KENDARI – Lintangsultra.com Lapas Kelas IIA Kendari terus berupaya mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam sektor ketahanan pangan.
Kepala Lapas Kendari Muchtar, menjelaskan bahwa Inisiatif itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan pertanian yang melibatkan langsung para WBP, memberikan mereka keterampilan praktis dan pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan setelah masa hukuman.
“Salah satu implementasi nyata dari program ini adalah kegiatan panen sayur dan jagung yang dilaksanakan baru-baru ini, dengan melibatkan siswa siswi SDN 92 Baruga di mana Kepala Lapas Kendari bersama jajaran staf turut serta dalam memanen hasil kebun yang dikelola oleh WBP,” jelas Muchtar. Selasa 11/11/2025)
Kegiatan panen ini berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Kendari, sebuah lahan yang telah disulap menjadi area pertanian produktif. Lahan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bercocok tanam, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.
Dengan adanya SAE, WBP memiliki kesempatan untuk belajar berbagai teknik pertanian modern, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga pemanenan hasil.
Tujuan utama dari program ketahanan pangan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas secara mandiri. Dengan memproduksi sendiri berbagai jenis sayuran dan jagung, Lapas Kelas IIA Kendari dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, sekaligus menghemat anggaran belanja. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan bertani kepada WBP, sehingga mereka memiliki modal untuk memulai usaha pertanian setelah bebas dari lapas.
Kegiatan panen ini merupakan puncak dari serangkaian program pelatihan yang terencana dan berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Kendari. Para WBP yang terlibat dalam kegiatan pertanian ini mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pertanian setempat dan para ahli pertanian. Mereka diajarkan cara mengolah lahan dengan baik, memilih bibit unggul, memberikan pupuk yang tepat, serta mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Hasil panen jagung dan sayuran ini sangat menggembirakan. Jagung yang dipanen memiliki kualitas yang baik dan hasil panen sayuran juga melimpah. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pertanian di Lapas Kelas IIA Kendari berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi WBP. Selain itu, hasil panen ini juga menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan oleh Lapas Kelas IIA Kendari sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas IIA Kendari menyatakan bahwa kegiatan pertanian ini akan terus ditingkatkan dan dikembangkan. Ia berharap, dengan adanya program ini, WBP dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk memulai usaha pertanian setelah bebas dari lapas. Selain itu, ia juga berharap agar program ini dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan di daerah Kendari dan sekitarnya.
Selain kegiatan pertanian, Lapas Kelas IIA Kendari juga memiliki berbagai program pembinaan kemandirian lainnya, seperti pelatihan keterampilan menjahit, membuat kerajinan tangan, dan beternak. Semua program ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada WBP agar mereka dapat mandiri secara ekonomi setelah bebas dari lapas.
Dengan berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan, Lapas Kelas IIA Kendari berharap dapat mengurangi angka residivis atau narapidana yang kembali melakukan tindak pidana setelah bebas dari lapas. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dari sistem pemasyarakatan, yaitu untuk membina narapidana agar menjadi warga negara yang baik dan berguna bagi masyarakat.
Kegiatan panen sayur dan jagung di Lapas Kelas IIA Kendari ini merupakan contoh nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan bekal keterampilan kepada narapidana. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lapas-lapas lain di seluruh Indonesia untuk melakukan hal yang sama, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara. (Is One)



