LS, WAKATOBI – Sebuah surat mosi tidak percaya terhadap Kepala Puskesmas (Kapus) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tomia Wakatobi, Baharudin La Hamiru, beredar. Dalam surat tersebut menyebutkan beberapa pelanggaran dan tuntutan terhadap Kapus yang dianggap gagal.
Surat mosi tidak percaya oleh sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang mengatasnamakan Aliansi Tenaga Honorer UPTD Puskesmas Tomia tersebut menuntut pergantian Kepala Puskesmas yang dinilai selalu memberi ancaman kepada nakes magang dan sering mengatasnamakan dinas untuk memenuhi hasrat kepentingan pribadinya. Selain itu, meminta BPK melakukan audit keuangan terhadap unit fungsional kesehatan yang ada di Pulau Tomia tersebut.
Berikut pernyataan mosi tidak percaya tenaga magang kesehatan UPTD Puskesmas Tomia Wakatobi :
Kami yang tergabung dalam ALIANSI Tenaga Honorer UPTD Puskesmas Tomia Kecamatan Tomia menyatakan dengan sebenar benarnya bahwa kami sudah tidak mempercayai kepemimpinan dari Bapak Baharuddin La Hamiru, S.Kep., sebagai Kepala UPTD Puskesmas Tomia, dengan alasan sebagai berikut:
1. Tenaga Honorer kerja di bawah tekanan (diancam akan dikeluarkan dari SISDMK apabila tidak tanda tangan Surat pernyataan yang dibuat oleh Kepala UPTD Puskesmas Tomia)
2. Hak Tenaga Honorer tidak dipenuhi (Ranap dan BOK Tahap 4 yang tidak dibayarkan alasan hangus, kami di janji dengan kesepakatan nanti di Tahap 1 (Januari-Maret tahun 202) tapi hasil nya tidak ada.
3. Tidak adanya transparansi tentang pembayaran-pembayaran kegiatan dan selalu ada pemotongan biaya yang tidak jelas.
4. Selalu mengatasnamakan permintaan dinas untuk kepentingan sendiri.
5. Kami bingung siapa pimpinan kami, karena yang mengambil keputusan bukan hanya pak kapus, tetapi Ibu Haerati (selaku Istri Pak Kepala)
6. Kegiatan BOK dengan jumlah terbanyak adalah Ibu Haerati (Istri Kepala) sehingga pembagiannya tidak sesuai dengan SPJ
7. Menyinggung masalah tes P3K tahun 2023, tenaga Honorer yang tidak mengikuti aturannya akan di cekal
8. Gaji Penginput P-Care tidak dibayarkan selama 6 Bulan
9. Gaji Tim Merdeka sehat akan ada pemotongan yang dilakuakan oleh Pak Kepala UPTD Puskesmas
10. Tidak adanya transparansi tentang terbitnya POA Kegiatan BOK
11. Gaji Pak Supir dan Satpam belum terbayarkan, dan Mobil Ambulance serasa mobil pribadi.
Maka dari itu kami Meminta:
1. Kepada Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi untuk mencopot Baharudin La Hamiru dari jabatanya sebagai Kepala Puskesmas Tomia dalam waktu 2x 24 jam
2. Meminta Kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kabupaten Wakatobi untuk mengaudit pengelolaan Keuangan Puskesmas Tomia.
3. Meminta kepada Camat Tomia sebagai perpanjangan tangan pemerintahan Kabupaten Wakatobi di wilayah kecamatan untuk mengawal tuntutan kami sampai tuntas.
4. Jika tuntutan kami tidak direalisasikan dan kepala UPTD Puskesmas Tomia tidak diganti, maka kami dari tenaga honorer puskesmas tomia akan mogok kerja dalam waktu yang tidak ditentukan.
Reporter : Iswan



