Ketgam: Warga Beramai ramai Datang Kepolsek Anggata Minta Agar Pelaku Penganiyayan Segera Diamankan
ANGATA – lintangsultra.com Nasib nahas dialami Riswan Yogy warga Desa Puao Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Niat hati untuk pulang kerumah beristirahat, apa daya di tengah perjalanan dari Andoolo, ia malah dipalang di Desa Lamooso Kecamatan Angata.
Sukri Syukur yang kebetulan lagi bersama Riswan Yogi saat itu, menuturkan, sekira pukul 17.30, ia dan Riswan melintasi Desa Lamooso. Tiba-tiba, ujar Sukri, kendaraan yang mereka tumpangi dicegat oleh warga Desa Lamooso bernama Maulid yang kini aktif di bekerja di PT. Marketindo Selaras.
Panganiayaan ini, disinyalir masih buntut dari sengketa lahan yang terjadi antara PT. Marketindo Selaras dan warga yang mengklaim lahan seluas 1.300 Ha.
Lantas, Maulid langsung datang menghampiri korban dugaan penganiayaan melalui kaca mobil dekat Riswan duduk. Yang terjadi selanjutnya, kata Sukri, Maulid menarik baju korban dari dalam mobil.
“Jadi Maulid datang menarik paksa baju korban. Setelah itu dia rampas kunci mobilnya,”terang Sukri, Selasa (8/7/2025).
Pasca Riswan ditarik paksa keluar dari mobil, Maulid langsung mencekik Riswan dan juga memukulnya. Akibatnya, lanjut dia, Riswan mengalami pendarahan pada hidung, luka pada bibir, mata sebelah kiri bengkak. Tidak cukup sampai disitu, seorang bernama Rahmad yang merupakan rekan sejawat Maulid datang juga membantu Maulid dan langsung melayangkan pukulan kepada korban.
Atas kejadian ini, keluarga korban Riswan, langsung melakukan pelaporan kepada pihak Polsek Angata. Sejauh ini, keluarga masih cemas. Pasalnya, hingga kini, Riswan masih belum ditahu keberadaannya. Untuk menyelamatkan diri, Riswan melarikan diri dan hingga kini belum ada kabar.
Sementara itu, Kapolsek Angata, Andi Asrudin, saat dihubungi, menyampaikan, pihaknya sementara menerima keluarga korban di Polsek Angata.
”Sebentar pak, saya masih terima dulu keluarga korban,”terangnya.
Sekedar informasi, hingga kini warga masih stand by di Kantor Polsek Angata. Warga yang datang meminta agar pelakuk segera ditangkap. Selain itu, para warga juga meminta agar Pemerintah Daerah mengambil langkah tegas untuk menutup total aktivitas perusahaan PT. MS. Menurut warga setempat, PT. MS justru menjadi biang kerok dan berpotensi menyulut konflik sosial di Angata.
Editor: Hermawan L



