JAKARTA — lintangsultra.com — Identitas budaya Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kembali diperkenalkan di panggung nasional. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya, S.Sos., M.Kes, tampil membawa kekayaan wastra daerah dalam Parade Peragaan Busana Kriyanusa 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Panggung Utama Kriyanusa 2026, Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Keikutsertaan Dekranasda Konsel menjadi bagian dari rangkaian Pameran Kerajinan Nusantara Kriyanusa 2026 yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.”
Ajang tersebut menjadi salah satu ruang promosi kerajinan dan kekayaan budaya daerah yang mempertemukan berbagai perwakilan kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia.
Pada parade tersebut, Nurlita Jaya tampil mengenakan busana yang mengangkat unsur wastra khas Konawe Selatan, khususnya Motif Tenun Tawanggowuna dan Ambahisara.
Penggunaan kedua motif tersebut tidak hanya menjadi bagian dari busana yang dikenakan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter budaya Konawe Selatan kepada masyarakat dari berbagai daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Angkat Identitas Wastra Konsel ke Tingkat Nasional
Kehadiran Dekranasda Konawe Selatan dalam Kriyanusa 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas pengenalan terhadap produk kerajinan dan wastra daerah.
Melalui panggung nasional tersebut, karya dan identitas budaya Konawe Selatan mendapatkan ruang untuk diperkenalkan lebih luas, sekaligus membuka peluang agar produk kerajinan lokal semakin dikenal di luar daerah.
Dalam kegiatan Kriyanusa 2026, peserta berasal dari 95 kabupaten/kota, dengan masing-masing daerah membawa kekayaan wastra, kerajinan, serta karakter budaya yang menjadi identitas daerahnya.
Sementara dari Provinsi Sulawesi Tenggara, terdapat tiga daerah yang turut ambil bagian, yakni Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, dan Kota Baubau.
Keikutsertaan tersebut sekaligus menunjukkan keberagaman potensi kerajinan dan budaya Sulawesi Tenggara yang dapat ditampilkan dalam forum nasional.
Dorong Perajin Lokal Semakin Berdaya Saing
Partisipasi Konawe Selatan dalam Kriyanusa 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan sektor kerajinan lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing.
Dekranasda Konawe Selatan memiliki ruang strategis dalam memperkenalkan produk para perajin, termasuk wastra daerah, kepada masyarakat yang lebih luas serta berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional.
Penggunaan Motif Tenun Tawanggowuna dan Ambahisara dalam parade tersebut menjadi salah satu bentuk promosi budaya melalui karya kriya dan busana.
Dengan membawa identitas lokal ke panggung nasional, Konawe Selatan tidak hanya memperkenalkan produk kerajinan, tetapi juga memperkuat narasi tentang kekayaan budaya daerah yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kriyanusa 2026 pun menjadi momentum bagi Konawe Selatan untuk terus memperluas promosi produk kerajinan lokal, memberikan ruang bagi para perajin untuk berkembang, serta mendorong agar kekayaan wastra daerah semakin dikenal di tingkat nasional.
Lintangsultra.com


