yaitu membuat laporan pertanggungjawaban belanja tagihan Listrik, belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) dan perjalanan dinas yang tidak sesuai dengankeadaan yang sebenarnya atau fiktif dengan merekayasa bukti dukung.

Selain itu, tidak melakukan verifikasi terhadap bukti dukung pertanggungjawaban belanja
tagihan Listrik, BBM dan Perjalanan Dinas. Mengambil alih peran PPK-SKPD,
Menyalahgunakan Kewenangan sebagai Bendahara Pengeluaran dengan dan melakukan pemalsuan tanda tangan Pengguna Anggaran (PA) pada Tanda Bukti Kas (TBK) dan pemalsuan tanda tangan pelaku perjalanan dinas dan Membayar perjalanan dinas fiktif.

“Sehingga terkait perbuatan-perbuatan yang dilakukan tersangka tersebut diatas merupakan perbuatan Melawan Hukum yang mengakibatkan Kerugian Negara sebesar Rp.1.216.020.600,- (satu miliar dua ratus enam belas juta dua puluh ribu enam ratus
rupiah)”Pungkasnya.

Penulis: Ardian

Bupati Bombana Lantik Ketua Umum IMPIB Kendari, Nurhayana Periode 2025–2026

0

BOMBANA – Lintangsultra.com Pelantikan Pengurus Ikatan Mahasiswa Pelajar Indonesia Bombana(IMPIB)Kendari periode 2025–2026 resmi digelar di Hotel Istana Kabupaten Bombana, Senin, 20/10/2025)

Acara tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan,
Dikesempatan itu dihadiri langsung oleh Bupati Bombana yang sekaligus melantik kepengurusan baru.

Dalam kesempatan itu, Nurhayana secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum IMPIB Kendari periode 2025–2026 bersama jajaran pengurus yang akan mendampinginya selama satu periode kepengurusan.

Prosesi pelantikan turut disaksikan oleh para tokoh masyarakat, alumni IMPIB, dan mahasiswa Bombana yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi.

Bupati Bombana dalam sambutan nya menyampaikan rasa bangganya kepada generasi muda Bombana yang terus menunjukkan semangat organisasi dan kepedulian terhadap daerah asal.
“Saya berharap IMPIB Kendari dapat menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk belajar kepemimpinan, berkolaborasi, serta menjadi agen perubahan yang membawa nama baik Bombana di tingkat daerah maupun nasional,”ujar Bupati Bombana

Sementara itu, Ketua Umum IMPIB Kendari, Nurhayana, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi besar ini, “Amanah ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab dan pengabdian. Saya berharap seluruh pengurus dapat bekerja bersama dengan semangat kekeluargaan untuk menjadikan IMPIB Kendari lebih solid, aktif, dan berdaya guna bagi anggota maupun masyarakat Bombana,” tutur Nurhayana.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi IMPIB Kendari untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, sosial, dan pembangunan daerah. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, doa bersama, dan ramah tamah antara pengurus, tamu undangan, serta pemerintah daerah.
*Erlan*